• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 15:20
17
Dilihat
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD
0
Bagikan
17
Dilihat

Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu utama pelemahan mata uang garuda.

Stabilitas.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Data Bloomberg mencatat rupiah di pasar spot merosot 0,60% secara harian ke level Rp17.861 per dolar AS.

  • Baca juga: Kredit Usaha Kecil Masih Kontraksi, OJK Minta Bank Maksimalkan Pendekatan Rantai Pasok

Sebandingan, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang Garuda melemah 0,16% secara harian ke posisi Rp17.824 per dolar AS.

Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan mata uang domestik dipicu oleh respons negatif pasar terhadap rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 yang diterbitkan Bank Indonesia. IKK melandai dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026.

BERITA TERKAIT

Kredit Usaha Kecil Masih Kontraksi, OJK Minta Bank Maksimalkan Pendekatan Rantai Pasok

Tarik Modal Asing & Jaga Rupiah, BI Obral Insentif Swap Lindung Nilai hingga DNDF

Konflik AS-Iran Memanas, BI Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Capital Outflow

Harga Minyak Brent Tembus USD 94, Beban Fiskal APBN 2026 Diproyeksi Membengkak

Posisi IKK tersebut merupakan level terendah sejak September 2025 (115). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun atau Januari 2026 yang berada di angka 127, persepsi optimisme konsumen telah tergerus hingga 10,2 poin.

  • Baca juga: Tarik Modal Asing & Jaga Rupiah, BI Obral Insentif Swap Lindung Nilai hingga DNDF

“Survei BI mencerminkan penurunan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi mereka terhadap kondisi ekonomi masa depan,” ujar Ibrahim, Selasa (11/8/2026).

Faktor Geopolitik dan Proyeksi Perdagangan

Selain faktor domestik, Ibrahim menuturkan tekanan terhadap rupiah diperberat oleh eskalasi ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Kedua negara saling menuntut kompensasi pascaserangan militer terbaru, sekaligus memupus spekulasi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Washington mengklaim jalur pelayaran vital tersebut tetap terbuka, sementara Teheran menyatakan telah memblokir kawasan perairan tersebut menggunakan ranjau dan pesawat nirawak (drone). Kondisi ini mengerek kembali harga minyak mentah acuan Brent mendekati level US$120 per barel.

  • Baca juga: Konflik AS-Iran Memanas, BI Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Capital Outflow

Untuk perdagangan Rabu (12/8/2026), Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah bakal cenderung fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di rentang Rp17.860 hingga Rp17.970 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (12/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka melemah 7 poin atau 0,04% ke level Rp 17.868 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (11/8/2026), rupiah ditutup melemah tajam 106 poin atau 0,60% ke level Rp 17.861 per dolar AS. ***

Tags: Dolar ASIbrahim Assuaibiindeks keyakinan konsumenKonflik Iran ASKurs Jisdor BINilai Tukar RupiahPasar Spotprediksi rupiahrupiah hari iniSelat Hormuz
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Mahkamah Agung Koreksi Nilai Kerugian Keuangan Negara Kasus Tata Niaga Timah

Selanjutnya

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:27

Kementerian Keuangan rilis Sukuk Ritel SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026. Indef sebut prospek SR025 kuat usai rekor penjualan ORI030...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:00

MSCI pertahankan status Emerging Market Indonesia, tetapi mendepak 10 saham RI termasuk GOTO, BUKA, ARTO, & SMGR. OJK optimistis dampaknya...

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 08:51

Bank DBS Indonesia & Mandiri Investasi rilis referral PDNI/KPD mata uang SGD untuk nasabah affluent & HNW, mencakup obligasi, saham,...

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Putus Siklus Impor Berantai, Otoritas Keuangan Kanalkan 1.800 Ton Emas Pribadi Bentengi Rupiah

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 14:07

Fenomena 1.800 ton emas rumah tangga memicu pendarahan devisa akibat impor batangan. OJK, BI, dan BUMN resmi kanalisasi emas lewat...

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:06

Ekonom INDEF A. Hakam Naja bedah potensi ETF Emas Syariah sebagai alternatif investasi pasar modal. Simak keuntungan, aspek halal MUI,...

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 09:43

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK luncurkan ETF Emas dan perkuat integritas pasar. Jumlah investor SID tembus 30,27 juta di...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance