Stabilitas.id — PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menorehkan rapor biru sepanjang tahun buku 2025. Penguasa pangsa pasar (market share) industri asuransi jiwa syariah nasional ini sukses membukukan total kontribusi bruto senilai Rp4,2 triliun, tumbuh 9% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Lonjakan signifikan didapatkan dari lini bisnis baru (new business) yang kontribusinya melejit 31% yoy menjadi Rp1 triliun. Melalui capaian tersebut, Prudential Syariah kokoh mendominasi pangsa pasar asuransi syariah tanah air dengan porsi mencapai 22%.
Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin memaparkan, terdapat tiga faktor utama yang menjadi mesin pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang tahun lalu:
BERITA TERKAIT
-
Ketersediaan Produk yang Lengkap: Memiliki variasi produk yang komprehensif untuk menjawab kebutuhan proteksi masyarakat, mulai dari asuransi kesehatan, perlindungan penyakit kritis, hingga investasi syariah.
-
Kanal Distribusi yang Masif: Didukung oleh kekuatan lini keagenan dengan lebih dari 64.000 agen aktif serta aliansi strategis bancassurance bersama raksasa perbankan syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).
-
Faktor Kepercayaan Nasabah (Trust): Mengingat asuransi merupakan produk keuangan jangka panjang, komitmen dalam penyelesaian klaim dan pendampingan nasabah menjadi kunci penguatan basis loyalitas.
Penyakit Kritis
Dari aspek portofolio produk, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengungkapkan bahwa proteksi penyakit kritis (critical illness) menjadi kontributor pendapatan premi tertinggi bagi perusahaan.
“Terlihat sekali bahwa kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya dari penyakit kritis itu sangat tinggi. Dengan demikian, perolehan premi kami paling besar dari penyakit kritis,” ujar Vivin dalam paparan media di Jakarta Selatan, dikutip Senin (18/5/2026).
Menyusul di posisi kedua adalah produk perlindungan asuransi jiwa jangka panjang, yang kemudian diikuti oleh produk proteksi kesehatan (health insurance).
Dalam dua tahun terakhir (2024–2025), Prudential Syariah sengaja menggeser fokus pengembangan ke produk perlindungan tradisional yang menawarkan premi lebih terjangkau, guna mengisi kekosongan pasar yang selama ini didominasi oleh produk berbasis investasi (unit link).
Meski begitu, Direktur Prudential Syariah Mandar Hastekar menegaskan produk unit link perusahaan tetap kompetitif. Saat ini perseroan mengelola 5 produk unit link dengan portofolio investasi (fund) yang beragam. Di tengah volatilitas pasar modal, kinerja fund kelolaan diklaim tetap tangguh dan memberikan imbal hasil positif bagi nasabah.
Fundamental Keuangan
Pertumbuhan bisnis yang agresif ini berjalan selaras dengan penguatan struktur neraca keuangan (balance sheet) perusahaan yang semakin solid:
-
Total Aset: Tumbuh 20% yoy menjadi Rp8 triliun pada akhir 2025.
-
Aset Investasi: Terkerek naik 17% yoy menjadi Rp6 triliun.
-
Tingkat Solvabilitas (Risk Based Capital/RBC): Berada jauh di atas batas minimum ketentuan OJK (120%). Keketatan permodalan dana perusahaan tercatat bertengger di level 1.496%, sedangkan RBC Dana Tabarru’ berada di posisi 209%. ***
















