• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 15:20
17
Dilihat
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD
0
Bagikan
17
Dilihat

Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu utama pelemahan mata uang garuda.

Stabilitas.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Data Bloomberg mencatat rupiah di pasar spot merosot 0,60% secara harian ke level Rp17.861 per dolar AS.

  • Baca juga: Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

Sebandingan, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang Garuda melemah 0,16% secara harian ke posisi Rp17.824 per dolar AS.

Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan mata uang domestik dipicu oleh respons negatif pasar terhadap rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 yang diterbitkan Bank Indonesia. IKK melandai dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026.

BERITA TERKAIT

Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

Optimisme Ekonomi Dipimpin Gen Z dan Kelas Menengah Atas, IKK Agustus Naik ke Level 118,5

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

Kredit Usaha Kecil Masih Kontraksi, OJK Minta Bank Maksimalkan Pendekatan Rantai Pasok

Posisi IKK tersebut merupakan level terendah sejak September 2025 (115). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun atau Januari 2026 yang berada di angka 127, persepsi optimisme konsumen telah tergerus hingga 10,2 poin.

  • Baca juga: Optimisme Ekonomi Dipimpin Gen Z dan Kelas Menengah Atas, IKK Agustus Naik ke Level 118,5

“Survei BI mencerminkan penurunan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi mereka terhadap kondisi ekonomi masa depan,” ujar Ibrahim, Selasa (11/8/2026).

Faktor Geopolitik dan Proyeksi Perdagangan

Selain faktor domestik, Ibrahim menuturkan tekanan terhadap rupiah diperberat oleh eskalasi ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Kedua negara saling menuntut kompensasi pascaserangan militer terbaru, sekaligus memupus spekulasi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Washington mengklaim jalur pelayaran vital tersebut tetap terbuka, sementara Teheran menyatakan telah memblokir kawasan perairan tersebut menggunakan ranjau dan pesawat nirawak (drone). Kondisi ini mengerek kembali harga minyak mentah acuan Brent mendekati level US$120 per barel.

  • Baca juga: Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

Untuk perdagangan Rabu (12/8/2026), Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah bakal cenderung fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di rentang Rp17.860 hingga Rp17.970 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (12/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka melemah 7 poin atau 0,04% ke level Rp 17.868 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (11/8/2026), rupiah ditutup melemah tajam 106 poin atau 0,60% ke level Rp 17.861 per dolar AS. ***

Tags: Dolar ASIbrahim Assuaibiindeks keyakinan konsumenKonflik Iran ASKurs Jisdor BINilai Tukar RupiahPasar Spotprediksi rupiahrupiah hari iniSelat Hormuz
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Mahkamah Agung Koreksi Nilai Kerugian Keuangan Negara Kasus Tata Niaga Timah

Selanjutnya

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:04

BRI (BBRI) menuntaskan aksi buyback 31 juta lembar saham senilai Rp90,73 miliar pada batas akhir periode (11 September 2026). Saham...

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 14:49

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyiagakan dana Rp507,87 miliar pada instrumen aset likuid berkualitas tinggi (HQLA) untuk melunasi Obligasi...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

IHSG Menanti Arah Suku Bunga dan Dinamika Kabinet Fiskal; Cermati Saham Big-Cap dan Peluang Swing Trade di Area Support 6.480

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 07:00

Analisis lengkap pasar keuangan 16 September 2026 prapembukaan: IHSG uji support 6.480, Rupiah stabil di Rp 17.590/USD, minyak Brent tembus...

BEI Siapkan Penyempurnaan Mekanisme FCA, Batas Auto Rejection Diperluas Jadi 4 Kelompok

Kembalinya Short Selling: Karpet Merah yang Memantik Alarm Kewaspadaan

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 22:08

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi kembali memberlakukan transaksi short selling mulai 15 September 2026. Analis mengingatkan potensi sentimen negatif pasar...

Era Baru Tata Kelola di Bursa

IHSG Fluktuatif: Pasar Cermati Reshuffle Menkeu, Aturan Short Selling, dan Gejolak Minyak Global

oleh Sandy Romualdus
15 September 2026 - 11:36

 IHSG menguji support 6.485 jelang penutupan Sesi I. Simak analisis Rupiah, minyak Brent US$ 106/bbl, serta strategi saham MEDC, BMRI,...

Kinerja SMF Semester I-2026: Laba Rp 391 Miliar, Pembiayaan Tembus Rp 14,09 Triliun, NPL Tetap 0%

Nakhoda Baru di Tubuh SMF: Manuver Purbaya Susun Ulang Barisan Direksi

oleh Stella Gracia
14 September 2026 - 14:47

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merombak susunan direksi PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dengan mengangkat Budi Susanto sebagai Direktur Utama...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

Laju Terukur BCA: Tembus Laba Rp40 Triliun di Tengah Limpahan Dana Murah

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance