BERITA TERKAIT
JAKARTA-PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) tengah bersiap untuk menambah armada kapalnya sebagai bagian dari realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) yang dilakukan perusahaan pada akhir tahun 2017 lalu. Saat itu, dari proses IPO IPCM berhasil meraup dana segar dari masyarakat sebesar Rp461,89 miliar yang sesuai rencana seluruhnya bakal digunakan untuk penambahan kapal baru, baik untuk jenis kapal pandu maupun kapal tunda. Sejauh ini, IPCM sendiri tercatat memiliki armada kapal tunda maupun kapal pandu secara keseluruhan sebanyak 73 kapal. “Tahun ini kami mau tambah empat (kapal baru). Lalu tahun 2019 nanti (menambah) empat (kapal baru) lagi. Dananya dari hasil IPO karena sejauh ini sebagian besar belum kami pakai,” ujar Direktur Keuangan dan SDM IPCM, Herman Susilo, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan, di Jakarta, Selasa (6/6).
Untuk saat ini, menurut Herman, dana hasil IPO yang belum digunakan adalah sebesar Rp439,53 miliar. Sedangkan untuk kebutuhan penambahan armada kapal sebanyak empat unit ditahun ini, diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp248 miliar. Sisa dari dana tersebut nantinya disiapkan untuk anggaran penambahan armada kapal di tahun depan. “Tapi ya kita lihat dulu harganya tahun depan seperti apa. Kalau ternyata (anggarannya) masih kurang ya tinggal ditambah dari kas internal,” tutur Herman. Selain membahas soal rencana penambahan armada, RUPST kali ini juga memutuskan penggunaan laba bersih yang berhasil dikantongi oleh perusahaan di sepanjang tahun 2017 lalu. Diantaranya adalah sebesar 29,62 persen dialokasikan untuk pembagian dividen kepada investor yang dirasa turut berjasa dalam menopang kinerja perusahaan melalui partisipasinya dalam IPO lalu. “Dari total laba bersih (tahun 2017) sebesar Rp120,41 1miliar, Rp35,67 miliar diantaranya telah disepakati untuk dibagi sebagai dividen. Itu setara dengan Rp6,75 per saham,” tegas Herman.
















