• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Internasional

Kesenjangan AI: Pemimpin di Industri Keuangan Hadapi Tantangan Tata Kelola Data & Tuntutan Infrastruktur

oleh Stella Gracia
27 Maret 2025 - 11:08
24
Dilihat
Kesenjangan AI: Pemimpin di Industri Keuangan Hadapi Tantangan Tata Kelola Data & Tuntutan Infrastruktur
0
Bagikan
24
Dilihat

SANTA CLARA, Stabilitas.id – Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) menimbulkan tekanan luar biasa terhadap infrastruktur data tradisional, memaksa pelaku industri di sektor perbankan, jasa keuangan, dan asuransi (BFSI) untuk memprioritaskan antara keamanan, kualitas, dan keberlanjutan. Demikian menurut survei terbaru dari Hitachi Vantara, anak perusahaan Hitachi, Ltd. yang bergerak di bidang penyimpanan data, infrastruktur, dan manajemen cloud hybrid.

Berdasarkan masukan dari 231 pemimpin TI dan bisnis global, Laporan State of Data Infrastructure 2024 menemukan bahwa meskipun 36% responden mengakui pentingnya kualitas data untuk keberhasilan AI, para pemimpin sektor keuangan tetap lebih fokus pada keamanan data — yang pada akhirnya menciptakan celah dalam kinerja AI dan pengembalian investasi (ROI) jangka panjang.

“Lembaga keuangan di seluruh dunia tengah mempercepat adopsi AI, namun banyak yang menyadari bahwa infrastruktur data mereka belum siap untuk mendukungnya,” ujar Joe Ong, Vice President dan General Manager untuk wilayah ASEAN di Hitachi Vantara dalam siaran pers, dikutip Kamis (27/3).

BERITA TERKAIT

TÜV Rheinland Kuatkan Standar Keamanan EV, Soroti Risiko Asuransi dan SDM

OJK Luncurkan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia

“Penelitian global ini mencerminkan apa yang juga kami dengar di Asia Tenggara — bahwa hambatan utama dalam keberhasilan AI bukan pada teknologinya, melainkan pada kemampuan untuk mengelola data secara aman, akurat, dan dalam skala besar. Organisasi keuangan perlu memperkuat fondasi data mereka agar AI dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” katanya menambahkan.

Hampir setengah (48%) responden menyebut keamanan data sebagai perhatian utama dalam penerapan AI, mencerminkan pentingnya perlindungan terhadap ancaman baik dari dalam maupun luar organisasi. Hal ini dapat dipahami mengingat 84% responden mengakui bahwa kehilangan data akibat serangan atau kesalahan akan berdampak katastrofik.

Namun, hasil studi juga menunjukkan bahwa mengabaikan kualitas data membawa konsekuensi serius bagi institusi BFSI, di antaranya: di perusahaan BFSI, data hanya tersedia saat dan di tempat yang dibutuhkan seperempat waktu (25%), dan model AI di sektor BFSI hanya akurat 21% dari waktu. Selain itu, 36% responden mengkhawatirkan risiko kebocoran data akibat AI internal, dan 38% khawatir tidak mampu memulihkan data dari serangan ransomware.

Meskipun serangan ransomware menjadi perhatian utama para pemimpin TI di sektor BFSI, 36% menyatakan bahwa kebocoran data akibat kesalahan AI merupakan tiga kekhawatiran teratas mereka, dan 32% khawatir bahwa serangan yang didukung AI dapat menyebabkan pelanggaran data.

“Model bisnis dalam layanan keuangan secara inheren sangat bergantung pada kepercayaan. Kerusakan reputasi merupakan risiko yang sangat besar, sehingga dalam industri kami, interaksi antara keamanan dan akurasi menjadi tantangan yang krusial sekaligus kompleks,” ujar Mark Katz, CTO untuk sektor Jasa Keuangan, Hitachi Vantara.

“Sebagai contoh, jika sebuah chatbot secara tidak sengaja mengungkapkan informasi sensitif yang terdapat dalam data pelatihan, hal tersebut dapat menimbulkan konsekuensi serius. Selain itu, biaya dari jawaban yang salah atau hallucination (hasil yang tidak akurat dari AI) juga menimbulkan risiko besar; jika seseorang mengambil keputusan berdasarkan data yang salah, akan muncul berbagai pertanyaan terkait tanggung jawab hukum,” imbuhnya.

Meskipun terdapat tantangan akurasi, adopsi AI di sektor BFSI terus mengalami percepatan. Namun, banyak organisasi yang menerapkan AI tanpa persiapan memadai, dengan 71% responden mengakui bahwa mereka melakukan pengujian dan iterasi langsung pada implementasi aktif, sementara hanya 4% yang menggunakan lingkungan sandbox (uji coba terkendali).

Penelitian ini menegaskan bahwa para pemimpin sektor jasa keuangan meyakini kualitas data sebagai pertimbangan paling penting untuk keberhasilan implementasi AI. Namun, kekhawatiran seperti keamanan data terlalu mendesak untuk diabaikan—dan hal ini berdampak pada menurunnya return on investment (ROI).

Survei ini menguraikan sejumlah pertimbangan utama dalam membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan siap untuk AI, guna membantu organisasi BFSI mempersiapkan diri menghadapi masa depan, di antaranya: Pertama, Eksperimen yang Bertanggung Jawab: Dua dari lima pemimpin BFSI (42%) menyatakan bahwa mereka membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan AI melalui eksperimen. Pengujian yang bertanggung jawab di lingkungan sandbox yang aman dapat mengurangi risiko sekaligus membuka potensi AI.

Kedua, Keberlanjutan di Setiap Tingkatan: Mulai dari penyimpanan data yang hemat energi hingga perangkat lunak yang dioptimalkan, para pemimpin bisnis dan TI harus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam infrastruktur, aplikasi, model, praktik data, dan strategi sejak awal.

Ketiga, Menyederhanakan dan Menyatukan Sistem: Kurangi kompleksitas dengan mengelola lingkungan hybrid secara terpadu, mengotomatisasi tugas-tugas keamanan, dan memanfaatkan platform data yang terintegrasi untuk mempercepat wawasan dan menyederhanakan pelatihan AI.

Keempat, Memastikan Ketahanan Data dan Memanfaatkan AI untuk Pertahanan: Rancang rencana pemulihan dengan sistem redundansi, penyimpanan roll-back, dan pemulihan model AI untuk mengurangi risiko akibat kegagalan atau serangan. Gunakan AI untuk mengidentifikasi risiko, meningkatkan proses pemulihan, dan mengamankan data melalui penyimpanan yang immutable, terenkripsi, dan dapat memperbaiki diri secara otomatis—sebagai langkah melawan ancaman dari pelaku yang juga memanfaatkan AI.

Laporan ini disusun berdasarkan Survei Global State of Data Infrastructure 2024 dari Hitachi Vantara, dan mewakili pandangan dari 231 spesialis BFSI, eksekutif tingkat C, serta pengambil keputusan di bidang TI yang berasal dari 15 negara di seluruh dunia. ***

Tags: AI sektor jasa keuanganKesenjangan AITantangan Tata Kelola DataTata Kelola DataTuntutan Infrastruktur
 
 
 
 
Sebelumnya

Akhirnya Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Menjadi Laba di Akhir 2024

Selanjutnya

Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Drama Selat Hormuz: Trump Klaim Negosiasi, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 11 Persen

Guncangan Energi Global: AS Sodorkan 15 Poin Diplomasi ke Iran Lewat Pakistan

oleh Stella Gracia
25 Maret 2026 - 11:34

Stabilitas.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mengirimkan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran guna mengakhiri eskalasi militer...

OJK: Dana SAL Rp200 Triliun Tekan Biaya Dana, Target Kredit Tumbuh 12% pada 2026

Tanggapi Moody’s & Fitch, OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

oleh Stella Gracia
25 Maret 2026 - 11:18

Stabilitas.id - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kinerja industri perbankan sampai saat ini masih dalam...

Pasar Global Menghijau Pasca-Rencana Damai 15 Poin, Kontrak S&P 500 Naik 0,9 Persen

Pasar Global Menghijau Pasca-Rencana Damai 15 Poin, Kontrak S&P 500 Naik 0,9 Persen

oleh Stella Gracia
25 Maret 2026 - 10:02

Stabilitas.id – Pasar saham global kompak menguat sementara harga minyak mentah mengalami koreksi tajam pada perdagangan Rabu (25/3/2026). Sentimen positif...

Pendapatan Premi Sektor Asuransi Tumbuh 5,22% di Januari 2023

Progres Spin Off Asuransi Syariah: OJK Ungkap Kendala SDM dan Infrastruktur Operasional

oleh Stella Gracia
24 Maret 2026 - 22:19

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan sejumlah tantangan krusial yang membayangi proses pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah...

Drama Selat Hormuz: Trump Klaim Negosiasi, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 11 Persen

Drama Selat Hormuz: Trump Klaim Negosiasi, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 11 Persen

oleh Stella Gracia
23 Maret 2026 - 23:56

Stabilitas.id - Volatilitas pasar energi global mencapai titik ekstrem setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan penundaan...

Krisis Minyak Terburuk Sejak 1970-an: Iran Siap Tutup Jalur Pasokan Jika AS Serang Fasilitas Listrik

Krisis Minyak Terburuk Sejak 1970-an: Iran Siap Tutup Jalur Pasokan Jika AS Serang Fasilitas Listrik

oleh Stella Gracia
23 Maret 2026 - 23:49

Stabilitas.id – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki fase kritis setelah Iran mengeluarkan ancaman keras untuk menutup total Selat Hormuz....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

IHSG Berbalik Menguat ke 7.182, OJK: Cermin Kepercayaan Investor Pasca-Libur Lebaran

IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

BNI Sekuritas Pasarkan Sukuk Ritel SR024, Tawarkan Imbal Hasil Hingga 5,90 Persen

Guncangan Energi Global: AS Sodorkan 15 Poin Diplomasi ke Iran Lewat Pakistan

Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemerintah Bahas Stimulus dan Skema WFH Terbatas Pasca-Lebaran

Tanggapi Moody’s & Fitch, OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

Pasar Global Menghijau Pasca-Rencana Damai 15 Poin, Kontrak S&P 500 Naik 0,9 Persen

Astra International (ASII) Siapkan Amunisi Strategis, Bidik Sektor Kesehatan & Lanjutkan Buyback

Progres Spin Off Asuransi Syariah: OJK Ungkap Kendala SDM dan Infrastruktur Operasional

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

Perkuat Integrasi Rantai Pasok Aluminium Nasional, SGAR Fase II Dimulai

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance