BERITA TERKAIT
PT Trada Maritime Tbk resmi mengganti nama perusahaannya menjadi PT Trada Alam Minera Tbk seiring dengan langkah perusahaan mendiversifikasi bisnisnya ke sektor pertambangan dan energi. Selama ini, emiten berkode saham TRAM tersebut lebih banyak berkutat pada bisnis sektor pelayaran. “Diversifikasi (bisnis) ke bisnis jasa pertambangan dan energi kami harapkan bisa mendongkrak kinerja bisnis dan memberi nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar Direktur Utama TRAM, Soebianto Hidayat, di Jakarta, Selasa (7/11). Ke depan, menurut Soebianto, bisnis pertambangan yang baru digeluti ini dapat bersinergi dengan bisnis perusahaan di sektor angkutan laut yang telah digeluti sebelumnya.
Langkah perusahaan merambah bisnis pertambangan, Soebianto menjelaskan, bakal dilakukan dengan mengakuisisi dua perusahaan di bidang energi. Dua perusahaan tersebut meliputi PT Gunung Bara Utama (GBU) dan PT SMR Utama Tbk (SMRU). GBU akan diakusisi secara tidak langsung melalui PT Semeru Infra Energi (SIE) dan PT Black Diamond Energi (BDE), sedangkan SMRU akan diakuisisi oleh Lautan Rizki Abadi. “Langkah (akuisisi) kami harapkan dapat menjadi awal bagi TRAM untuk menerapkan strategi pertumbuhan yang akhirnya dapat memberi nilai tambah, baik bagi perusahaan sendiri maupun tentunya untuk pemegang saham,” tutur Soebianto. Rencananya, aksi akuisisi bakal dibiayai dari dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan Hak memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan dari pinjaman perbankan dengan target dana sebesar Rp6 triliun. “Untuk saat ini kami juga sudah mendapatkan persetujuan untuk right issue tersebut. Kami akan menerbitkan 40 miliar unit saham baru bernominal Rp100 per unit atau mencapai 80,43 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Bersamaan dengan itu kami juga menerbitkan 3,4 miliar waran seri II,” tegas Soebianto.
















