JAKARTA-Stabilitas— Adiwarman Karim, Pengamat Ekonomi sekaligus Founding Partner Karim Consulting dalam Seminar Outlook Pasar Modal 2019 mengatakan,prospek industri pasar modal syariah di 2019 lebih positif dari 2018.
Dikatakannya,perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah itu sendiri tapi ada faktor modal di luar pasar modal syariah yang dampaknya positif terhadap pasar modal syariah.
“Outlook dibagi ke semester 1 dan 2. Di semester 1 kebijakan moneter akan lebih ketat. Semester 1 merupakan periode yang krusial karena puncak terjadi tekanan eksternal yakni kebijakan moneter yang lebih ketat, tren pelemahan rupiah dan kenaikan tingkat bunga The Fed,”ungkap Karim.
BERITA TERKAIT
Menurut Karim, tekanan eksternal tahun depan dapat diidentifikasi menjadi tiga hal. Pertama, kebijakan moneter yang lebih ketat. Tren pelemahan rupiah, kenaikan harga minyak, kenaikan tingkat bunga AS, yang ketiganya akan terefleksi pada kenaikan tingkat bunga acuan BI.
Karim menjelaskan, banyak proyek infrastruktur yang dibiayai oleh bank akan dibiayai ulang oleh pasar modal melalui penerbitan sukuk.Saat ini banyak proyek infrastruktur yang menggunakan dana dari bank.
“Ketika IDC grace periodeselesai, maka mulai bayar cicilan pokok dengan merubah pembiayaan yang asalnya dari bank ke pasar modal dengan menerbitkan sukuk untuk melunaskan pinjaman dari bank”
Jika dilihat, tambah Karim, kebutuhan tambahan modal juga mendorong Initial Public Offering (IPO) perusahaan meskipun liquiditas mengetat.Likuiditas perbankan yang makin ketat akan mendorong pelaku usaha mencari sumber dana dari pasar modal.
“Penawaran saham, penerbitan sukuk, EBAS SP dan produk pasar modal lainnya akan menjadi pilihan melengkapi keterbatasan likuiditas sektor perbankan,”pungkas Karim.
















