Stabilitas.id – PT Bank OCBC NISP Tbk. (OCBC) membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I/2026 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun. Capaian tersebut tumbuh 5% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 6% YoY serta efisiensi dari transformasi digital. Total aset bank juga tercatat meningkat 7% YoY menjadi Rp312,9 triliun per 31 Maret 2026.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengungkapkan bahwa kinerja awal tahun ini mencerminkan keseimbangan antara ambisi pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.
BERITA TERKAIT
“Kami melihat momentum pertumbuhan tetap terjaga, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana. Pertumbuhan kredit mencerminkan komitmen kami mendukung ekonomi, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat,” ujar Parwati dalam keterangan resmi, Senin (5/5/2026).
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, OCBC telah menyalurkan kredit sebesar Rp171,0 triliun. Bank berhasil menjaga kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross di level 2,1%, sementara Loan at Risk (LaR) membaik ke posisi 5,3%.
Ketahanan fundamental bank juga diperkuat dengan permodalan yang sangat mencukupi, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,0%. Dari sisi likuiditas, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 236,7%, jauh di atas ketentuan regulator.
Dominasi Transaksi Digital
Transformasi digital menjadi mesin penggerak efisiensi OCBC, di mana total nilai transaksi melalui e-channel melonjak 15% YoY. Pengguna aktif OCBC Mobile tercatat tumbuh 8%, sementara segmen korporasi melalui OCBC Business Mobile mencatatkan kenaikan pengguna aktif hingga 20% YoY.
Bank juga terus memperkuat ekosistem layanan melalui produk Nyala, dengan fokus baru pada segmen young family. Melalui solusi pengelolaan arus kas dan tabungan pendidikan, OCBC menargetkan masyarakat untuk menjadi lebih cerdas secara finansial (#FUNanciallyFit).
Keunggulan operasional OCBC pada kuartal I/2026 turut membuahkan berbagai apresiasi internasional, di antaranya penghargaan dari Global Banking and Finance Review untuk kategori Best Corporate Governance Bank dan Best SME Bank di Indonesia, serta pengakuan dari Euromoney dalam hal Succession Planning.
“Didukung oleh permodalan yang kuat, kami optimis dapat terus mengakselerasi pertumbuhan secara prudent di tengah dinamika ekonomi,” pungkas Parwati. ***
Kinerja Keuangan OCBC Kuartal I/2026:
| Indikator Keuangan | Realisasi (1Q26) | Pertumbuhan (YoY) |
| Laba Bersih | Rp1,36 Triliun | +5% |
| Total Aset | Rp312,9 Triliun | +7% |
| Penyaluran Kredit | Rp171,0 Triliun | Positif |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp226,4 Triliun | +4% |
| Rasio CASA | 61,9% | Meningkat |
| CAR (Permodalan) | 25,0% | Solid |
















