• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

30% Obat & Kosmetik di Asia Palsu

by Sandy Romualdus
27 Februari 2014 - 00:00
12
VIEWS
30% Obat & Kosmetik di Asia Palsu
0
SHARES
12
VIEWS

Jakarta – Peredaran obatan dan kosmetik palsu telah menjadi masalah semua negara. Untuk kawasan Asia sendiri, dari total obat+batan dan kosmetik yang beredar di masyarakat, sekira 30% adalah produk palsu.

"Di Asia, sekitar 30% obat dan kosmetik adalah palsu dan di bawah standar. Ini masalah serius dan harus kita atasi bersama," ungkap Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake saat peluncuran kompetisi iklan layanan masyarakat di Jakarta, Rabu (26/2).

  • Baca juga: Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Ada pun kontes hasil kerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) menyasar generasi muda dengan target umur 18-25 tahun. "Tujuanya merangsang kreativitas mereka guna meningkatkan kesadaran masarakat akan produk obat dan komestik palsu," ungkap Robert.

BERITA TERKAIT

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Dia menegaskan, pentingnya edukasi ini mengingat peredaran obat dan kosmetik mengancam kesehatan masyarakat. Di sisi lain, perusahaan yang memproduksi obat asli akan mengalami kerugian akibat produk obat-obatan yang dipalsukan. "Ini persoalan banyak negara dan harus saling kerjasama. Ini lebih ke penegakan hukum," pungkas Blake.

Sementara Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy A. Sparringa mengakui peredaran obat dan kosmetik palsu serta makanan ilegal menjadi suatu masalah besar dari pengawasan BPOM. Pasalnya, selain industri yang dirugikan, negara dan masyarakat juga mendapat dampak negatifnya.

"Pertama pelaku pemalsuan tidak bayar pajak. Kedua, risiko dari produk ilegal yang kita tidak tahu asalnya dari mana ini mengancam kesehatan masyarakat," tukas dia.

Maka dari itu, BPOM perlu menggandeng lembaga lain untuk memberantas peredartan produk obat dan kosmetik ilegal, contohnya dengan MIAP.

Roy mengungkapkan, sejauh ini BPOM telah memilki Satgas untuk mengatasi sisi suplay obat dan kosmetik palsu dan ilegal. Di sisi lain, BPOM juga melakukan pencegahan sdengan melakukan edukasi, seperti melalui kompetisi iklan layanan masyarakat dengan target generasi muda.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

"Karena presepsi masyarakat harus diluruskan. Obat plsu ada karena ada permintaan dari masyarakat," tegas dia.

Sementara Ketua MIAP, Widyaretna Buenastuti mengatakan, gerakan waspada terhadap makannan, kosmetik dan obat-obatan ilegal, bukan merupakan kerja pemerintah sendiri. "Ini perlu kerjasama dan partisiwasi dari masyarakat, khususnya generasi muda untuk memutuskan tali barang palsu," pungkas dia.

Hasil Operasi BPOM

Roy lebih lanjut mengungkapkan, hasil operasi yustisia terhadap peredaran obat dan kosmetik palsu serta makanan ilegal sejauh ini terus dilakukan BPOM. Dia mengatakan, dalam sejumlah operasi yang digelar BPOM di awal tahun 2014, telah menangani sejumlah kasus dengan total nilai puluhan miliar rupiah.

Disebutkan Roy, dalam pperasi PANGEA, sejumlah 129 situs internet yang menjual obat dan kosmetik palsu ditutup. "Ada 20 sarana yang diamankan, sebanyak 14 sarana sudah Masuk ke ranah hukum. Nilainya sendiri sekitar Rp5,4 miliar," ungkap dia.

Selanjutnya, dari operasi STOM yang dilakukan di Jakarta dan beberapa daerah endemi malaria seperti Papua dan NTT, nilai obat-obatan ilegal yang didapat dalam operasi mencapai Rp5,7 miliar.

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Operasi yustisia lainnya adalah Obgabnas dengan nilai pemalsuan mencapai Rp4 milian, dan Obgabda mencapai Rp6,7 miliar. "Tidak hanya obat dan kosmetik, di hari raya kita juga mendapatkan peredaran makanan ilegal dengan nilai mencapai Rp5,9 miliar," ungkap Roy.

Menurut Roy, peredaran obat, konsmetik, dan makanan palsu dan ilegal yang diamankan sejauh ini nilainya masih kecil. "Ini fenomena gunung es. Kami ingin cari otak intelektual," tegas dia.

 
 
 
 
 
Previous Post

BITCOIN BERGELIMANG RISIKO OPERASIONAL

Next Post

Avrist Proteksi Pergelaran Java Jazz Festival 2014

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sejarah Uang

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:20

INDEF menyoroti fenomena makan tabungan akibat inflasi pangan di atas 5 persen yang membuat rata-rata saldo tabungan di bawah Rp100...

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

Buka Akses Permodalan UMKM Perempuan, Kredivo Catat Lonjakan Pengguna hingga 10 Kali Lipat

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bermain Di Wilayah Abu-Abu

Bermain Di Wilayah Abu-Abu

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance