JAKARTA, Stabilitas — BI nyatakan ketersediaan uang tunai jelang liburan Natal dan Tahun Baru tercukupi dan menghimbau masyarakat menggunakan uang elektronik. Hal ini disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi dalam konferensi Pers di Jakarta (20/12).
Rosmaya menyatakan ketersediaan uang tunai menjelang liburan Natal dan Tahun Baru sudah tercukupi. “Untuk tahun ini terjadi kenaikan jika dibandingkan dengan masa lliburan tahun lalu,”kata Rosmaya. “Tahun laku sebesar 91.7 Triliun, tahun ini kita prediksikan kenaika 10.7 persen menjadi 101.1 Triliun.”
- Baca juga: BI Temui Blogger dan Milenials
Lebih lanjut dikatakan Rosmaya, untuk persebaran uang, untuk wilayah Pulau Jawa di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebesar Rp 28, 4 triliun dengan pangsa pasar 28,1 persen. Sementara untuk persebaran ketersediaan uang tunai di wilayah timur Indonesia sebesar Rp 28,1 triliun dengan pangsa pasar 27,7 persen.
- Baca juga: BI Turunkan Biaya Transfer Kliring
Sementara itu untuk di Sumatera, BI menyediakan uang tunai sebesar Rp 21,2 triliun dengan pangsa 21 persen. Di akhir pernyataannya, Rosmaya menambahkan 98 persen dari uang tunai tersebut dalam bentuk pecahan tunai besar (dinatas Rp20.000,00) sementara 2 persen lainnya merupakan pecahan kecil.
Gubernur BI Perry Warjiyo kembali menegaskan bahwauang tunai selama Libur Natal dan Tahun Baru ini akan tercukupi, baik di wilayah pusat maupun daerah. “Kami (BI) menghimbau masyarakat sebaiknya menggunakan uang elektronik dibandingkan dengan uang tunai karena lebih aman dan mudah,”kata Perry.
Ia menambahkan, kalaupun masyarakat masih memilih menggunakan uang tunai sebaiknya tetap memegang prinsip 5J yakni Jangan dilipat, jangan diremas, jangan dicoret, serta jangan dibasahi

















