• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Gas dan Rem Bisnis Keluarga

by Sandy Romualdus
9 Juli 2015 - 00:00
49
VIEWS
Gas dan Rem Bisnis Keluarga
0
SHARES
49
VIEWS

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Keluarga Cassim memiliki dan mengoperasikan sebuah rumah mode yang bermarkas di kota Johannesburg, Afrika Selatan. Perusahaan keluarga ini telah 75 tahun menyuplai tekstil ke jaringan ritel. Di samping itu, perusahaan juga menyuplai tirai dan selimut. Saat ini perusahaan dipimpin oleh Mahmood, sang ayah, dan kedua putranya, Abu dan Yusuf.
Perusahaan ini pada awalnya hanya mengelola secara ritel bisnisnya tersebut. Kemudian, mereka memperluas usahanya menjadi grosir tekstil. Namun keluarga Cassim kemudian memutuskan untuk menutup bisnis ritelnya dan berkonsentrasi sebagai grosir. Alasannya adalah mereka sudah menguasai seluk-beluk bisnis tekstil. Pelanggan mereka sudah paham betul apa ekspektasi mereka terhadap perusahaan. Demikian pula sebaliknya. Perusahaan telah paham kebutuhan mereka sehingga mudah dilayani. Basis pelanggan telah dibangun dengan baik. Sistem dan proses telah cukup mapan.
Keluarga Cassim telah memilih untuk berkonsentrasi dalam bisnis perdagangan tekstil. Ini tentu sah-sah saja. Namun ada pula perusahaan keluarga yang memilih strategi diversifikasi untuk mengembangkan bisnisnya. Contohnya adalah Cargill (AS), Tata Group (India), LG (Korea Selatan), dan Sabanci (Turki). Di Indonesia, banyak juga berusahaan keluarga yang melakukan diversifikasi usaha. Ini juga sah-sah saja. Tentu selama didasarkan pada kalkulasi bisnis yang matang.
Apapun strategi yang dilakukan, sama halnya dengan perusahaan lain, perusahaan keluarga juga memerlukan pertumbuhan. Pertumbuhan bisnis diperlukan demi mengoptimalkan sumber daya, memanfaatkan potensi pasar, mendahului pesaing masuk pasar, dan memanfaatkan peluang bisnis. Kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan penjualan, laba, dan memberikan nilai tambah bisnis dalam jangka panjang. Pertumbuhan berarti meningkatnya pendapatan, keuntungan, pangsa pasar, jumlah pelanggan, jumlah karyawan, dan lokasi operasi. Bagi anggota keluarga, pertumbuhan perusahaan akan membantu mereka untuk memperluas cakrawala pemikiran.
Kembali kepada contoh keluarga Cassim di atas, meski hanya berkonsentrasi di bisnis tekstil, bukan berarti perusahaan tidak tumbuh. Terbukti dengan diperkenalkannya tirai dan selimut sebagai lini bisnis baru. Dengan terjun ke bisnis baru ini, Mahmood dan putraputranya belajar bagaimana cara merakit tirai dan selimut. Mereka juga belajar cara menjual kedua barang tersebut. Keluarga Cassim juga rajin melakukan inovasi dan pembaruan terhadap bisnis mereka. Kebijakan ini mendapat dukungan, baik secara emosional maupun finansial dari seluruh keluarga.
Meski demikian, perusahaan keluarga harus hati-hati dengan risikorisiko yang muncul seiring dengan tingginya pertumbuhan. Dalam konteks bisnis keluarga, ada dua risiko yang melekat, yaitu risiko bisnis dan risiko hubungan keluarga. Risiko-risiko bisnis yang harus diantisipasi adalah teknologi yang tidak lagi memadai seiring makin kompleksnya operasi bisnis, pesaing yang mulai masuk dan melancarkan serangan balik, kebutuhan dana yang meningkat, kurangnya karyawan dalam hal jumlah dan kompetensi, dan fasilitas produksi dan layanan yang tidak memadai sehingga harus ditingkatkan. Bertumbuhnya bisnis juga mengharuskan diterapkannya praktik-praktik manajemen yang lebih profesional. Struktur organisasi, sistem, dan prosedur harus mulai ditata. Tanpa pengelolaan yang baik, bisnis yang tumbuh cepat akan kewalahan melayani pelanggan, gangguan operasional, kekurangan karyawan yang kompeten, kesulitan dalam mengelola persediaan, dan menghadapi keluhan pelanggan yang tidak puas.
Pertumbuhan tinggi ternyata juga meningkatkan risiko pecahnya konflik di antara anggota keluarga. Di banyak perusahaan keluarga, konflik justru pecah tatkala perusahaan sedang tumbuh pesat. Saat awal didirikan, pendiri mudah meraih komitmen anggota keluarga. Mereka sadar harus bersatu agar dapat bertahan dan maju.
Komunikasi dan informasi mengalir tanpa distorsi. Keputusan lebih cepat diambil karena dominannya pendiri, yang memiliki kontrol kuat terhadap sumber daya dan terlibat dalam aktivitas keseharian perusahaan. Rasa saling percaya antar anggota keluarga tinggi. Jika terjadi perselisihan, pendiri sebagai sosok yang dihormati akan langsung turun tangan.
Namun saat perusahaan bertumbuh, hubungan antar anggota keluarga menjadi lebih kompleks. Kesuksesan juga menjadikan anggota keluarga terlalu percaya diri. Mereka bahkan mulai lebih mengedepankan kepentingan pribadi ketimbang bisnis. Akibatnya, keharmonisan anggota keluarga terganggu. Untuk mencegah hal ini, perusahaan harus menyusun struktur, sistem, dan prosedur organisasi, yang mengatur hak, kewajiban, tugas, dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga. Semakin dini disusun, semakin baik.
Pertumbuhan bisnis keluarga memang harus dipacu. Namun pertumbuhan tanpa mengantisipasi risiko berpotensi melahirkan bencana. Perusahaan perlu menyeimbangkan kapan saatnya harus menginjak gas, dan kapan harus menginjak rem.

  • Baca juga: Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi
  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan
  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital
 
 
 
 
 
Previous Post

Cara Bank Indonesia Berkompromi

Next Post

Menegakkan Kedaulatan Rupiah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 17:40

Oleh : Mas’ud Said - Penulis buku BPD Resilient, Competitive and Contributive PELUNCURAN Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I)...

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Terpakai Rp17 Triliun, Bank Mandiri Jelaskan Fasilitas Kredit Rp40 Triliun ke Jhonlin Group

Tindak 330 Entitas Ilegal, Satgas PASTI dan IASC Blokir Rekening Penipuan Rp825,2 Miliar

CASA Tembus Rp733,7 Triliun, BNI Bukukan Laba Operasional Kuartal III Terbesar Sepanjang Sejarah

Alokasikan Rp1 Triliun di Tahap II, BRI Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Danamon Siapkan Rp 2 Triliun untuk Penarikan Uang Tunai

Danamon Siapkan Rp 2 Triliun untuk Penarikan Uang Tunai

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance