• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Siasat Para Ibu Menjinakkan Dompet Digital

oleh Sandy Romualdus
10 Juni 2026 - 10:37
28
Dilihat
Siasat Para Ibu Menjinakkan Dompet Digital
0
Bagikan
28
Dilihat

Stabilitas.id – Di tangan seorang perempuan, selembar uang bisa menjadi penentu banyak hal: kelangsungan dapur, biaya sekolah anak, hingga benteng terakhir ketika badai ekonomi datang menerpa. Di era digital saat ini, peran itu kian berat. Dompet tak lagi sekadar kulit lipat di dalam tas, melainkan aplikasi di dalam gawai yang rentan goyah oleh godaan konsumerisme maupun jebakan industri keuangan ilegal.

Sadar akan besarnya beban di pundak kaum hawa, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memilih melangkah ke barisan paling depan. Menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), otoritas menggelar gerakan masif untuk memperkuat literasi keuangan perempuan. Langkah ini menjadi salah satu menu utama dalam rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026.

  • Baca juga: Kembalinya Short Selling: Karpet Merah yang Memantik Alarm Kewaspadaan

Selasa, 9 Juni 2026, Gedung Dhanapala di Jakarta riuh oleh kehadiran seribu perempuan secara luring, sementara tiga ribu lainnya menyimak dengan takzim dari balik layar digital di berbagai pelosok daerah. Di sana, sebuah manifesto digaungkan: Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera.

BERITA TERKAIT

Kembalinya Short Selling: Karpet Merah yang Memantik Alarm Kewaspadaan

Resiliensi Akar Bambu: Strategi BI Ubah Ketahanan Finansial Jadi Mesin Pembiayaan

Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Jangkar Peradaban Finansial

Edukasi ini bukan sekadar kelas teoritis tentang bagaimana cara menghitung bunga bank. Bagi OJK, memperkuat literasi keuangan perempuan adalah investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi masa depan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi sentral yang tidak bisa digantikan dalam struktur makro maupun mikro ekonomi nasional.

“Literasi keuangan bagi perempuan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi tentang membangun keluarga yang tangguh, melahirkan generasi yang cerdas finansial, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Friderica di hadapan ribuan kader PKK.

Langkah OJK membidik kaum ibu bukanlah tanpa kalkulasi matang. Dalam kerangka Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI), perempuan telah ditetapkan sebagai segmen prioritas utama. Mengapa? Karena perempuan adalah penggerak utama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus manajer keuangan domestik yang menentukan ke mana arah perputaran uang nasional mengalir.

Benteng Pertahanan dari Serangan ‘Pinjol’

Ketika teknologi finansial berkembang secepat kilat, risiko yang mengintai juga berlipat ganda. Jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong kerap kali menyasar wilayah domestik rumah tangga, di mana para ibu menjadi korban utamanya akibat minimnya edukasi.

  • Baca juga: Resiliensi Akar Bambu: Strategi BI Ubah Ketahanan Finansial Jadi Mesin Pembiayaan

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyebut perempuan sebagai kunci ketahanan sekaligus fondasi kesejahteraan. OJK tidak ingin para ibu hanya menjadi konsumen pasif, melainkan bertransformasi menjadi agen perubahan di lingkungannya.

“Perempuan, khususnya Ibu-Ibu PKK, adalah kunci ketahanan keuangan keluarga. Kita mendorong mereka tidak hanya memahami, namun juga dapat menjadi duta literasi keuangan agar dapat menularkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak,” kata Dicky.

Bak gayung bersambut, Ketua Umum TP-PKK Tri Tito Karnavian melihat kolaborasi ini sebagai perisai pelindung bagi anggotanya. Ketangguhan seorang perempuan mengelola aset keluarga di era digital, menurut Tri, akan secara otomatis menjauhkan mereka dari taktik culas para pelaku industri keuangan ilegal. Ia berharap edukasi semacam ini tidak mandek di kota-kota besar, melainkan merembes hingga ke wilayah paling urban dan pedesaan.

Bukan Lagi Sekadar Pengelola RT

Untuk memberikan bekal yang praktis, diskusi hari itu diisi oleh nama-nama yang tak asing di dunia finansial. Dipandu oleh Komisaris Utama Bank Jago Anika Faisal selaku moderator, para ibu diajak membedah strategi mengelola aset secara taktis bersama Principal Consultant & CEO Zapfinance Prita Ghozie, serta Wakil Direktur Utama PT BRI Vivian Dyah Ayu Retno.

Dari meja diskusi tersebut, lahir perspektif baru bagi para kader PKK yang hadir.

Pertama, Cerdas Mengelola Aset. Memahami batasan antara kebutuhan domestik jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Kedua, Memilih Instrumen Aman. Mengetahui cara memverifikasi legalitas produk keuangan digital sebelum menempatkan dana.

Ketiga, Pemanfaatan Teknologi. Menggunakan platform finansial (fintech) secara bertanggung jawab demi efisiensi usaha mikro keluarga.

  • Baca juga: Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Pertemuan di Dhanapala siang itu seolah menegaskan kembali satu hal: ketika seorang perempuan melek finansial, dia tidak hanya sedang menyelamatkan dompetnya sendiri. Ia sedang membangun fondasi ekonomi yang kokoh bagi keluarganya, melestarikan masa depan anak-anaknya, dan pada akhirnya, ikut menentukan seberapa tangguh ekonomi nasional ini berdiri tegak.***

Tags: #Investasi IlegalBulan Literasi Keuangan 2026Dicky KartikoyonoFriderica Widyasari DewiIbu-Ibu PKKKetahanan Keuangan Keluargakeuangan digitalLiterasi Keuangan PerempuanojkTri Tito Karnavian
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Imbas Fluktuasi Minyak Dunia, Pertamina Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 Per Liter

Selanjutnya

Sokong Energi Bersih, PT SMI Kucurkan Kredit Syariah Rp950 Miliar ke Anak Usaha Indika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 22:03

PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menjajaki kolaborasi dengan JARDY Travel Indonesia untuk mengintegrasikan ekosistem umrah dengan layanan digital perbankan...

BNI (BBNI) Serap USD700 Juta dari Global Bond, Oversubscribe hingga 3,6 Kali

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:18

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sukses membukukan laba bersih Rp14,33 triliun hingga Agustus 2026. Di balik pertumbuhan ini, BNI...

Aplikasi haloBCA Tambah Fitur Baru, Kini Nasabah Bisa Track Status Laporannya!

Laju Terukur BCA: Tembus Laba Rp40 Triliun di Tengah Limpahan Dana Murah

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:13

BCA (BBCA) sukses meraup laba bersih Rp40,17 triliun dan menyalurkan kredit Rp1.017,7 triliun hingga Agustus 2026. Pertumbuhan ini ditopang kuatnya...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:04

BRI (BBRI) menuntaskan aksi buyback 31 juta lembar saham senilai Rp90,73 miliar pada batas akhir periode (11 September 2026). Saham...

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 14:49

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyiagakan dana Rp507,87 miliar pada instrumen aset likuid berkualitas tinggi (HQLA) untuk melunasi Obligasi...

Strategi Dual License Sukses, Laba Bersih BSI Melejit 16,73% Per Mei 2026

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

oleh Stella Gracia
16 September 2026 - 14:42

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan Tabungan Haji menjadi Rp17,1 triliun, didorong oleh tren Gen Z dan milenial...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

Laju Terukur BCA: Tembus Laba Rp40 Triliun di Tengah Limpahan Dana Murah

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Sokong Energi Bersih, PT SMI Kucurkan Kredit Syariah Rp950 Miliar ke Anak Usaha Indika

Sokong Energi Bersih, PT SMI Kucurkan Kredit Syariah Rp950 Miliar ke Anak Usaha Indika

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance