• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Angin Segar di Pasar Modal

by Sandy Romualdus
6 Agustus 2016 - 00:00
12
VIEWS
0
SHARES
12
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Di tengah banyaknya berita mengenai pelemahan ekonomi dan bisnis yang mengancam pertumbuhan, apa yang telah terjadi di pasar modal awal Juli tentu menjadi embun penyejuk. Akhir Juni lalu, indeks saham yang selama ini seperti menjauhi zona 5.000, akhirnya berhasil menembusnya.
Hal itu juga yang akhirnya membuat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio berjalan kaki dari kantornya di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat ke rumahnya di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, 1 Juli lalu. Pasalnya, dia pernah berjanji akan berjalan kaki dari Gedung BEI ke rumahnya jika indeks harga saham gabungan (IHSG) tembus 5.000.
Pada penutupan perdagangan Kamis (30/6/2016), IHSG ditutup menguat 36 poin atau 0,73 persen ke level 5.016. Kenaikan ini antara lain didorong oleh peningkatan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun. Emiten tersebut antara lain Astra International Tbk (ASII), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
Berdasarkan data BEI, sejak awal tahun hingga 1 Juli 2016, IHSG BEI membukukann kenaikan sebesar 8,24 persen (year to date/ytd). IHSG hanya kalah dibandingkan dengan bursa Filipina dan Thailand yang masing-masing tumbuh 12,63 persen dan 12,19 persen.
Pencapaian itu tentu semacam paradoks ekonomi saat ini. Dengan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang rendah ditambah dengan menurunnya ekspektasi perekonomian nasional maka tidak sulit bagi orang untuk memprediksi bahwa pasar modal pun akan tertekan.
Namun indeks saham ternyata bergerak positif. Bahkan level 5.000 berlanjut terus selama sepekan setelah libur Lebaran. “Pasca libur panjang Lebaran, IHSG BEI menguat ditunjang dana asing yang masih terus masuk. Hal ini memperlihatkan bahwa tingkat kepercayaan investor terhadap ekonomi dan pasar modal Indonesia positif,” ucap Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya.
Menurut dia, mengalirnya dana asing ke pasar saham domestik itu seiring dengan harapan tinggi terhadap kebijakan tax amnesty alias pengampunan pajak. Kebijakan itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong perekonomian Indonesia ke depan. “Ekspektasi perekonomian domestik yang tumbuh menjadi salah satu daya tarik untuk berinvestasi di dalam negeri. Khususnya saham,” kata William.
Bahkan William memproyeksikan, potensi indeks BEI menuju level 5.108 poin bisa tercapai dalam waktu dekat. Jika terjadi koreksi maka investor dapat manfaatkan momentum itu untuk melakukan akumulasi pembelian.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menambahkan, penguatan rupiah sebesar 0,6 persen pada awal pekan setelah libur Lebaran, serta perkiraan Bank Indonesia pada surplusnya neraca perdagangan kuartal II 2016 menambah faktor positif bagi pasar saham domestik.
Secara teknikal, lanjut dia, IHSG BEI bergerak menguat terkonsolidasi setelah sebelumnya membentuk pola penurunan. Namun, penguatan IHSG saat ini masuk pada area jenuh beli sehingga rawan aksi ambil untung.
Penopang IHSG BEI sempat terkena dampak buruk dari hasil referendum rakyat Britania Raya yang memutuskan keluar dari Uni Eropa (Britain Exit/Brexit) pada Jumat, 24 Juni 2016. Keluarnya Inggris yang merupakan ekonomi terkuat di Eropa dari komunitas tersebut tak pelak sempat membuat goncangan regional, termasuk Indonesia.
Di Asia Pasifik, koreksi terdalam terjadi di bursa Jepang lebih dari 7 persen. Sementara di bursa Indonesia, pada perdagangan Jumat (24/6/2016), IHSG ditutup di zona merah menyusul mayoritas lantai bursa global yang terkoreksi. Meski terkoreksi, investor asing justru mengakumulasi pembelian saham dengan mencatatkan net buy Rp587,29 miliar. Bahkan, investor asing membukukan net buy Rp1,43 triliun sepanjang pekan tersebut.
Banyak pelaku pasar sempat mengkhawatirkan dampak Brexit tersebut. Namun, tak sedikit juga yang yakin bahwa dampak Brexit hanyalah sementara. Terbukti, pekan berikutnya pasca Brexit, para investor asing justru melakukan aksi beli bersih di bursa Indonesia.
“Bisa dibuktikan yang menarik pasar Eropa turun kita tiga hari terakhir asing selalu net buy. Hari pertama Rp600 miliar, ke dua Rp800 miliar. Hari ini pasar naik lagi. Justru pasar Asia jadi menarik,” kata Dirut BEI Tito Sulistio.
Dia menuturkan, hubungan perdagangan antara Indonesia dan Inggris relatif kecil. Jadi, Brexit dianggap tidak berpengaruh besar pada Indonesia. “Kalau kita lihat perdagangan dengan Inggris kira-kira 150 jutaan dollar AS dengan Indonesia. Tapi kita ini Republik yang secara customer base hidup dari domestik kita sendiri. Dampaknya tidak terlalu besar,” ujar dia.
Memang, pasar saham Asia sempat memerah sebelum keputusan Brexit. Namun menurut Tito itu merupakan antisipasi yang dilakukan pelaku pasar. “Iya psikologis. Semua tahan diri karena semua orang ingin investasi aman,” tandas dia.
Sebelumnya, pasar bursa juga sempat tertekan sebentar ketika lembaga pemeringkat dunia Standard & Poor’s (S&P) memberikan rating Indonesia pada posisi BB+ untuk utang luar negeri jangka panjang dan B untuk utang luar negeri jangka pendek pada awal Juni 2016 lalu. Maklum, rating investment grade dari lembaga prestesius ini biasanya memang dijadikan acuan para investor dalam menempatkan portfolionya.
Berdasarkan data RTI, sehari setelah keluarnya rilis rating S&P, IHSG sempat dibuka melemah tipis ke level 4.836,50 pada perdagangan saham Kamis (2/6). Pada pukul 11.01 WIB, IHSG naik tipis 8,3 poin atau 0,19 persen ke level 4.848,83. IHSG sempat berada di level tertinggi 4.860,86 dan terendah 4.834,19.
Menurut analis PT Danareksa Sekuritas Lucky B. Purnomo, sentimen negatif yang membuat laju IHSG bergerak terbatas pada perdagangan hari itu lantaran pelaku pasar menanggapi pasif rilis peringkat investasi dari S&P tersebut. Sentimen S&P dinilai hanya sementara saja.
Pihaknya tetap yakin IHSG dapat sentuh level 5.200 pada akhir 2016. Ia menuturkan, hal itu didukung dari investor asing yang melihat pasar modal Indonesia masih menarik. Selain itu, potensi penurunan suku bunga acuan juga berdampak ke pasar modal Indonesia. Saat ini BI Rate berada di level 6,75 persen.
Dana Repatriasi Masuk Bursa
Sementara itu, perkembangan terbaru yang dinilai akan mendorong kembali indeks saham ke level yang tertinggi berikutnya adalah kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang disahkan 28 Juni 2016 lalu . IHSG diperkirakan akan kembali bergerak menguat hingga menembus level 5.100.
“Apresiasi tax amnesty mulai terlihat, sederhana saja, kebijakan itu menambah likuiditas. Lalu, ‘tax amnesty’ juga dapat memperbaiki neraca pembayaran Indonesia,” ujar Dirut BEI Tito Sulistio.
Tito menyatakan BEI siap menampung dana repatriasi hasil kebijakan pengampunan pajak ke dalam instrumen investasi di pasar modal. Menurutnya, BEI saat ini memiliki velocity ratio atau nilai transaksi dibanding dengan kapitalisasi pasar baru mencapai 21 persen, kondisi itu memungkinkan BEI siap menampung aliran masuk dana dari pengampunan pajak yang jumlahnya triliunan rupiah.
Salah satu instrumen yang disiapkan untuk menampung dana tax amnesty adalah melalui investasi saham, situasi itu akan membuat suplai dana ke bank dan permintaan di saham meningkat.
“Kapitalisasi pasar kita cukup besar dan siap menampung dana itu. Kami siap menampung dana tambahan Rp60 triliun per hari,” ujarnya.
Melihat berbagai kondisi positif yang akan melingkupi pasar saham domestik, cukup beralasan kalau ada optimisme bahwa pasar modal akan menuju nomor satu di kawasan ASEAN.
Pemerintah memperkirakan repatriasi akan mencapai sekitar Rp1.000 triliun. Beberapa perkiraan lainnya menyebutkan bahwa tax amnesty akan menimbulkan repatriasi sekitar Rp500-600 triliun. Anggaplah Rp500-600 triliun ini sebagai angka yang lebih realistis. Meskipun nilainya lebih kecil, repatriasi dana sebesar Rp500-600 triliun ini sangat berarti bagi likuiditas keuangan kita. Dana repatriasi ini akan menambah kemampuan sektor keuangan untuk kegiatan investasi di berbagai sektor ekonomi. Terlebih lagi, dana repatriasi ini harus mengendap setidaknya 3 tahun di Indonesia.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif
  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank
  • Baca juga: Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan
 
 
 
 
 
Previous Post

Pelemahan Ekonomi Bertemu Era Digital

Next Post

Mengerem Risiko dengan Menurunkan Kredit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

by Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Perlambatan Ekonomi dan Celah Pertumbuhan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance