Stabilitas.id – Emiten manufaktur dan ritel perhiasan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), PT Agincourt Resources (PTAR), dan PT Emas Murni Abadi (EMA). Sinergi ini bertujuan mengintegrasikan ekosistem industri emas nasional dari hulu hingga hilir.
Kesepakatan yang ditandatangani di Bandung, Rabu (1/1/2026), ini mencakup pemurnian emas domestik serta distribusi logam mulia hasil tambang lokal ke industri manufaktur dan perhiasan di dalam negeri.
Integrasi Hulu ke Hilir
BERITA TERKAIT
Dalam skema kerja sama ini, PT Agincourt Resources sebagai produsen emas akan memproses hasil tambangnya melalui fasilitas pemurnian (refinery) milik PT Emas Murni Abadi di Bandung. Selanjutnya, emas murni berkadar tinggi tersebut akan didistribusikan ke pasar nasional melalui jaringan HRTA.
Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program hilirisasi mineral pemerintah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan impor.
“Kerja sama ini memperkuat hilirisasi industri emas nasional dengan memastikan proses pengolahan dan peningkatan nilai tambah dilakukan di dalam negeri. HRTA mendapatkan kepastian pasokan bahan baku untuk mendukung produksi dan ekspansi pasar,” ujar Sandra dalam keterangan resmi.
Implementasi kolaborasi ini dituangkan dalam empat dokumen hukum utama:
-
MoU Jual Beli Logam Mulia: Antara DTN dan HRTA.
-
MoU Jasa Pemurnian: Antara DTN dan EMA.
-
Perjanjian Jasa Pemurnian: Antara PTAR dan EMA.
-
Perjanjian Jual Beli Logam Mulia: Antara PTAR dan HRTA.
Sinergi ini memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak; PTAR memperoleh akses fasilitas pemurnian domestik yang efisien, EMA memperkuat posisi sebagai refinery nasional, sementara DTN mengoptimalkan rantai pasok logam.
Komitmen ESG dan Bullion Bank
Selain aspek bisnis, para pihak berkomitmen menerapkan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta due diligence yang ketat.
Langkah HRTA ini juga semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam pengembangan Bullion Bank di Indonesia. Dengan operasional yang terintegrasi secara vertikal dan jaringan lebih dari 1.000 point of sales, HRTA optimistis dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri emas global.
Hingga saat ini, HRTA tetap menjadi satu-satunya perusahaan perhiasan emas di Indonesia yang tercatat di bursa saham (BEI), dengan fokus pertumbuhan pada pasar domestik maupun ekspansi global yang telah dimulai sejak 2023.***






.jpg)










