• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Putus Siklus Impor Berantai, Otoritas Keuangan Kanalkan 1.800 Ton Emas Pribadi Bentengi Rupiah

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 14:07
19
Dilihat
Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar
0
Bagikan
19
Dilihat

Fenomena 1.800 ton emas rumah tangga memicu pendarahan devisa akibat impor batangan. OJK, BI, dan BUMN resmi kanalisasi emas lewat sistem bullion bank & ETF.

Stabilitas.id – Fenomena keberadaan “bank sentral bayangan” (shadow central bank) bernilai US$234 miliar (sekitar Rp3.700 triliun) di sektor rumah tangga Indonesia secara mengejutkan menjadi pemicu utama pendarahan cadangan devisa nasional dalam satu dekade terakhir.

  • Baca juga: Hilirisasi Emas: HRTA Gandeng Grup Danusa Tambang dan Agincourt Resources Perkuat Rantai Pasok

Akumulasi 1.800 ton emas milik pribadi masyarakat—yang nilainya mencapai 20,7 kali lipat dari cadangan emas moneter Bank Indonesia (87,04 ton)—selama ini justru menciptakan ketergantungan impor emas batangan bersertifikasi internasional secara berantai, sehingga menggerus ketahanan nilai tukar Rupiah.

Laporan riset EBC Financial Group berbasis data World Gold Council (WGC), Bank Indonesia, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip Rabu (12/8/2926) mencatat bahwa dari tahun 2016 hingga 2025, impor emas batangan Indonesia melonjak dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) sebesar 29,1% per tahun.

BERITA TERKAIT

Hilirisasi Emas: HRTA Gandeng Grup Danusa Tambang dan Agincourt Resources Perkuat Rantai Pasok

Hanya pada April 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat arus masuk impor emas fisik mencapai 2,5 ton senilai US$377,2 juta, di mana 52,8% pasokannya dipasok dari pemurni luar negeri di Australia, disusul Hong Kong, Singapura, Jepang, dan Swiss.

Anomali moneter ini terjadi karena ketiadaan industri pemurnian (refinery) domestik berakreditasi internasional yang memadai untuk kebutuhan investasi. Alhasil, setiap kali masyarakat membeli emas sebagai instrumen pelindung nilai (safe haven), transaksi tersebut langsung menguras pasokan dolar di pasar valuta asing dan menekan posisi cadangan devisa resmi BI yang sempat tergerus hingga level terendah US$144,9 miliar pada Mei 2026.

Intervensi Re-Domestikasi Lewat Bullion Bank

  • Baca juga: Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Guna menghentikan kebocoran devisa akibat akumulasi emas pribadi tersebut, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeksekusi strategi re-domestikasi (re-domestication) melalui pembentukan sistem bank emas (bullion bank) yang dikelola PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).

Dalam kurun waktu 17 bulan sejak beroperasi pada Februari 2025 hingga Juli 2026, ekosistem bullion bank nasional mencatatkan pengerahan aset yang masif:

  • Sertifikasi & Konsolidasi Fisik: Menyerap dan memutar kembali 153 ton emas domestik senilai hampir US$20 miliar agar tidak mengendap mati di brankas pribadi.
  • Penetrasi Nasabah: Jumlah rekening tabungan emas melonjak dari 3,2 juta menjadi 5,6 juta akun, dengan total saldo fisik terkumpul naik dua kali lipat menjadi 19,25 ton.

Melalui skema bullion bank, emas yang dipegang masyarakat dikonversi menjadi instrumen pembiayaan, perdagangan, dan jaminan likuiditas perbankan formal, sehingga permintaan emas investasi di dalam negeri dapat dipenuhi dari sirkulasi stok fisik yang sudah ada tanpa memerlukan impor baru.

Sinergi Moneter BI dan Instrumen ETF BEI

Di lini pertahanan moneter, Bank Indonesia turut menambah 2 ton emas fisik pada Kuartal I/2026 sehingga memperkuat cadangan emas moneternya menjadi 87,04 ton. Pembelian fisik emas ini dilakukan BI untuk memperkuat bantalan aset tanpa risiko kredit pihak ketiga (counterparty risk) di tengah pengeluaran dana intervensi valas sebesar US$8,3 miliar guna menjaga stabilitas kurs.

Pendalaman struktur keuangan domestik diperlengkap oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang resmi meluncurkan instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas Syariah pada 10 Agustus 2026.

  • Baca juga: Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Instrumen KIK berbasis bukti kepemilikan elektronik (Electronic Gold Receipt/EGR) di KSEI ini mengarahkan minat investasi emas masyarakat langsung ke pasar modal, menghapus kebutuhan penyimpanan fisik mandiri, serta memotong rantai impor emas batangan luar negeri.

Penataan tiga lapisan cadangan emas—87 ton emas moneter BI, 153 ton dalam sistem bullion bank, dan 1.800 ton estimasi emas pribadi—kini resmi diposisikan sebagai jangkar baru stabilitas sistem keuangan nasional dalam menahan laju tekanan Dolar AS terhadap Rupiah. ***

Tags: 1800 Ton Emas Rumah TanggaBullion Bank IndonesiaCadangan Devisa BIEmas Moneter Bank IndonesiaETF Emas Syariah BEIImpor Emas BatanganIntervensi RupiahKebocoran Cadangan Devisa EmasPegadaian dan BSI EmasWorld Gold Council 2026
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Implementasi POJK 19/2025, OJK dan Pemerintah Perluas Akses Kredit UMKM Tanpa Agunan Tambahan

Selanjutnya

Kisah Lulita dan Ikhtiar SCG Merawat Asa Generasi Muda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:27

Kementerian Keuangan rilis Sukuk Ritel SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026. Indef sebut prospek SR025 kuat usai rekor penjualan ORI030...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:00

MSCI pertahankan status Emerging Market Indonesia, tetapi mendepak 10 saham RI termasuk GOTO, BUKA, ARTO, & SMGR. OJK optimistis dampaknya...

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 08:51

Bank DBS Indonesia & Mandiri Investasi rilis referral PDNI/KPD mata uang SGD untuk nasabah affluent & HNW, mencakup obligasi, saham,...

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 15:20

Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu...

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:06

Ekonom INDEF A. Hakam Naja bedah potensi ETF Emas Syariah sebagai alternatif investasi pasar modal. Simak keuntungan, aspek halal MUI,...

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 09:43

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK luncurkan ETF Emas dan perkuat integritas pasar. Jumlah investor SID tembus 30,27 juta di...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Kisah Lulita dan Ikhtiar SCG Merawat Asa Generasi Muda

Kisah Lulita dan Ikhtiar SCG Merawat Asa Generasi Muda

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance