• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar

by Stella Gracia
4 Agustus 2026 - 09:59
27
VIEWS
Dibayangi Tekanan Tarif AS, Impor Vietnam Melesat 41,4%, Tembus Defisit US$ 3,59 Miliar
0
SHARES
27
VIEWS

Ekspansi pabrik pacu impor, Vietnam cetak defisit dagang US$ 3,59 miliar pada Juli 2026 di tengah tekanan tarif dan pengawasan ketat AS.

Stabilitas.id – Neraca perdagangan Vietnam kembali membukukan defisit bulanan untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut pada Juli 2026. Pembengkakan defisit ini dipicu oleh aksi pabrik-pabrik domestik yang terus memacu kapasitas produksi dan mengimpor bahan baku, kendati perekonomian berbasis ekspor tersebut kembali dibayangi hambatan tarif dari Amerika Serikat (AS).

  • Baca juga: Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Berdasarkan data resmi kantor statistik Vietnam, nilai ekspor mencatatkan lonjakan sebesar 25% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$ 53,1 miliar pada Juli 2026. Capaian ekspor tersebut sejatinya relatif sejalan dengan proyeksi konsensus para ekonom yang memperkirakan pertumbuhan di level 25,5%.

Namun di saat yang sama, laju impor Vietnam melesat jauh lebih kencang hingga 41,4% yoy, melampaui estimasi pasar yang berada di kisaran 36,7%. Pembengkakan pasokan bahan baku dan peralatan industri dari luar negeri ini memaksa neraca perdagangan Vietnam terperosok ke zona defisit sebesar US$ 3,59 miliar pada Juli 2026.

BERITA TERKAIT

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

  • Baca juga: Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

Meskipun mencatatkan defisit, agresivitas impor tersebut menandakan bahwa aktivitas manufaktur Vietnam masih berada dalam fase ekspansi yang kuat. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Vietnam rilisan S&P Global mencatat kenaikan tajam pada volume produksi, pesanan baru, dan aktivitas pembelian, yang turut didorong oleh penurunan harga minyak dunia sehingga menekan biaya operasional manufaktur.

Di tengah lonjakan produksi, Vietnam kini berada dalam pengawasan ketat otoritas perdagangan Washington. Negara Asia Tenggara ini menjadi salah satu dari 60 negara yang dikenakan tarif baru oleh AS atas dugaan kurangnya pengawasan terhadap isu kerja paksa pada rantai pasok. Otoritas Bea Cukai AS bahkan mulai menggelar inspeksi acak ke pabrik-pabrik di Vietnam yang terhubung dengan modal Tiongkok guna menguji asal-usul bahan baku dan nilai tambah produk.

Kekhawatiran utama Washington tertuju pada potensi praktik transshipment atau pengalihan jalur pengiriman barang asal Tiongkok melalui Vietnam demi menghindari tarif masuk AS. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Amerika Serikat tetap bertahan sebagai pasar ekspor terbesar Vietnam dengan nilai surplus perdagangan mencapai US$ 91,4 miliar (+22,6% yoy). Sebaliknya, Tiongkok menjadi pemasok impor terbesar dengan pengapalan barang senilai US$ 138,6 miliar, sehingga melemparkan Vietnam ke defisit dagang sebesar US$ 93 miliar dengan Negeri Tirai Bambu tersebut.

  • Baca juga: Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

Sementara itu dari sisi harga, laju inflasi (IHK) Vietnam naik 4,45% yoy pada Juli 2026, mendekati batas atas target pemerintah sebesar 4,5%. Bank sentral Vietnam memproyeksikan laju inflasi berpotensi merangkak naik hingga menyentuh 5,5% hingga akhir tahun akibat kenaikan biaya transportasi, jasa, dan harga energi global. ***

Tags: defisit perdagangan VietnamEkonomi Vietnamekspor Vietnamperang dagang AS ChinaPMI Manufaktur S&P Globaltransshipment Vietnam
 
 
 
 
 
Previous Post

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Next Post

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:49

Korea Selatan menyelidiki pembobolan data 68.000 nasabah di tujuh bank terkemuka akibat serangan siber otomatis berbasis Artex AI. Stabilitas.id - Pemerintah...

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:11

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen pada kuartal III/2026 ditopang ekspor dan investasi, memicu ADB merevisi proyeksi pertumbuhan tahunan menjadi 7,8...

Setahun Berjalan, Bullion Bank Pegadaian dan BSI Himpun 153 Ton Emas

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

by Stella Gracia
23 September 2026 - 10:36

Tiongkok membukukan rekor impor emas melampaui 1.000 ton senilai Rp2.811 triliun. Manuver ini menjadi langkah mitigasi risiko seiring kolapsnya properti...

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:49

IMF membunyikan alarm terkait rasio utang publik global yang akan melampaui 100% PDB pada 2029. Investor mulai rekalibrasi portofolio menjauhi...

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

by Stella Gracia
18 September 2026 - 18:14

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4,00 persen demi menekan inflasi, mengabaikan kritik dan desakan Presiden Donald...

Deeskalasi Timur Tengah: Trump Tangguhkan Serangan, Iran Ajukan Proposal 10 Poin

Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

by Stella Gracia
14 September 2026 - 14:48

Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil alih kendali minyak Iran mengadopsi skenario kesepakatan Venezuela, di tengah memanasnya konflik Selat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance