• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar

oleh Stella Gracia
4 Agustus 2026 - 09:59
23
Dilihat
Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar
0
Bagikan
23
Dilihat

Ekspansi pabrik pacu impor, Vietnam cetak defisit dagang US$ 3,59 miliar pada Juli 2026 di tengah tekanan tarif dan pengawasan ketat AS.

Stabilitas.id – Neraca perdagangan Vietnam kembali membukukan defisit bulanan untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut pada Juli 2026. Pembengkakan defisit ini dipicu oleh aksi pabrik-pabrik domestik yang terus memacu kapasitas produksi dan mengimpor bahan baku, kendati perekonomian berbasis ekspor tersebut kembali dibayangi hambatan tarif dari Amerika Serikat (AS).

  • Baca juga: Terbitkan Sukuk US$ 1,5 Miliar, Malaysia Kembali ke Pasar Obligasi Dolar Setelah 5 Tahun

Berdasarkan data resmi kantor statistik Vietnam, nilai ekspor mencatatkan lonjakan sebesar 25% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$ 53,1 miliar pada Juli 2026. Capaian ekspor tersebut sejatinya relatif sejalan dengan proyeksi konsensus para ekonom yang memperkirakan pertumbuhan di level 25,5%.

Namun di saat yang sama, laju impor Vietnam melesat jauh lebih kencang hingga 41,4% yoy, melampaui estimasi pasar yang berada di kisaran 36,7%. Pembengkakan pasokan bahan baku dan peralatan industri dari luar negeri ini memaksa neraca perdagangan Vietnam terperosok ke zona defisit sebesar US$ 3,59 miliar pada Juli 2026.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

Meskipun mencatatkan defisit, agresivitas impor tersebut menandakan bahwa aktivitas manufaktur Vietnam masih berada dalam fase ekspansi yang kuat. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Vietnam rilisan S&P Global mencatat kenaikan tajam pada volume produksi, pesanan baru, dan aktivitas pembelian, yang turut didorong oleh penurunan harga minyak dunia sehingga menekan biaya operasional manufaktur.

Di tengah lonjakan produksi, Vietnam kini berada dalam pengawasan ketat otoritas perdagangan Washington. Negara Asia Tenggara ini menjadi salah satu dari 60 negara yang dikenakan tarif baru oleh AS atas dugaan kurangnya pengawasan terhadap isu kerja paksa pada rantai pasok. Otoritas Bea Cukai AS bahkan mulai menggelar inspeksi acak ke pabrik-pabrik di Vietnam yang terhubung dengan modal Tiongkok guna menguji asal-usul bahan baku dan nilai tambah produk.

Kekhawatiran utama Washington tertuju pada potensi praktik transshipment atau pengalihan jalur pengiriman barang asal Tiongkok melalui Vietnam demi menghindari tarif masuk AS. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Amerika Serikat tetap bertahan sebagai pasar ekspor terbesar Vietnam dengan nilai surplus perdagangan mencapai US$ 91,4 miliar (+22,6% yoy). Sebaliknya, Tiongkok menjadi pemasok impor terbesar dengan pengapalan barang senilai US$ 138,6 miliar, sehingga melemparkan Vietnam ke defisit dagang sebesar US$ 93 miliar dengan Negeri Tirai Bambu tersebut.

  • Baca juga: Cetak Rekor Tertinggi Sejak 1995, Bank of Japan (BoJ) Kerek Suku Bunga ke Level 1%

Sementara itu dari sisi harga, laju inflasi (IHK) Vietnam naik 4,45% yoy pada Juli 2026, mendekati batas atas target pemerintah sebesar 4,5%. Bank sentral Vietnam memproyeksikan laju inflasi berpotensi merangkak naik hingga menyentuh 5,5% hingga akhir tahun akibat kenaikan biaya transportasi, jasa, dan harga energi global. ***

Tags: defisit perdagangan VietnamEkonomi Vietnamekspor Vietnamperang dagang AS ChinaPMI Manufaktur S&P Globaltransshipment Vietnam
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Selanjutnya

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Terbitkan Sukuk US$ 1,5 Miliar, Malaysia Kembali ke Pasar Obligasi Dolar Setelah 5 Tahun

Terbitkan Sukuk US$ 1,5 Miliar, Malaysia Kembali ke Pasar Obligasi Dolar Setelah 5 Tahun

oleh Stella Gracia
24 Juli 2026 - 17:05

Malaysia kembali ke pasar obligasi dolar setelah 5 tahun dengan merilis sukuk US$ 1,5 miliar di tengah ancaman membengkaknya subsidi...

Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

Terimpit Biaya Tinggi, PHK Manufaktur AS Sentuh Level Tertinggi Sejak Krisis 2009

oleh Stella Gracia
26 Juni 2026 - 11:10

Stabilitas.id – Sektor industri manufaktur Amerika Serikat (AS) dibayangi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mengkhawatirkan. Laporan teranyar dari...

Cetak Rekor Tertinggi Sejak 1995, Bank of Japan (BoJ) Kerek Suku Bunga ke Level 1%

Cetak Rekor Tertinggi Sejak 1995, Bank of Japan (BoJ) Kerek Suku Bunga ke Level 1%

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 14:20

Stabilitas.id – Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), resmi mengambil langkah agresif untuk mengakhiri era stimulus besar-besaran yang telah...

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

Data Ritel Terpuruk di Level 0,2%, Ekonom Desak Beijing Guyur Stimulus Agresif

oleh Stella Gracia
21 Mei 2026 - 15:12

Stabilitas.id — Rapor merah membayangi roda perekonomian Negeri Tirai Bambu setelah seluruh sektor utama dilaporkan mengalami perlambatan secara merata sepanjang...

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

Iran Tarik Upeti di Selat Hormuz, Donald Trump Tebar Ancaman Serangan Militer

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:59

Stabilitas.id — Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Teheran mengumumkan rencana pengenaan tarif dan pengetatan lalu lintas maritim...

Samsung Luncurkan Galaxy S6 Edge & Note 5

Samsung Terancam Mogok Terbesar dalam Sejarah, Korsel Siapkan Arbitrase Darurat Rp1.176 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:53

Stabilitas.id — Pemerintah Korea Selatan bersiap mengambil langkah ekstrem, termasuk mengaktifkan perintah arbitrase darurat, demi menjegal rencana aksi mogok kerja...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Keras Dan Menghantam

    Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenkeu Monitor 490 Daerah Tertekan Fiskal, Siapkan Suntikan Dana Belanja Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Dominasi Sektor Pertanian 42,6%, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun per Juni 2026

Dari Den Haag hingga Amsterdam, BNI Dampingi Waroeng Padang Lapek Bawa Cita Rasa Minang ke Eropa

Pacu Ekonomi Syariah di Kawasan FTZ, CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Batam

Momentum Hari UMKM Nasional, Bank Mandiri Dorong 56 Ribu Debitur KUR Naik Kelas

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

Tembus Rp1.211 Triliun, BRI Bersama Danantara Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Nasional

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Meringankan Beban 14 Juta Ibu-Ibu Prasejahtera, Bunga Pembiayaan PNM Mekaar Anjlok dari 20% ke 8%

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance