• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

Saratoga Bukukan Kinerja Solid di 2024

by Stella Gracia
12 Maret 2025 - 18:23
29
VIEWS
Saratoga Bukukan Kinerja Solid di 2024
0
SHARES
29
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (kode saham: SRTG) sepanjang tahun 2024 telah membukukan kinerja yang solid dengan pertumbuhan Nilai Aset Bersih (Net Asset Value – NAV) sebesar 10,5%, meningkat dari Rp 48,9 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 53,9 triliun di tahun 2024. Pertumbuhan kinerja SRTG ini didorong oleh optimalisasi kinerja perusahaan portofolio utama seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT AlamTri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), yang berhasil menciptakan nilai keberlanjutan serta memperkuat fundamental bisnis di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Direktur Investasi SRTG Devin Wirawan menjelaskan kinerja positif di tahun 2024 mencerminkan keberhasilan strategi investasi SRTG dalam mengoptimalkan peluang di sektor – sektor strategis. “Pendekatan ini menghasilkan tiga pencapaian utama diantaranya penghasilan dividen yang signifikan, kenaikan valuasi perusahaan portofolio yang berdampak pada pertumbuhan NAV, serta investasi pada portofolio perusahaan baru. Keberhasilan ini menegaskan posisi SRTG sebagai perusahaan investasi yang terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” jelas Devin di Jakarta (12/3).

  • Baca juga: Strategi Dekarbonisasi: Kunci Daya Saing Sektor Aluminium Indonesia di Pasar Global

SRTG telah mencatat perolehan dividen yang solid sebesar Rp 3,8 triliun atau naik 36% dibandingkan tahun 2023. Pencapaian ini didorong oleh arus kas yang positif dari perusahaan portofolio seperti ADRO, TBIG, dan MPMX.

BERITA TERKAIT

Strategi Dekarbonisasi: Kunci Daya Saing Sektor Aluminium Indonesia di Pasar Global

Samsung Raih Predikat Merek Paling Direkomendasikan di Indonesia Versi YouGov 2025

PertaLife Insurance Dukung Upstream Run 2025: Proteksi Jiwa untuk Peserta Lari

PertaLife Insurance Catat Kinerja Baik, Bukukan Premi Rp1,25 Triliun

Devin menambahkan, selain penghasilan dividen, SRTG juga berhasil memonetisasi perusahaan portofolio dan menghasilkan arus kas sebesar Rp712 miliar, sehingga total tambahan arus kas SRTG sepanjang 2024 mencapai Rp 4,5 triliun.

“SRTG memiliki arus kas yang kuat, sehingga memberikan ruang yang lebih luas bagi perusahaan untuk melanjutkan strategi investasinya. Kami juga akan terus memperkuat nilai dari perusahaan  portofolio melalui strategi investasi yang terukur, disiplin dan berfokus pada pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan,” tambah Devin.

Salah satu investasi SRTG di sektor strategis di tahun 2024 yakni mengakuisisi mayoritas saham Brawijaya Healthcare (Brawijaya), salah satu jaringan rumah sakit umum terkemuka di Indonesia. Aksi korporasi ini dilakukan berdasarkan pada fundamental bisnis Brawijaya yang solid serta potensinya untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan layanan kesehatan di beberapa wilayah di Indonesia. Saat ini, Brawijaya telah memiliki dan mengoperasikan lima rumah sakit dan dua klinik yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Bandung, dan Tangerang.

SRTG optimistis terhadap ekspansi bisnis Brawijaya, dengan didukung oleh tim manajemen yang kuat dan memiliki pengalaman panjang di sektor kesehatan. Kolaborasi SRTG dan Brawijaya akan memperkuat operasional rumah sakit dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Direktur Keuangan SRTG Lany D. Wong menjelaskan bahwa Loan-to-Value (LTV) perusahaan meningkat menjadi 3,1% pada tahun 2024 dari 0,5% pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan upaya SRTG dalam mengoptimalkan struktur permodalan guna mendukung peluang investasi berkualitas tinggi. Lany menegaskan bahwa tingkat ini tetap berada dalam batas yang sehat, memberikan fleksibilitas keuangan yang kuat serta memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan peluang pasar secara optimal.

“Dengan struktur keuangan yang kuat dan efisien, SRTG dapat mengoptimalkan setiap peluang investasi di Indonesia yang masih terbuka luas. Sesuai komitmen SRTG, investasi perusahaan akan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” kata Lany.

 

Update Perusahaan Portofolio SRTG

Perusahaan Terbuka

PT AlamTri Resources Indonesia Tbk. (ADRO)

Pada bulan Desember 2024, ADRO menyelesaikan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) dan divestasi anak perusahaan batu bara termal di bawah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI). Setelah penjualan tersebut, ADRO mengalihkan fokusnya ke batubara metalurgi dan pengolahan mineral melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), serta energi terbarukan. Langkah ini memungkinkan setiap lini usaha untuk beroperasi dengan strategi dan arah pertumbuhan yang lebih jelas, sekaligus memberikan transparansi yang lebih baik bagi investor di masing-masing sektor.

Menutup tahun 2024, pemegang saham ADRO telah menyetujui pembagian dividen interim sebesar US$200 juta, yang dibayarkan pada 15 Januari 2025. Selain itu, MSCI telah meningkatkan peringkat ESG ADRO dari BBB menjadi A, menjadikannya perusahaan pertama di sektor pertambangan batu bara Indonesia yang memperoleh peringkat A dari MSCI.

PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)

  • Baca juga: Samsung Raih Predikat Merek Paling Direkomendasikan di Indonesia Versi YouGov 2025

MDKA menutup tahun 2024 dengan mencatatkan pertumbuhan produksi yang solid, efisiensi biaya, dan pencapaian proyek yang signifikan. Tambang emas Tujuh Bukit (TB Gold) berhasil memproduksi 115.867 ons, memenuhi targetnya dengan total biaya sebesar USD 1.017/oz, biaya berkelanjutan (AISC) sebesar USD1.337/oz, dan ASP sebesar USD2.371/oz. Tambang tembaga Wetar sebaliknya menghasilkan 13.902 ton, yang masih sesuai dengan target yang ditetapkan dengan biaya produksi sebesar USD2,63/lb dan biaya keberlanjutan atau AISC sebesar USD3,58/lb.

Sementara itu, anak perusahaannya, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), berhasil mencatatkan kinerja produksi nikel yang kuat, yang ditopang oleh kinerja tambang SCM. Produksi saprolit meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 4,9 juta wmt pada tahun 2024 dari 2,3 juta wmt pada tahun 2023, sementara produksi limonit mencapai 10,1 juta wmt. Peningkatan produksi disertai dengan pengurangan biaya, di mana biaya produksi tunai saprolit dan limonit masing-masing turun sebesar 24% dan 22% pada kuartal IV 2024 dibandingkan dengan kinerja di kuartal I.

Sepanjang tahun 2024, MDKA mencatat beberapa pencapaian penting, antara lain:

  1. Acid Iron Metal – AIM Plant: Pabrik pirit telah beroperasi penuh, dan pabrik asam telah mulai beroperasi sejak April 2024. Konstruksi pabrik logam klorida juga telah rampung, dan saat ini tengah memasuki tahap uji coba. Pabrik katoda tembaga sementara itu memasuki tahap konstruksi akhir, dan tengah dilakukan uji coba parsial yang dimulai pada kuartal IV tahun 2024.
  2. PT ESG HPAL (JV with GEM):MBMA bermitra dengan GEM Co, Ltd. (GEM) untuk mengembangkan dan mengoperasikan PT ESG. Pabrik train A autoclave yang memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 20.000 ton nikel dalam program PLTMH per tahun mulai berproduksi pada Desember 2024. Sementara itu, pabrik Train B, dengan kapasitas produksi 10.000 ton per tahun, akan mulai memproduksi pada Kuartal I 2025.
  3. HPAL 2 (PT Meiming New Energy Material):Perusahaan patungan kedua bagi HPAL dengan GEM, PT Meiming, memiliki kapasitas produksi sebesar 25.000 ton nikel per tahun di PLTMH. Komponen utama pabrik, termasuk autoclave, mulai memasuki tahap uji coba pada akhir tahun 2024, didukung oleh pabrik persiapan pakan (FPP) milik GEM yang sudah berdiri di Kawasan Industri di Morowali, yaitu Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG)

Hingga akhir tahun 2024, TBIG mengelola lebih dari 42.000 pelanggan dan hampir 24.000 site telekomunikasi, termasuk menara telekomunikasi dan Distributed Antenna Systems (DAS). Selain itu, TBIG mendapatkan dukungan dari para pemberi pinjaman untuk dapat memperpanjang masa jatuh tempo Revolving Credit Facility (RCF) sebesar USD 325 juta hingga Oktober 2029, yang secara efektif memperpanjang tenor rata-rata kewajiban utangnya.

Untuk mendukung fleksibilitas keuangan dan pertumbuhan jangka panjangnya, TBIG melakukan diversifikasi sumber pendanaan utang. Di bawah Program Obligasi VI, perusahaan berhasil menerbitkan dua obligasi berdenominasi rupiah pada tahun 2024, yang salah satunya diterbitkan pada bulan Februari dan satu obligasi lainnya diterbitkan pada bulan November, dengan nilai total Rp4,7 triliun. Jika dirinci lebih lanjut, jumlah tersebut terdiri dari obligasi senilai Rp3,9 triliun dengan tenor 370 hari dan obligasi senilai Rp757 miliar dengan tenor tiga tahun. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban keuangan yang ada dan memperkuat posisi likuiditas perusahaan.

PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII)

Pada September 2024, perusahaan meresmikan pabrik ke-56 di Batang yang dilengkapi dengan teknologi mutakhir dan memiliki kapasitas produksi sebesar 7.000 ton Liquid Oxygen (LOX), 7.000 ton Liquid Nitrogen (LIN), serta 280 ton Liquid Argon (LAR).

Selanjutnya, pada Oktober 2024, AGII memperkenalkan pabrik ke-57 di Batam, Kepulauan Riau. Pembangunan pabrik hidrogen ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat pertumbuhan keuangan perusahaan, tetapi juga meningkatkan kontribusi terhadap transisi energi bersih nasional. Dengan menggunakan teknologi elektrolisis air, pabrik ini akan memproduksi hidrogen rendah karbon, menegaskan peran AGII dalam mendukung keberlanjutan dan transisi energi di Indonesia.

Perusahaan Non-Terbuka

Bersama Digital Asia Infrastructure (BDIA)

Anak perusahaan BDIA, Bersama Digital Data Centres (BDDC), penyedia data center di dalam kota yang terdepan dengan sistem digital dan interkonektivitas yang terintegrasi, mencapai tonggak sejarah penting pada tahun 2024 menyusul peresmian data center Tier IV di Jakarta Timur. Fasilitas JST1 (Jakarta Selatan Timur), data center kedua BDDC, menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan infrastruktur digital yang andal bagi para pelaku industri lokal dan global, serta mendorong pertumbuhan teknologi digital di Indonesia.

JST1 merupakan gedung delapan lantai yang dirancang untuk menampung hingga 1.008 rak. Ke depannya, BDDC berencana untuk meningkatkan kapasitas dari JST1 dan JBT1 (Jakarta Barat Tangerang) hingga masing-masing mencapai maksimum 32MW dan 30MW, untuk mendukung pertumbuhan di masa depan dan mengantisipasi permintaan yang terus meningkat.

Xurya Daya Indonesia (Xurya)

Sebagai pelopor dalam skema sewa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tanpa biaya awal, Xurya berhasil membangun lebih dari 100 MWp kapasitas listrik PLTS melalui hampir 208 proyek PLTS atap yang tersebar di 13 provinsi di Indonesia pada tahun 2024. Skema ini telah membantu lebih dari 100 perusahaan untuk mulai menggunakan energi surya, menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi emisi karbon di Indonesia. Selain itu, Xurya juga memperluas jangkauan proyeknya ke daerah-daerah terpencil, seperti Kepulauan Riau di tahun 2024.

  • Baca juga: PertaLife Insurance Dukung Upstream Run 2025: Proteksi Jiwa untuk Peserta Lari

Dengan komitmen kuat terhadap praktik berkelanjutan, Xurya menjadi perusahaan bersertifikat B Corp dan mendapat kehormatan untuk menerima penghargaan ESG Award 2024 untuk Kategori Impact Entrepreneurship dari Yayasan Kehati. Sepanjang tahun 2024, Xurya telah berkontribusi dalam mengimbangi sekitar 85.000 ton emisi CO₂.

Pada tahun 2024, Xurya menyelesaikan konstruksi dan memulai operasi dari total 52 proyek, termasuk PT MC Pet Film Indonesia (MFI), PT Lautan Natural Krimerindo, FKS Group, Pasific Paint, dan Yakult Indonesia Persada (pabrik Sukabumi).***

Tags: #Kinerja PerusahaanindustriKinerja 2024Saratoga
 
 
 
 
 
Previous Post

BRI Dorong UMKM Gula Aren Tembus Pasar Global

Next Post

Perkuat Mesin Pendanaan, BTN Hadirkan Platform Segmen Wholesale ‘Bale Korpora’

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Pilar Pertamina Hijau: Patra Logistik Sulap Sekam dan Jerami Jadi Energi Alternatif

Pasok 1.500 SPBU: Patra Logistik Terapkan Standar Baru Perawatan 500 Mobil Tangki BBM

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 12:12

Patra Logistik menerapkan standar baru SK 007 di Fuel Terminal Boyolali guna mengoptimalkan perawatan 500 mobil tangki BBM pemasok 1.500...

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2026 - 10:37

Penjualan motor listrik Polytron sukses menembus 75 ribu unit secara nasional. Perusahaan agresif menebar subsidi Rp6 juta pada ajang GIIAS...

Perkuat Rantai Pasok Pertamina Patra Niaga, Patra Logistik Perluas Manajemen Armada ke Wilayah Barat

Perkuat Rantai Pasok Pertamina Patra Niaga, Patra Logistik Perluas Manajemen Armada ke Wilayah Barat

by Stella Gracia
1 Oktober 2026 - 12:12

Patra Logistik resmi mengelola distribusi BBM di seluruh Pulau Jawa setelah memperluas layanan Fleet Management ke tujuh terminal di Jawa...

Halal Indo 2026 Raup Transaksi Ratusan Miliar, Kemenperin Desak Realisasi Bisnis Nyata

Halal Indo 2026 Raup Transaksi Ratusan Miliar, Kemenperin Desak Realisasi Bisnis Nyata

by Stella Gracia
29 September 2026 - 15:08

Kemenperin membukukan komitmen transaksi Rp622 miliar pada Halal Indo 2026 guna memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produsen halal global. Stabilitas.id...

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

Realokasi Modal Rp14 Triliun, Divestasi Chandra Asri Justru Bawa SCG Rajai Penjualan ASEAN

by Sandy Romualdus
24 September 2026 - 12:27

Bagi SCG, melepaskan sebagian jangkar di satu sisi (Chandra Asri) ternyata bukan untuk berlayar pergi, melainkan untuk kembali membanjiri pasar...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Perkuat Mesin Pendanaan, BTN Hadirkan Platform Segmen Wholesale ‘Bale Korpora’

Perkuat Mesin Pendanaan, BTN Hadirkan Platform Segmen Wholesale 'Bale Korpora'

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance