Fitch Ratings Indonesia menaikkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank KASIKORN Indonesia (BMAS) menjadi AA+(idn) dengan outlook stabil.
Stabilitas.id – Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia resmi menaikkan Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank KASIKORN Indonesia Tbk (BMAS) alias KBank Indonesia menjadi AA+(idn) dari sebelumnya AA(idn), dengan prospek (outlook) stabil.
Di saat yang sama, Fitch mempertahankan Peringkat Nasional Jangka Pendek BMAS pada level F1+(idn).
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Selasa (21/7), Fitch menjelaskan bahwa kenaikan peringkat ini mencerminkan pandangan atas makin tingginya probabilitas dukungan (extraordinary support) dari pemegang saham pengendali, KASIKORNBANK Public Company Limited.
BERITA TERKAIT
Keterkaitan reputasi (reputational linkage) antara KBank Indonesia dan induk usahanya dinilai kian solid, terutama pasca penyelesaian proses rebranding dan perubahan nama dari sebelumnya PT Bank Maspion Indonesia Tbk. Saat ini, KASIKORNBANK menggenggam 89,5% saham BMAS.
Fitch menilai KASIKORNBANK memiliki kapasitas finansial yang sangat memadai untuk menopang permodalan dan likuiditas anak usahanya di Indonesia jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kapasitas dukungan tersebut tercermin dari proporsi skala bisnis BMAS terhadap grup:
-
Kontribusi Aset: Aset BMAS mencakup sekitar 0,9% dari total aset konsolidasian KASIKORNBANK pada akhir 2025.
-
Kontribusi Ekuitas: Ekuitas BMAS menyumbang sekitar 1,8% terhadap ekuitas konsolidasian induk.
Di sisi lain, Fitch mencatat bahwa profil kredit mandiri (standalone credit profile) BMAS belum menjadi pendorong utama penetapan peringkat ini. Hal tersebut disebabkan oleh pangsa pasar perseroan yang masih relatif terbatas, yakni menguasai sekitar 0,2% dari total aset sistem perbankan nasional.
Kendati porsi kontribusi keuangan BMAS terhadap grup KASIKORNBANK masih tergolong kecil, Fitch menekankan bahwa makin eratnya integrasi operasional dan kepemilikan saham memperkuat komitmen jangka panjang sang induk dalam mengawal ekspansi bisnis KBank Indonesia di pasar domestik. ***

















