JAKARTA, Stabilitas – PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM), jejaring usaha di bidang infrastruktur dan energi terintegrasi, berencana melepas sebagian saham anak usahanya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Anak usaha tersebut adalah PT Sumber Energi Mahesa Intibara (SEMI), yang selama ini lebih banyak bergerak di bidang energi terintegrasi.
Langkah IPO tersebut merupakan strategi SEAM untuk lebih memfokuskan bisnisnya ke arah jangka panjang dengan melakukan restrukturisasi anak usahanya menjadi dua bidang, yaitu sektor energi dan infrastruktur.
“Khusus untuk bidang energi (terintegrasi) kami SEAM Group membentuk anak usaha baru, PT Sumber Energi Mahesa Intibara, yang kami rencanakan bakal IPO pada tahun 2020 mendatang,” ujar Direktur Utama SEAM Group, Asep Sulaeman Subanda, di Jakarta, Selasa (3/9).
Menurut Asep, SEAM merupakan induk usaha yang bergerak dalam empat pilar bisnis, yaitu infrastruktur, peternakan, properti dan energi terpadu. “SEAM Group memiliki bisnis energi terpadu di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yang masih berada dalam tahap pengembangan,” tutur Asep.
Bisnis energi terpadu perusahaan, lanjut Asep, terdiri atas pertambangan batubara, pembangkit listrik, jalan pertambangan, properti, dermaga dan pelabuhan laut. Saat ini area konsesi tambang batubara perusahaan berada di wilayah Katingan, Kalimantan Tengah seluas 8.850 hektar dengan jumlah cadangan mencapai 151,38 juta ton.
Lebih lanjut Asep menambahkan bahwa bisnis infrastruktur pendukung dan peternakan SEAM Group berada di Subang, Jawa Barat. “Untuk membiayai bisnis di sepanjang 2018, SEAM menerbitkan Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBI-JP yang bekerja sama dengan Ascort Asia sebagai agen pemasaran,” tegas Asep.

















