STABILITAS, Jakarta-PT Wismilak Inti Makmur Tbk melanjutkan agenda rutin dengan kembali menggelar Diplomat Success Challenge (DSC) yang kini telah memasuki edisi ke sepuluh. Program itu disebut sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk senantiasa mendukung berkembangnya dunia wirausaha di Indonesia. Melalui DSC, emiten berkode saham WIIM itu ingin memberikan kesempatan pada para calon wirausaha, utamanya dari kalangan pemuda, untuk tak takut mengembangkan ide kreatif mereka dan mengeksekusinya menjadi bisnis yang menghasilkan. “Dengan telah memasuki penyelenggaraan ke sepuluh ini, tentu ini adalah bukti komitmen besar kami untuk dunia wirausaha nasional. Target pertumbuhan (wirausaha) itu penting, namun tak kalah penting juga mendampingi mereka (wirausahawan) untuk terus berbenah dan bersiap menyambut tantangan industri 4.0,” ujar Perwakilan dari PT Wismilak Inti Makmur Tbk, Doni Arya, di Jakarta, Rabu (15/5).
Untuk penyelenggaraan kali ini, menurut Doni, pihaknya menggandeng Coworking Indonesia untuk melakukan roadshow ke berbagai kampus dan coworking space di sembilan kota besar di Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan Diplomat Enterpreneur Network (DEN) yang merupakan perkumpulan para peserta DSC dari tahun ke tahun. “Untuk edisi DSC kali ini kami telah menyiapkan dana hibah total sebesar Rp2 miliar untuk sembilan finalis terpilih, sesuai dengan kebutuhan usahanya,” tutur Doni.
Pada edisi kesepuluh ini, lanjut Doni, pihaknya telah menyiapkan tim mentoring yang beranggotakan Michael Tampi (Venture Capitalist & Angel Investor), Muhammad Aga (Co-Founder Coffee S.M.I.T.H, Roaster, IBC Champion 2018), Pangeran Siahaan (Founder & CEO Asumsi.co) dan Rd. Dina Dellyana (Dosen SBM ITB, Enterpreneur, Musisi). Nantinya para mentor ini bakal mendampingi para finalis terpilih selama masa inkubasi agar dapat menyiapkan rencana bisnis dan menerapkannya secara tepat. Masa pendaftaran DSC edisi sepuluh ini dibuka mulai tanggal 15 Mei hingga 17 Agustus 2019 mendatang. Pada penyelenggaraan sebelumnya, DSC berhasil menjaring sedikitnya lebih dari 8.000 ide bisnis potensial. (TS)
















