JAKARTA, Stabilitas — Penjualan mobil baru nasional sepanjang 2015 sebesar 1 juta unit, menurun 16% dibanding tahun 2014. Dari total penjualan mobil nasional tahun lalu, Tunas Grup menyumbang penjualan sebesar 43.420 unit.
Rico Rico A. Setiawan, Direktur Utama PT Tunas Ridean, Tbk menjelaskan, di 2015 penjualan mobil Tunas Toyota sebanyak 25.108 unit, turun 18%. “Penurunan itu sejalan dengan penurunan penjualan Toyota secara nasional sebesar 19%,” ungkap Rico di Jakarta, Kamis (21/4).
Penurunan Tunas Toyota diikuti oleh penjualan Daihatsu dan BMW. Penjualan Tunas Daihatsu sepanjang 2015 turun 20% menjadi 16.766 unit sejalan dengan penurunan pasar Daihatsu nasional sebesar 9%. Sedangkan Tunas BMW menurun 10% sepanjang 2015 menjadi 1.022 unit.
Hingga 31 Maret 2016, jaringan bisnis Tunas Grup untuk roda empat meliputi Jawa dan Sumatera, sementara untuk roda dua mencakup Jawa, Sumatera, Bangka Belitung, Bali, Kalimantan dan Sulawesi, dengan 147 outlet/sales point.
Sementara penjualan sepeda motor nasional tahun 2015 juga mengalami penurunan 18% menjadi 6,5 juta unit. Tunas Grup menyumbang penjualan 206 unit, turun 1%. Tunas Grup mengoperasikan 85 cabang untuk bisnis roda dua di seluruh Indonesia.
Laba & Deviden
Untuk pendapatan bersih Tunas Grup sepanjang 2015 tercatat sebesar Rp10,2 trilyun, menurun 8% dibanding tahun sebelumnya. Namun laba yang diatribusikan kepada pemegang saham masih positif sebesar Rp291,1 milyar, tumbuh hingga 15% dari tahun sebelumnya. Sementara laba per saham juga mengalami kenaikan menjadi Rp52.
Pertumbuhan laba yang positif didukung oleh laba dari bisnis otomotif Tunas Grup yang meningkat 12% sepanjang 2015 menjadi Rp137,7 milyar. Padahal sepanjang 2015 penjualan mobil nasional turun 16% menjadi sedikit diatas 1 juta unit sebagai dampak dari melemahnya perekonomian. Tak pelak penjualan mobil Tunas Grup turun 19% menjadi 43.420 unit, dengan marjin yang semakin tergerus.
“Penjualan motor Tunas yang terutama berlokasi di Sumatra, turun 1% dari tahun sebelumnya menjadi 206.328 unit, dibandingkan dengan penurunan nasional dalam penjualan motor sebesar 18%,” ungkap Rico.
Sementara laba Tunas Rental menurun 44% menjadi Rp 8,9 milyar meskipun terdapat penambahan pada armada, terutama disebabkan oleh peningkatan biaya bunga, penyusutan dan penurunan nilai kendaraan bekas sewa. Armada Tunas Rental bertambah 2% menjadi 7.637 unit.
Perusahaan afiliasi yang 49% sahamnya dimiliki oleh Grup, Mandiri Tunas Finance (MTF), menyumbangkan laba Rp144,5 milyar, 26% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan pendapatan administrasi yang timbul dari portofolio yang lebih besar. Volume pembiayaan baru MTF meningkat 16% menjadi Rp17,1 trilyun.
Dari laba yang diatribusikan pemegang saham Grup Tunas untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp291,1 milyar, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Tunas Ridean Tbk menyetujui untuk membagikan dividen tunai dengan total Rp89.280.000.000,- atau sebesar Rp16 per saham.
Rinciannya adalah sebesar Rp4 per saham telah dibayarkan sebagai dividen interim pada tanggal 11 Desember 2015, sisanya sebesar Rp66.960.000.000,- atau sebesar Rp 12 per saham akan dibayarkan sebagai dividen final pada bulan Mei 2016.

















