• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Asuransi

Indonesia Re Dorong Transformasi ESG untuk Pengelolaan Risiko Bencana yang Inklusif dan Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
1 Juli 2025 - 23:29
9
Dilihat
Indonesia Re Dorong Transformasi ESG untuk Pengelolaan Risiko Bencana yang Inklusif dan Berkelanjutan
0
Bagikan
9
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk mendukung pengelolaan risiko bencana yang lebih inklusif dan berbasis data.

Hal ini disampaikan dalam seminar nasional bertajuk Sustainability Dialogue 2025, yang mengangkat tema “Advancing Sustainable Development and Climate Resilience through Parametric Disaster Insurance: A Pathway to Responsive, Reliable, and Responsible Risk Financing, akhir Juni 2025 di Jakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Re ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, pelaku industri asuransi dan keuangan, akademisi, hingga mitra pembangunan. Tujuannya adalah untuk menggali peran ESG dalam membangun sistem pembiayaan risiko bencana yang tangguh dan berkelanjutan.

BERITA TERKAIT

OJK Keluarkan Kebijakan Perlakuan Khusus Kredit Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Indonesia Re Dorong Kolaborasi Strategis untuk Percepat Hilirisasi Sektor Keuangan dan Asuransi

Superbank Masih Tahan Suku Bunga Deposito Meski BI Rate Turun, Ini Alasannya

Tiga Reasuransi BUMN Akan Merger, Indonesia Re Siap Jadi Induk Holding

Asuransi Parametrik 

Dalam sambutannya, Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, menekankan pentingnya asuransi sebagai instrumen mitigasi risiko, khususnya asuransi parametrik. “Asuransi parametrik menjadi solusi yang relevan dalam membantu keuangan negara pada masa tanggap darurat bencana,” ungkap Benny.

Indonesia Re berkomitmen untuk menjadi motor penggerak di industri asuransi dalam membantu pemerintah dan masyarakat mengelola risiko. Benny menambahkan, bahwa pengembangan produk asuransi berbasis data dan riset akan memperkuat inklusi dan penetrasi asuransi, yang pada gilirannya mendukung ketahanan negara terhadap bencana alam.

Kepala Subdirektorat Pengelolaan Risiko Aset dan Kewajiban Negara Direktorat PRKN DJPPR Kementerian Keuangan, Herry Indratno, mengungkapkan bahwa kerugian akibat bencana alam di Indonesia rata-rata mencapai Rp22 triliun per tahun. Skema penanggulangan bencana konvensional yang mengandalkan dana APBN dan cadangan belum cukup efektif, terutama dalam menghadapi bencana berskala besar.

“Oleh karena itu, pemerintah tengah mengembangkan strategi pembiayaan dan asuransi risiko bencana yang lebih inovatif dan berkelanjutan, seperti asuransi parametrik, yang memberikan pencairan dana cepat, objektif, dan transparan,” jelas Herry.

Seminar ini juga menggarisbawahi hasil kajian kolaboratif antara Indonesia Re, Kementerian Keuangan, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Maipark, yang mencakup desain, modeling risiko, skema, instrumen, dan mekanisme pembiayaan dampak bencana. Fokus utama kajian ini adalah pengembangan produk asuransi parametrik untuk risiko gempa dan banjir.

Produk ini diharapkan dapat melindungi posisi fiskal Pemerintah Daerah (APBD) dan memastikan ketersediaan dana cepat pasca-bencana untuk tanggap darurat. Rencananya, produk ini akan diluncurkan pada 2026, dengan melibatkan berbagai pihak terkait, terutama industri asuransi dan reasuransi.

Kolaborasi Multi-Pihak 

Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menjelaskan bahwa pengembangan asuransi parametrik ini merupakan hasil riset bersama antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri. “Indonesia Re bersama Kementerian Keuangan telah melakukan kajian mendalam tentang instrumen dan skema pembiayaan risiko, serta produk asuransi parametrik untuk mengatasi risiko bencana alam di Indonesia,” jelas Delil.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menekankan pentingnya digitalisasi industri asuransi yang harus didukung dengan infrastruktur pengelolaan risiko yang andal. Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Umum dan Reasuransi OJK, Kurnia Yuniakhir, menegaskan bahwa akselerasi transformasi digital di sektor asuransi harus dibarengi dengan penguatan sistem *Business Continuity Management* (BCM).

Ni Luh Ayounik Mahasabha, Sustainability Development Business Group Head di Surveyor Indonesia, dan Elrika Hamdi, Wakil Kepala Sekretariat Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia, menyampaikan bahwa penerapan prinsip ESG bukan sekadar soal kepatuhan, tetapi juga sebagai fondasi untuk menciptakan sistem yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan bencana. “Penerapan ESG akan memperkuat ketahanan sistem nasional, baik dalam menghadapi risiko iklim maupun bencana,” ujar Elrika.

Sebagai bagian dari diskusi yang menekankan pentingnya ESG dalam pengelolaan risiko, para panelis sepakat bahwa perubahan iklim memerlukan pendekatan lintas sektor yang menyatukan dimensi energi, keuangan, dan kebencanaan. Oleh karena itu, penting untuk membangun ekosistem kebijakan dan instrumen pembiayaan yang saling terhubung, dari komitmen dekarbonisasi hingga kesiapsiagaan terhadap bencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, menambahkan bahwa data kebencanaan yang akurat dan tata kelola berbasis risiko sangat penting untuk keberhasilan skema *Disaster Risk Financing and Insurance* (DRFI). “Kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sistem yang efektif dalam menghadapi bencana,” ujar Raditya.

Dengan keseriusan berbagai pihak dalam mendorong penerapan ESG, Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan perubahan iklim dan bencana alam dengan lebih siap dan tangguh. ***

Tags: asuransi bencanaIndonesia RePengelolaan Risiko BencanaTransformasi ESG
 
 
 
 
Sebelumnya

YouGov: Pengeluaran Naik, Ubah Cara Masyarakat Indonesia Menabung, Berutang, dan Berinvestasi

Selanjutnya

BRI Borong 15 Penghargaan di Ajang FinanceAsia 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

QIII 2014, Premi Prudential Tumbuh 13%

Fokus ke Produk Tradisional, Aset Kelolaan Prudential Syariah Melesat Jadi Rp8 Triliun

oleh Sandy Romualdus
18 Mei 2026 - 09:43

Stabilitas.id — PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menorehkan rapor biru sepanjang tahun buku 2025. Penguasa pangsa pasar (market...

Laba Bersih Sompo Insurance Indonesia Tumbuh 10%, Ditopang Premi Bruto Rp2,7 Triliun

Laba Bersih Sompo Insurance Indonesia Tumbuh 10%, Ditopang Premi Bruto Rp2,7 Triliun

oleh Sandy Romualdus
18 Mei 2026 - 09:38

Stabilitas.id — Perusahaan asuransi umum, PT Sompo Insurance Indonesia membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Emiten asuransi ini mencatatkan...

Cegah Kriminalisasi Bankir, OJK dan MA Sepakati Aturan Main Kredit Macet

Cegah Kriminalisasi Bankir, OJK dan MA Sepakati Aturan Main Kredit Macet

oleh Sandy Romualdus
13 Mei 2026 - 15:33

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya penerapan konsep Business Judgement Rule (BJR) untuk memberikan kepastian hukum bagi industri...

Laba Melesat 236%, Sun Life Indonesia Rilis Solusi Kesehatan Syariah ‘SHIFA Signature’

Laba Melesat 236%, Sun Life Indonesia Rilis Solusi Kesehatan Syariah ‘SHIFA Signature’

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 17:02

Stabilitas.id – Merayakan 31 tahun perjalanannya di Indonesia, PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) membukukan kinerja solid pada kuartal...

Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life

Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life

oleh Stella Gracia
8 Mei 2026 - 11:34

Stabilitas.id – Astra Life menjalin kolaborasi strategis dengan Permata Bank untuk meluncurkan Permata ME Payroll Proteksi. Produk tabungan gaji (payroll)...

LPS Pastikan Tingkat Bunga Penjaminan Stabil, Kredit dan DPK Terus Tumbuh

LPS Segera Terbitkan Aturan Turunan Restrukturisasi Perbankan dan Penjaminan Polis

oleh Sandy Romualdus
7 Mei 2026 - 19:36

Stabilitas.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat benteng perlindungan nasabah seiring dengan peningkatan tantangan stabilitas di sektor perbankan dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BRI Borong 15 Penghargaan di Ajang FinanceAsia 2025

BRI Borong 15 Penghargaan di Ajang FinanceAsia 2025

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance