Jakarta – Hingga akhir tahun ini, PT Trimegah Aset Management (TRAM) menargetkan dana kelolaan tumbuh 20 persen menjadi Rp 5 triliun-Rp 5,5 triliun. Berdasarkan data TRAM, sampai 29 Februari 2012, total dana kelolaan TRAM sudah mencapai Rp 3,9 triliun.
Di akhir 2011 lalu, TRAM berhasil membukukan dana kelolaan senilai Rp 3,1 triliun atau naik 45 persen dari tahun sebelumnya. Sementara tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan dana kelolaan sekitar 20 persen dari 2011. "Sekitar 80 persen kontribusi berasal dari reksa dana, sisanya dari KPD," kata Direktur Utama TRAM Denny R Taher usai Press Conference Launching Produk Baru TRAM Infrastructure Plus, di Jakarta, Kamis (15/3).
TRAM, lanjutnya, sudah mengelola sekitar 24 reksa dana. Untuk bisa mendongkrak dan mencapai target dana kelolaan, TRAM memiliki beberapa strategi, mulai dari melakukan penjualan secara agresif serta memanfaatkan situasi market yang diperkirakan tumbuh sekiyar 10 persen-15 persen. "Selain itu kami juga akan memunculkan 2-3 produk baru berupa saham," lanjutnya.
BERITA TERKAIT
Pada 28 Maret 2012, TRAM akan meluncurkan reksadana saham baru yakni TRAM Infrastructure Plus yang dirancang khusus bagi investor untuk berinvestasi pada aset-aset yang berbasis infrastruktur di Indonesia. Adapun target AUM reksadana TRAM Infrastructur Plus adalah Rp500 miliar sampai akhir tahun ini. " Sekitar 60 persen ditargetkan untuk institusi dan 40 persen untuk ritel," kata Denny.
Menurut Denny, sektor infrastruktur akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sudah ditunjukkan pemerintah dengan mencanangkan MP3EI untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan program infrastruktur.Akan tetapi, Denny enggan merinci produk-produk lainnya yang akan diluncurkannya tahun ini.






.jpg)










