Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu utama pelemahan mata uang garuda.
Stabilitas.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Data Bloomberg mencatat rupiah di pasar spot merosot 0,60% secara harian ke level Rp17.861 per dolar AS.
Sebandingan, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat mata uang Garuda melemah 0,16% secara harian ke posisi Rp17.824 per dolar AS.
Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan mata uang domestik dipicu oleh respons negatif pasar terhadap rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 yang diterbitkan Bank Indonesia. IKK melandai dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026.
BERITA TERKAIT
Posisi IKK tersebut merupakan level terendah sejak September 2025 (115). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun atau Januari 2026 yang berada di angka 127, persepsi optimisme konsumen telah tergerus hingga 10,2 poin.
“Survei BI mencerminkan penurunan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi mereka terhadap kondisi ekonomi masa depan,” ujar Ibrahim, Selasa (11/8/2026).
Faktor Geopolitik dan Proyeksi Perdagangan
Selain faktor domestik, Ibrahim menuturkan tekanan terhadap rupiah diperberat oleh eskalasi ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Kedua negara saling menuntut kompensasi pascaserangan militer terbaru, sekaligus memupus spekulasi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Washington mengklaim jalur pelayaran vital tersebut tetap terbuka, sementara Teheran menyatakan telah memblokir kawasan perairan tersebut menggunakan ranjau dan pesawat nirawak (drone). Kondisi ini mengerek kembali harga minyak mentah acuan Brent mendekati level US$120 per barel.
Untuk perdagangan Rabu (12/8/2026), Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah bakal cenderung fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di rentang Rp17.860 hingga Rp17.970 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (12/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka melemah 7 poin atau 0,04% ke level Rp 17.868 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, Selasa (11/8/2026), rupiah ditutup melemah tajam 106 poin atau 0,60% ke level Rp 17.861 per dolar AS. ***

















