JAKARTA, STabilitas —PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencatat penyaluran kredit baru sepanjang kuartal I 2020 sebesar Rp 4 triliun. Angka ini naik 20,7 persen dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp 3,4 triliun.
Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance, Sudjono mengatakan, kenaikan ini turut mengerek nilai pendapatan Perusahaan yang meningkat 10,1 persen menjadi Rp1,4 triliun.
“BFI Finance berhasil mencatat nilai pembiayaan baru sebesar Rp3,0 triliun di dua bulan pertama 2020. Namun sejak pengumuman Pemerintah atas terjadinya kasus positif COVID-19 di tanggal 2 Maret, kami memutuskan untuk memperketat penyaluran pembiayaan sebagai antisipasi atas kondisi ekonomi dan risiko bisnis yang timbul karena dampak dari pandemi ini di bulan-bulan mendatang,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Total laba dilaporkan sebesar Rp327,9 miliar atau turun 2,7 persen dari total laba di kuartal pertama 2019. Penurunan ini karena Perusahaan membentuk cadangan 70 persen piutang sebagai antisipasi penurunan ekonomi yang berpotensi meningkat kredit macet.
“Per 31 Maret 2020, BFI Finance mencatatkan NPF (Non-Performing Financing) 1,1 persen sementara cadangan kerugian yang ada mencapai 3,1x NPF atau sekitar 3,55 persen dari nilai aset produktif Perusahaan. Jumlah ini diharapkan akan menjadi buffer untuk mengantisipasi pemburukan NPF di tengah pandemi Covid-19,”ungkap Sudjono.
Sudjono melanjutkan, porsi produk pembiayaan kendaraan roda empat masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 68,7 persen yang disusul dengan pembiayaan kendaraan roda dua sebesar 21,2 persen, alat berat dan mesin sebesar 8,7 persen, dan sisanya adalah pembiayaan dengan agunan properti (property-backed financing), serta pembiayaan syariah.
Total piutang pembiayaan yang dikelola oleh Perusahaan tercatat sebesar Rp18,7 triliun, atau naik 3,1 persen dari sebelumnya sebesar Rp18,1 triliun. Kenaikan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan total aset Perusahaan di kuartal pertama 2020 sebesar Rp19,7 triliun atau naik 6,6 persen year on year.
“Kepercayaan dari perbankan juga masih solid. Di bulan Maret kemarin Perusahaan memperoleh pinjaman sindikasi mencapai USD100 juta. Hal ini mencerminkan adanya kepercayaan dan hubungan yang baik dengan mitra perbankan sehingga Perusahaan terus bertumbuh sesuai dengan rencana yang telah dibuat,”pungkas Sudjono.

















