Jakarta – PT Hotel Indonesia Natour (Persero) (HIN) mengincar tingkat hunian (occupancy) di tahun ini menjadi 73 persen. Target tersebut meningakat 4,6 persen dibandingkan dengan tingkat hunian di 2011 sebesar 68,4 persen.
"Kami menargetkan untuk pendapatan usaha di tahun ini bisa sebesar Rp 370 miliar," ungkap Direktur Keuangan dan Administrasi HIN Agus Suharyono, dalam konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (15/03).
Dijelaskan dia, target tersebut meningkat sebesar Rp 77 miliar jika dibandingkan pendapatan usaha pada 2011 yaitu sebesar Rp 293 miliar. Target untuk meningkatkan tingkat hunian dan pendapatan usaha di tahun ini cukup beralasan. Agus mengatakan, dikarenakan pendapatan usaha di 2011 lalu mengalami sedikit penurunan.
BERITA TERKAIT
"Pendapatan usaha kami di 2011 lalu sebenarnya mengalami penurunan. Laba sebelum pajak kami di 2011 sebesar Rp 30 miliar ini mengalami penurunan. Karena laba sebelum pajak kami di 2010 lalu sebesar Rp 33,6 miliar," kata Agus.
Dia menjelaskan penurunan pendapatan usaha dan laba ini dikarenakan dua hal. Yang pertama karena terjadi penundaan lauching Hotel Grand Inna Muara yang terletak di Padang, Sumatera Barat. "Semula Muara yang dijadwalkan launching pada Juni 2011 dikarenakan beberapa hal jadi mundur jadwal launchingnya. Kita akan melaunching Hotel Grand Inna Muara pada April 2012 besok," jelasnya.
Kedua, dikarenakan beberapa jumlah kamar hunian di Hotel Inna Kuta Beach, yang terletak di Kuta dihilangkan untuk dijadikan cottage. "Ada 33 kamar yang hilang di Kuta. Dua inilah alasan mengapa pendapatan usaha di 2011 menurun," lanjut Agus.
Sementara Direktur Utama Inna Hotel Intan Abdams Katoppo mengatakan, dalam lima tahun mendatang direncakan ada lima hotel yang akan menjadi 'showcase' oleh HIN. Dua hotel diantaranya akan dilaunching dalam waktu dekat.
Yaitu, Grand Inna Muara di Padang pada April 2012 dan Grand Inna Kuta pada Juni 2012. Hotel Grand Inna Muara di Padang ini dibangun kembali oleh HIN. Dikarenakan gempa pada 2009 menyebabkan terjadinya kerusakan di hotel tersebut.
"Kami membangun Hotel Grand Inna Muara yang sekarang ini mempunyai jumlah kapasitas sebesar 168 kamar. Yang menjadi target pasar kami adalah orang Padang itu sendiri. Lalu, Pekanbaru dan Riau khususnya dan seluruh Sumatera pada umumnya. Serta, negara tetangga. Seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura," jelas Intan.
Dia melanjutkan, untuk Grand Inna Kutayang dibuka Juni 2012 itu berkapasitas sebesar 219 kamar. Jika digabungkan dengan jumlah kamar Inna Hotel Kuta Beach maka menjadi 322 kamar. Lalu ditambah lagi dengan dua penthouse, memiliki beach club dengan konsep cafe bar dan food hall, serta beberapa ruang meeting.
"Grand Inna Kuta akan fokus menjual produk dengan view pantai Kuta yang sangat eksotik. Diharapkan dapat meraih pangsa pasar wisatawan dari mancanegara dan wisatawan domestik kelas menengah atas," imbuhnya.
Intan juga menyampaikan selama ini wisatawan mancanegara yang sering menginap di Inna Kuta Beach adalah dari Australia. Setelah itu baru dari Negara Asia. Seperti China, Taiwan, dan Jepang. Sementara untuk wisatawan domestiknya kebanyakan berasal dari Jakarta dan Surabaya.
















