JAKARTA, Stabilitas–PT AIA Financial (AIA) menggandeng Medix resmi luncurkan kemitraan dengan menghadirkan layanan Personal Medical Management bagi nasabah AIA di Indonesia. AIA Group dan Medix, perusahaan manajemen medis, belum lama ini mengumumkan kemitraan regional dan Indonesia menjadi negara pertama diluncurkannya skema kemitraan baru ini.
Sainthan Satyamoorthy, Presiden Direktur, PT AIA Financial menyatakan, melalui kemitraan eksklusif dengan Medix, nasabah AIA di Indonesia akan mendapat akses layanan Personal Medical Management ketika menghadapi kondisi medis yang sulit. Saat terdiagnosis kondisi medis serius atau kompleks, nasabah AIA akan mendapat dukungan dari tim medis selama menjalani perawatan. Mulai dari diagnosis, masa perawatan hingga masa pemulilhan.
“Nasabah akan mendapat akses untuk pemeriksaan medis yang holistik, evaluasi ulang kondisi medis, rujukan untuk tes diagnostik tambahan – jika diperlukan, konsultasi multi-disiplin yang berkesinambungan, koordinasi perawatan, panduan dan dukungan emosional yang diberikan oleh tim Medix yang terdiri dari ahli medis dari seluruh dunia,”paparnya.
Sigal Atzmon, Medix Group CEO dan President yang hadir dalam kesempatan yang sama menyambut baik kerja sama yang terjalin tersebut.
“Kami sangat senang dapat hadir di Indonesia untuk peluncuran kemitraan regional ini. Bersama, kami yakin dapat membuat perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat di Indonesia serta menawarkan pendekatan holistik dan berorientasi pada pasien. Informasi lengkap serta sarana yang tepat untuk membuat pilihan cermat adalah hak dasar bagi semua pasien. Untuk itu, kami menghadirkan inovasi terbaru dalam penanganan medis,”kata dia.
Sainthan menambahkan, Personal Medical Management dapat dinikmati oleh nasabah Premier Hospital & Surgical (PHS) dan Premier Hospital & Surgical Plus (PHS Plus). Dengan memiliki PHS atau PHS Plus, nasabah akan terproteksi atas biaya perawatan medis sekaligus berhak untuk mendapatkan akses layanan eksklusif yang bisa menjadi panduan untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan menerima perawatan sebaik mungkin, dimanapun di seluruh dunia.
Dalam perkembangan dunia medis saat ini yang menyediakan berbagai pilihan, spesialis, teknologi dan metode perawatan, sangat penting untuk dapat memberikan informasi yang personal dan dapat ditindaklanjuti oleh masyarakat.
“Tidak seperti layanan Opini Kedua (second opinion) yang hanya menyediakan sekali konsultasi, layanan Personal Medical Management menyediakan panduan dan dukungan yang berkesinambungan dari tim manajemen personal dan berdedikasi serta rangkaian konsultasi dengan tim multi-disiplin yang terdiri dari spesialis terkemuka di sepanjang tahapan perawatan medis,”ujarnya.
Lebih lanjut Sainthan menambahkan, penanganan medis yang tepat melalui dukungan yang komprehensif sangat penting terutama saat menghadapi kondisi medis yang serius seperti penyakit kritis. Berdasarkan data dari International Agency for Research on Cancer (IARC), tingkat kejadian untuk penyakit kanker di Indonesia selama 2018 mencapai 136,2 per 100.000 penduduk, sementara angka kematian untuk kanker di tahun yang sama mencapai 84,1 per 100.000 penduduk.
Sementara publikasi World Health Organization (WHO) tentang profil Penyakit Tidak Menular di Indonesia menunjukkan 35 persen dari total kematian pada 2016 disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan 12 persen disebabkan oleh penyakit kanker.
















