Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Alex Sofjan Noor memberikan kuliah umum di UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan untuk mendorong mahasiswa menjadi penggerak ekonomi syariah menuju Indonesia Emas 2045.
Stabilitas.id – Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan krusial sebagai motor penggerak transformasi ekonomi syariah di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Alex dalam kuliah umum bertajuk “Transformasi Perbankan Syariah Nasional: Inovasi, Daya Saing, dan Peran Strategis Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045” di hadapan civitas akademika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Rabu (21/10).
Di hadapan ribuan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU, Alex memaparkan realitas industri keuangan syariah nasional saat ini. Hingga Juni 2026, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih berada di angka 7,36 persen, jauh tertinggal dibandingkan Malaysia yang telah menyentuh 43 persen. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dengan potensi pangsa pasar yang sangat besar.
BERITA TERKAIT
Menurut Alex, kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh sejarah perkembangan perbankan syariah di masing-masing negara. Malaysia menerapkan pendekatan top-down di mana kebijakan dan ekosistem dibangun secara terkoordinasi oleh negara sejak 1983.
Sementara itu, Indonesia tumbuh melalui pendekatan bottom-up yang diinisiasi oleh masyarakat sebelum akhirnya mendapat dukungan kebijakan yang kuat.
“Industri perbankan syariah nasional saat ini masih didominasi oleh segelintir pemain utama dengan kesenjangan aset yang signifikan. Hal ini menunjukkan masih besarnya ruang konsolidasi dan pertumbuhan untuk memperkuat skala bisnis, efisiensi, dan daya saing,” kata Alex.
Alex menambahkan sejumlah strategi BSN untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di kalangan generasi muda.
“Penggunaan layanan keuangan sudah tinggi, tetapi kecakapan mengelola uang masih perlu diperkuat. Literasi keuangan harus dimulai dari kampus dengan membangun kebiasaan mencatat uang masuk dan keluar, membedakan prioritas, menyusun anggaran, dan membangun dana darurat,” imbuhnya.
Dalam kuliah umum tersebut, Alex mengajak mahasiswa UINSU untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga inovator yang memadukan keilmuan akademik, integritas moral (akhlak), dan kemampuan eksekusi yang riil.
Bank BSN juga telah menyiapkan sejumlah program kolaborasi seperti magang umum, MAGENTA, dan Youth Islamic Bankers Academy untuk menjembatani mahasiswa dengan industri perbankan.
Inisiatif Bank BSN dalam mengedukasi mahasiswa tersebut mendapat sambutan positif dari Rektor UINSU Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag. Dalam sambutannya, Nurhayati mengapresiasi kehadiran Direktur Utama Bank BSN yang dinilai memberikan pencerahan langsung dari pelaku industri kepada mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah.
Nurhayati menekankan bahwa perbankan syariah tengah menghadapi tantangan sekaligus peluang besar di era transformasi digital. Oleh karena itu, ia meminta lulusan UINSU untuk membekali diri dengan nilai-nilai profesionalisme yang dilandasi ajaran Islam.
“Kekuatan perbankan syariah bukan hanya terletak pada teknologi dan pertumbuhan bisnis, melainkan juga pada nilai-nilai keadilan, kejujuran, amanah, dan kemaslahatan yang menjadi landasan utamanya. Jika SDM tidak jujur, tidak memberikan kemaslahatan, dan tidak amanah, yakinlah bahwa sebuah bank itu akan hancur,” tegas Nurhayati.
Rektor juga menjanjikan bahwa UINSU siap mencetak lulusan unggul yang dapat bersaing di industri keuangan. Ia mendorong mahasiswanya untuk berani mengambil setiap peluang karier di Bank BSN, karena mereka telah dipersiapkan sebagai generasi cerdas, kreatif, inovatif, dan berintegritas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Visi Indonesia Emas 2045 bukanlah cita-cita yang dapat diwujudkan hanya dengan harapan. Cita-cita tersebut membutuhkan generasi muda yang cerdas, kreatif, inovatif, dan berintegritas. Jadilah generasi yang mampu menghubungkan inovasi dengan etika, profesionalisme dengan amanah, serta kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya. ***

















