Stabilitas.id — PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. terus memperkuat dominasinya di ekosistem religi dengan meluncurkan Program Rindu Haji (Rincian Dana untuk Haji). Langkah ini dilakukan guna memfasilitasi calon jemaah dalam merencanakan pembiayaan ibadah haji secara terstruktur sekaligus mendongkrak perolehan dana murah perseroan.
Direktur Bank Muamalat, Ricky Rikardo Mulyadi, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan ketenangan finansial bagi nasabah selama masa tunggu (waiting list), baik untuk pembayaran porsi awal maupun pelunasan biaya haji.
“Kami memudahkan nasabah merencanakan ibadah ke Tanah Suci dengan menabung secara disiplin. Selain manfaat perencanaan keuangan, nasabah juga berkesempatan mendapatkan grand prize paket umrah hingga logam mulia tanpa diundi,” ujar Ricky dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).
BERITA TERKAIT
Dominasi Pangsa Pasar
Sebagai pionir bank murni syariah di Tanah Air, Bank Muamalat saat ini memegang posisi dominan di pasar haji. Perseroan mencatat penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 59% untuk haji khusus dan 13% untuk haji reguler.
Secara keseluruhan, blended market share Bank Muamalat di kedua segmen tersebut mencapai kisaran 19%, dengan total jemaah haji tunggu yang dilayani mencapai sekitar 700.000 orang.
“Kepercayaan ini menjadi bukti konsistensi kami dalam mengembangkan ekosistem haji dan umrah dari hulu ke hilir, baik bagi nasabah individu maupun mitra penyelenggara perjalanan,” tambah Ricky.
Mekanisme Program
Program Rindu Haji berlangsung mulai 9 Februari hingga 31 Desember 2026. Untuk berpartisipasi, nasabah cukup menyetorkan dana baru minimal Rp2,5 juta di Tabungan iB Hijrah Haji dan mengaktifkan fitur setoran rutin otomatis minimal Rp100.000 per bulan.
Sebagai bentuk apresiasi, Bank Muamalat menyiapkan hadiah bagi nasabah dengan kenaikan saldo rata-rata tertinggi selama periode program. Hadiah utama berupa paket perjalanan umrah untuk keluarga, tiga unit sepeda motor, serta empat logam mulia masing-masing seberat 5 gram. Pemenang dijadwalkan akan diumumkan pada akhir Januari 2027.
Melalui inovasi ini, Bank Muamalat optimistis dapat terus memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus membantu masyarakat mewujudkan rencana ibadah haji lebih dini melalui skema perbankan yang aman dan sesuai prinsip syariah.***
















