• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok hingga 6,5%

oleh Sandy Romualdus
3 Juli 2026 - 00:37
36
Dilihat
Tumbuh Positif, Penerimaan Pajak Capai Rp970,2 Triliun di Paruh Pertama 2023
0
Bagikan
36
Dilihat

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Pemerintah dan Bank Indonesia resmi menyepakati asumsi dasar ekonomi makro untuk RAPBN 2027. Pertumbuhan ekonomi dipatok di level 5,8%–6,5% dengan pengelolaan fiskal ekspansif namun tetap terukur.

Stabilitas.id – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) resmi menyepakati kisaran asumsi dasar ekonomi makro yang akan menjadi fondasi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dalam kesepakatan ini, otoritas menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional berada di rentang tinggi, yakni 5,8% hingga 6,5%.

  • Baca juga: JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

Wakil Ketua Banggar DPR RI Wihadi Wiyanto mengungkapkan, postur asumsi dasar ini merupakan hasil pembahasan intensif pembicaraan pendahuluan RAPBN 2027 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang telah berlangsung pada 9–29 Juni 2026. Target pertumbuhan disusun dengan mengalkulasi dinamika geopolitik global, volatilitas pasar keuangan, serta efektivitas bauran kebijakan fiskal dan moneter di sektor riil.

“Target pertumbuhan ekonomi tahun 2027 disepakati pada kisaran 5,8 sampai 6,5 persen,” tegas Wihadi saat membacakan laporan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (2/7).

BERITA TERKAIT

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Belanja Negara Tembus Rp4.097,2 Triliun pada RAPBN 2027, Ini Asumsi Makronya

Banggar menilai proyeksi pertumbuhan tersebut realistis untuk dicapai asalkan pemerintah konsisten mengeksplorasi mesin pertumbuhan domestik. Ini mencakup langkah menjaga daya beli konsumsi rumah tangga, memperbaiki iklim investasi, memangkas biaya logistik nasional, memberikan kepastian hukum, serta merevitalisasi kapasitas industri manufaktur berbasis keunggulan lokal agar pertumbuhan berjalan lebih berkualitas.

Rincian Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN 2027

Berikut adalah poin-poin krusial indikator ekonomi makro yang disepakati untuk menjadi acuan penyusunan Nota Keuangan RAPBN 2027:

Indikator Makro Target / Proyeksi Kesepakatan
Pertumbuhan Ekonomi 5,8% – 6,5%
Inflasi 1,5% – 3,5%
Nilai Tukar Rupiah Rp 16.800 – Rp 17.500 per dolar AS
Harga Minyak Mentah (ICP) USD 70 – USD 95 per barel
Lifting Minyak Bumi 605.000 – 620.000 barel per hari
Lifting Gas Bumi 951.000 – 990.000 barel setara minyak per hari

Untuk jangkar inflasi, DPR dan pemerintah sepakat menguncinya di level 1,5%–3,5%. Koridor ini dinilai aman untuk mengawal stabilitas makroekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat kelas menengah-bawah.

“Tingkat inflasi 2027 terus diupayakan berada pada sasaran inflasi sebesar 1,5 sampai 3,5 persen. Kisaran tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas makroekonomi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan,” tambahan Wihadi. Sinergi TPIP-TPID bersama Bank Indonesia diproyeksikan bakal diperketat untuk meredam potensi guncangan volatile food akibat perubahan iklim.

  • Baca juga: Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

Kurs Rupiah & Ketahanan Energi

Di sektor moneter, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS. Otoritas mengakui bahwa kurs Garuda masih akan menghadapi tekanan dari arah kebijakan moneter bank sentral global, tensi geopolitik, serta pola arus modal internasional (capital outflow). Kendati demikian, rupiah dinilai berpeluang menguat ke batas bawah apabila reformasi tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE) komoditas berjalan optimal.

Beralih ke sektor energi, gejolak di kawasan Timur Tengah membuat harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok cukup lebar di level USD 70–USD 95 per barel. Namun, kabar baik datang dari target volume produksi siap jual atau lifting migas nasional yang diputuskan naik guna menyokong target swasembada energi jangka panjang.

“Target ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kemandirian energi nasional, untuk itu pemerintah perlu mendorong peningkatan investasi migas pada level upstream, menambah kapasitas produksi dari sumur-sumur lama, namun juga meningkatkan produksi dengan sumur-sumur migas baru,” papar Wihadi.

Defisit Dijaga di Bawah 2,5% PDB

Dari sisi pengelolaan keuangan negara, Banggar DPR menyepakati rasio pendapatan negara berada di kisaran 12,01% hingga 12,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Target pendapatan ini sejatinya lebih tinggi dibandingkan usulan awal yang diajukan pemerintah. Peningkatan kepatuhan wajib pajak, perluasan basis pajak digital, serta optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sumber daya alam akan menjadi andalan tanpa mengorbankan geliat investasi.

Dengan postur pendapatan tersebut, kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan tetap bersifat ekspansif namun terukur guna mengakomodasi program-program prioritas. Adapun defisit APBN 2027 disepakati berada pada kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap PDB.

  • Baca juga: Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

“Untuk itu, defisit tahun 2027 dikendalikan di kisaran 1,80 persen sampai 2,40 persen PDB yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan sejahtera lebih cepat,” pungkas Wihadi. Pemerintah dipastikan akan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential) dalam merancang pembiayaan anggaran dan manajemen utang luar negeri demi membentengi ketahanan fiskal dari ketidakpastian global. ***

Tags: #Pertumbuhan EkonomiAsumsi Makro 2027Banggar DPR RIdefisit apbnLifting MigasNilai Tukar RupiahRAPBN 2027Wihadi Wiyanto
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BTN Resmi Caplok Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

Selanjutnya

Jumlah Investor Tembus 28,1 Juta, OJK Perluas Edukasi Pasar Modal Syariah di Jawa Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Pangkas Kewajiban Rp2,3 Triliun, SIG Pertahankan Peringkat idAAA dari Pefindo

oleh Stella Gracia
8 September 2026 - 12:33

Pefindo kembali menyematkan peringkat tertinggi idAAA untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada Agustus 2026 berkat keuangan sehat, keberhasilan...

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Kelola 50.000 Karyawan, Japfa Adopsi Teknologi AI Workday untuk Transformasi SDM

oleh Stella Gracia
8 September 2026 - 10:30

Japfa menggandeng platform AI Workday untuk mentransformasi manajemen HR bagi lebih dari 50.000 karyawan guna mendukung efisiensi operasional dan ekspansi...

Modal Asing Rp8,12 Triliun Kabur dari RI Pekan Lalu, Investor Ramai Jual SBN & SRBI

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:36

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia Agustus 2026 meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS, setara 5,4 bulan impor dan...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 12:34

Analisis data statistik Bank Indonesia menunjukkan Uang Primer (M0) Adjusted Agustus 2026 mencapai Rp2.281,5 triliun, didorong pertumbuhan giro bank dan...

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

oleh Stella Gracia
6 September 2026 - 22:30

TransNusa sesuaikan operasional penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di CGK dan TKG, serta siapkan opsi penjadwalan ulang dan pengembalian...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Pacu Transformasi Beyond Mortgage, Peringkat Kredit BTN Tetap Perkasa di Level idAAA

OJK Serukan Generasi Muda Mulai Siapkan Pensiun Sejak Dini, Antisipasi ‘Aging Population’

Asing Borong SBN Rp15,3 Triliun, Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp128,8 Triliun

Tahan Banting Hadapi Gejolak Global, OJK Catat Kredit Bank Tembus Rp9.135 Triliun

Kualitas Aset Membaik, LDR dan CAR BRI Terjaga Solid di Paruh Pertama 2026

Pangkas Kewajiban Rp2,3 Triliun, SIG Pertahankan Peringkat idAAA dari Pefindo

Inovasi OCTO dan Layanan Valas Bawa CIMB Niaga Sabet Tiga Trofi di ABF Awards 2026

Kelola 50.000 Karyawan, Japfa Adopsi Teknologi AI Workday untuk Transformasi SDM

Analisis Pasar: IHSG Menguji Resistance 6.725, Sektor Perbankan Jadi Penopang

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Jumlah Investor Tembus 28,1 Juta, OJK Perluas Edukasi Pasar Modal Syariah di Jawa Timur

Jumlah Investor Tembus 28,1 Juta, OJK Perluas Edukasi Pasar Modal Syariah di Jawa Timur

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance