Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) kembali melakukan penyegaran struktural guna mempercepat proses transformasi organisasi hulu-hilir di lingkungan bank sentral. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi melantik tiga pemimpin satuan kerja (satker) baru bertempat di Gedung Kantor Pusat BI, Jakarta.
Agenda pelantikan ini didesain sebagai bagian dari strategi penguatan kapasitas kelembagaan untuk merespons ketatnya tantangan ekonomi global. Langkah rotasi kepemimpinan ini diarahkan secara rigid untuk mengawal tiga pilar mandat utama BI, yakni mencapai dan memelihara kestabilan nilai tukar rupiah, mengamankan stabilitas sistem pembayaran digital, serta membentengi stabilitas sistem keuangan (SSK) guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
“Kami berharap para pemimpin satuan kerja yang baru dilantik dapat langsung menancapkan gas untuk mengeksekusi berbagai program prioritas operasional BI. Seluruh pimpinan wilayah diimbau memperketat sinergi, komunikasi publik, serta koordinasi taktis bersama jajaran kepala daerah dan pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah masing-masing,” tegas Perry dalam sambutan resminya, dikutip Senin (25/5/2026).
BERITA TERKAIT
Berdasarkan surat keputusan pelantikan yang dirilis oleh Departemen Komunikasi Bank Indonesia, mutasi jabatan strategis ini akan mulai berlaku efektif per 1 Juni 2026.
Berikut adalah rekam jejak dan penugasan baru tiga pejabat teras bank sentral tersebut:
-
Rudy Brando Hutabarat: Sukses menuntaskan kepemimpinan di wilayah strategis sebagai Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Sumatera Utara, Rudy kini ditarik ke kantor pusat untuk menduduki pos jabatan baru sebagai Kepala Departemen Regional BI.
-
Ameriza M. Moesa: Menggantikan posisi yang ditinggalkan Rudy, Ameriza resmi digeser untuk memimpin komando sebagai Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya, Ameriza mencatatkan rekam jejak sebagai nakhoda utama di KPw BI Provinsi Banten.
-
Sofwan Kurnia: Mengisi kekosongan kursi yang ditinggalkan Ameriza, Sofwan resmi dipromosikan menjadi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Banten. Sebelumnya, ia mengemban tugas sebagai Advisor di Departemen Regional BI.
Kawal TPID dan QRIS
Melalui pergeseran komando wilayah ini, Ameriza di Sumatera Utara dan Sofwan di Banten memikul tanggung jawab besar untuk langsung bersinergi dengan pemerintah daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Keduanya ditargetkan untuk meredam guncangan inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) di daerah masing-masing demi menjaga daya beli riil masyarakat.
Di sektor digitalisasi, kedua kepala KPw baru ini dibebani target untuk memperluas penetrasi dan perluasan volume transaksi QRIS, digitalisasi sistem retribusi daerah, hingga memperbanyak inkubasi klaster UMKM binaan agar siap menembus pasar ekspor (go-global).
Sementara itu, Rudy Brando Hutabarat di level Departemen Regional kantor pusat akan memegang kendali makro untuk menyinkronkan arah kebijakan 46 Kantor Perwakilan BI di seluruh Indonesia, sehingga stimulus moneter dan makroprudensial yang digagas bank sentral dapat mendarat secara presisi di sektor riil daerah. ***

















