JAKARTA, Stabilitas.id – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. bersama dengan Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) dan sejumlah mitra donor memberikan bantuan kepada pengungsi gempa di Pasaman, Sumatera Barat.
Bantuan tersebut diberikan dalam pelaksanaan program pembangunan rumah daur ulang atau recycle house yang diberi nama “Rumah Bangkik Basamo”.
Rumah daur ulang merupakan program unggulan BMM berupa pembangunan kembali rumah warga pascabencana dengan memanfaatkan puing-puing rumah yang rusak sebagai material bangunan serta menjadikannya sebagai rumah ramah gempa.
BERITA TERKAIT
Direktur Operasi Bank Muamalat sekaligus Pembina Yayasan BMM Awaldi mengatakan, program pembangunan rumah daur ulang ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dari Bank Muamalat dan BMM atas kondisi warga yang masih kesulitan membangun kembali rumah tinggalnya.
“Jika rumah sudah jadi, maka ekonomi segera pulih karena kepala keluarga merasa aman meninggalkan anak istri untuk bekerja. Berangkat dari spirit kebangkitan dan kemandirian ini, maka kita sebut sebagai Rumah Bangkik Basamo,” ungkapnya.
Awaldi menambahkan, program ini akan diberikan kepada dua jorong (setingkat di bawah desa) di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat dengan total 65 rumah. Masing-masing jorong Timbo Abu sebanyak 35 rumah dan jorong Pasar Lamo sebanyak 30 rumah.
Selain itu, Direktur Eksekutif Laznas BMM Novi Wardi menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Bank Muamalat dan mitra donor lainnya yang telah mendukung program recovery pasca gempa ini.
“Program Rumah Bangkik Basamo ini adalah program gotong royong berbagai pihak, termasuk para warga penyintas gempa yang setiap hari bergotong royong untuk membangun kembali tempat tinggal mereka,” jelasnya.
Selain di Sumatera Barat, BMM juga membangun 680 unit rumah daur ulang bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah lain di Indonesia.***

















