JAKARTA, Stabilitas—Otoritas Jasa Keuangan telah menyusun beberapa program di tahun 2017 yaitu bagaimana peran jasa keuangan dapat lebih kontributif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat dan sekaligus mendorong distribusi pendapatan yang lebih merata. Selain itu bagaimana kontribusi sektor jasa keuangan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan ketahanan dan stabilitas sistem keuangan.
Kepala Badan Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani meyakini kedua aspek di atas adalah kunci untuk mengarungi tahun 2017. “Peran ekonomi domestik perlu diperkuat untuk mengantisipasi lambatnya pemulihan global. Penyebaran sentra pertumbuhan juga perlu dipercepat agar hasil pembangunan dapat dinikmati secara lebih merata,”kata Firdaus, di Jakarta, Jumat (17/2).
Pada bagian pertama, OJK menyiapkan tujuh inisiatif untuk seluruh sektor jasa keuangan yaitu optimalisasi program kerja yang telah digagas bersama industry jasa keuangan, pemerintah, dan BI. “Kami akan optimalkan lagi beberapa program kerja diantaranya Laku Pandai, Simpanan Pelajar, program Jaring, asuransi pertanian dan ternak, asuransi nelayan, dan penjaminan kredit UMKM, pengaturan pegadaian swasta, revitalisasi modal ventura, serta program pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan lainnya”terang Firdaus.
Kedua, bersama pemerintah dan pihak terkait lainyya akan menyempurnakan skema KUR agar penyalurannya lebih terarah dan efektif. Ketiga, Memperluas dan lebih mengoptimalkan lagi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang telah terbentuk. Keempat, perluasan akses keuangan masyarakat yang dapat diakselerasi dengan memanfaatkan model pembiayaan melalui financial technology (Fintech).
Kelima, dengan kondisi permodalan perbankan yang kuat serta prospek ekonomi domestik yang membaik, OJK menargetkan pertumbuhan kredit 9 sampai 12 persen. Keenam, mentransformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui peningkatan kemampuan bisnis dan layanan penguatan ketahanan kelembagaan dan peningkatan kontribusi pembangunan daerah yang didukung SDM professional. Terakhir, penghimpunan dana di pasar modal, sebab pasar modal tidak hanya menjadi tempat berinvestasi saja, namun menjasi alternative sumber pembiayaan jangka panjang yang melengkapi sumber pembiayaan yang selama ini bergantung banyak pada perbankan.















