Stabilitas.id – Warga Desa Pasirranji, Cikarang Pusat, kini mulai terbebas dari krisis air bersih menahun. Melalui program “Bosch Water Project”, kolaborasi antara Bosch Indonesia dan Habitat for Humanity Indonesia berhasil membangun jaringan perpipaan yang menyalurkan 21.600 liter air bersih setiap harinya langsung ke rumah warga.
Selama bertahun-tahun, warga di wilayah ini menghadapi tantangan serius meski berada di tengah kawasan industri yang berkembang pesat. Kualitas air tanah yang buruk—keruh, berminyak, dan berasa pahit—memaksa warga bergantung pada pasokan air tangki yang mahal dan tidak pasti.
Kepala Desa Pasirranji, Wardi Sunandar, mengungkapkan bahwa pengeboran sumur hingga kedalaman 150 meter sekalipun belum mampu menghasilkan air layak konsumsi. “Warga harus bergantung pada pasokan dari luar wilayah karena air tanah tidak bisa digunakan,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Efisiensi Biaya Hingga 60 Persen
Kehadiran jaringan air bersih ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi rumah tangga. Atang, salah satu warga Kampung Cimahi, menceritakan pengalamannya menghabiskan biaya hingga Rp1 juta per bulan hanya untuk membeli air tangki dan galon.
“Dulu pesen mobil tangki bisa antre dua hari. Sekarang, dengan adanya pipa masuk ke rumah, biaya bulanan turun drastis jadi sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu saja,” ungkap Atang.
Selain penghematan biaya, warga kini tidak perlu lagi menempuh jarak belasan kilometer atau mengangkut jerigen secara manual. Kepastian pasokan air memberikan perubahan kualitas hidup yang lebih baik bagi sekitar 40 kepala keluarga di tahap awal ini.
Dukung Target SDGs dan Pemda
Program Director Habitat for Humanity Indonesia, Arwin Soelaksono, menegaskan bahwa akses air bersih merupakan fondasi dari kesehatan dan kualitas hidup keluarga. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah paling rasional dibandingkan terus mengeksploitasi air tanah yang kualitasnya kian menurun.
“Akses air bersih bukan sekadar infrastruktur, tetapi menghadirkan kepastian dan kesehatan. Kami melihat bagaimana intervensi ini membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” kata Arwin.
Inisiatif ini juga selaras dengan target Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memperluas cakupan layanan air bersih hingga 60 persen pada tahun 2026, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Dalam pelaksanaannya, Bosch Indonesia juga melibatkan karyawan sebagai sukarelawan (volunteering), menunjukkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya berkontribusi secara finansial tetapi juga hadir langsung di tengah komunitas. ***
Dampak Sosial Bosch Water Project di Pasirranji:
| Indikator | Sebelum Program | Sesudah Program |
| Kapasitas Air | Terbatas (Tergantung Tangki) | 21.600 Liter / Hari |
| Biaya Bulanan | ± Rp1.000.000 | Rp300.000 – Rp400.000 |
| Akses | Angkut Jerigen / Antre Tangki | Jaringan Pipa ke Rumah |
| Kualitas Air | Keruh & Berminyak (Air Tanah) | Standar Air Bersih Terjamin |
| Penerima Manfaat | – | 40 Kepala Keluarga (Tahap Awal) |
















