• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Kaspar Situmorang Nahkodai BRI Agro Bertransformasi Jadi Bank Digital 

Prosepek bisnis digital banking yang sangat kompetitif ini mendorong BRI Agro untuk membentuk manajemen yang kuat dan tentunya familiar dengan strategi pengembangan digital banking.

by Sandy Romualdus
9 April 2021 - 17:37
165
VIEWS
Kaspar Situmorang Nahkodai BRI Agro Bertransformasi Jadi Bank Digital 
0
SHARES
165
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) telah menetapkan fokus bisnis di tahun 2021 yakni transformasi bisnis Perseroan menjadi digital attacker bank. Perluasan basis bisnis Perseroan dengan bisnis model yang baru sebagai bank digital ini akan mulai dikembangkan dengan pengembangan infrastruktur, serta produk yang sesuai dengan layanan serta melakukan pengembangan produk simpanan yang dapat meningkatkan transaksi seperti QR payment, debit card dan digital saving.

Prosepek bisnis digital banking yang sangat kompetitif ini mendorong BRI Agro untuk membentuk manajemen yang kuat dan tentunya familiar dengan strategi pengembangan digital banking. Maka tak heran jika Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) BRI Agro pada Jumat (9/4) menunjuk Kaspar Situmorang sebagai nahkoda baru Perseroan dalam menjalankan proses transformasi menuju bank digital. Asal tau saja, jabatan Kaspar sebelumnya adalah Executive Vice President Digital Banking di induk usaha Bank BRI, induk usaha BRI Agro.

  • Baca juga: Raih 35 Juta Nasabah, SeaBank Kantongi DPK Rp41,8 Triliun dan CASA Dominan 69,6%

Hirawan Nur Kustono, Sekretaris Perusahaan BRI Agro melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (9/4) menjelaskan, RUPS yang bertempat di Kantor Pusat BRI Agro Jakarta Selatan dengan menerapkan protokol kesehatan itu menyepakati perubahan susunan pengurus BRI Agro, dengan susunan Direksi dan Dewan Komisaris BRI Agro adalah sebagai berikut:

BERITA TERKAIT

Raih 35 Juta Nasabah, SeaBank Kantongi DPK Rp41,8 Triliun dan CASA Dominan 69,6%

Laba Bersih Bank Neo Commerce Naik Jadi Rp 294,85 Miliar di Semester I 2026

Usung 4 Pilar Berkelanjutan, Krom Bank Resmikan Program KROMOVEMENT

Kredit Tumbuh 24% dan NPL Terjaga 0,8%, Bank Jago Raih Laba Rp189 Miliar di Semester I-2026

Dewan Komisaris :
– Komisaris Utama : Sdr. Budi Satria
– Komisaris Independen : Sdr. Eko B.Supriyanto*
– Komisaris Independen : Sdri. Rina Saadah*
– Komisaris Independen : Sdr. Rama Notowidigdo*
– Komisaris : Sdr. Achmad F.C Barir*

Direksi :
– Direktur Utama : Sdr. Kaspar Situmorang*
– Direktur Keuangan dan Operasional : Sdr. Arif Wicaksono
– Direktur Digital Bisnis : Sdr. Bhimo Wikan Hantoro*
– Direktur Retail Agri dan Pendanaan : Sdr. Sigit Murtiyoso
– Direktur Enterprise Risk Management,
Compliance and Human Resource : Sdr. Ernawan

*) Efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Kinerja 2020

Hirawan lebih lanjut mengungkapkan bahwa, dalam RUPS Tahunan tersebut Direksi BRI Agro juga menjelaskan Kinerja Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang masih menunjukan adanya pertumbuhan. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan Total Aset per 31 Desember 2020 perseroan mencatat pertumbuhan Total Aset sebesar 3,50% (yoy) dari Rp27.7 triliun pada 2019 menjadi Rp28.02 triliun pada 2020 (audited).

  • Baca juga: Laba Bersih Bank Neo Commerce Naik Jadi Rp 294,85 Miliar di Semester I 2026

Penyaluran Kredit tetap tumbuh sebesar 0,65% (yoy) dari Rp19.37 triliun pada 2019 menjadi Rp19.49 triliun pada 2020. Kondisi global dan domestik yang terdampak oleh Pandemi Covid-19 adalah salah satu penyebab rendahnya pertumbuhan kredit Perseroan. Meskipun demikian, perseroan masih berkomitmen untuk memenuhi target kinerja yang ditetapkan. Pertumbuhan Total Aset tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 0,65% (yoy) dari sebesar Rp19,37 triliun pada tahun 2019 (audited) menjadi sebesar Rp19,49 triliun pada tahun 2020 (audited).

Hirawan menjelaskan, penyaluran kredit konsumer melalui aplikasi digital Pinjam Tenang atau disebut PINANG juga sudah mulai memperlihatkan hasil. PINANG adalah pinjaman berbasis digital yang merupakan produk pinjaman bank berbasis aplikasi pertama di Indonesia. “Aplikasi PINANG sudah fully digital dengan sistem digital verification, digital scoring dan digital signature. Product development PINANG dilakukan oleh BRI selaku perusahan induk, kemudian dialihkan ke Perseroan untuk dikembangkan dan dipasarkan. Pada tahun 2020, total disbursement PINANG sebesar Rp70,6 miliar dan sudah melayani debitur lebih dari 18 ribu debitur,” sebutnya.

Selain itu, kontribusi sektor agribisnis yang menjadi fokus perseroan adalah salah satu penopang pertumbuhan penyaluran kredit Perseroan. Porsi penyaluran kredit kepada sektor agribisnis sendiri tercatat sebesar 56% dengan penyaluran terbesar pada komoditas kelapa sawit.

Hirawan juga menjelaskan, selain melakukan pengembangan bisnis eksisting, BRI Agro juga saat ini tengah melakukan kolaborasi dengan berbagai Start Up dari berbagai jenis bidang bisnis, salah satunya dari bidang Financial Technology (Fintech) Services dalam upaya untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat melalui digital platform.

Dari sisi liabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 8,75% (yoy) dari Rp21.14 triliun pada 2019 menjadi Rp22.99 triliun pada 2020, pertumbuhannya cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan BUKU II sebesar 4,47% (yoy) pada Desember 2020. Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan giro dan tabungan sehingga terjadi perbaikan CASA menjadi 23,85% dari sebelumnya sebesar 14,31% pada 2019. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam menurunkan Cost of Fund (COF) yang mencapai 5,97% pada 2020 dari sebelumnya sebesar 7,02% pada 2019.

“Dari sisi profitabilitas dan kondisi ekonomi yang berdampak karena pandemi covis-19 perseroan masih mampu mencetak perolehan laba bersih dari sebesar Rp31,26 miliar pada tahun 2020. Perolehan laba bersih tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan kondisi perbankan nasional yang mengalami koreksi penurunan laba bersih pada Desember 2020 yang diakibatkan karena adanya Pandemi Covid-19,” papar Hirawan.

Dari sisi likuiditas, rasio likuiditas (LDR) BRI Agro masih dapat terjaga pada level aman yakni sebesar 84,76% sesuai parameter yang ditetapkan oleh regulator. Selain itu, tingkat likuiditas diluar rasio LDR yaitu RIM masih tetap terjaga pada level 86,02%. Dari sisi ekuitas, BRI Agro tetap memiliki ekuitas yang solid dengan CAR sebesar 24,33% pada 2020. Angka tersebut masih jauh diatas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh regulator.

  • Baca juga: Usung 4 Pilar Berkelanjutan, Krom Bank Resmikan Program KROMOVEMENT

Sementatara itu, pada tahun 2020 perseroan mencatat rasio non performing loan/NPL Gross sebesar 4,97% yang menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya NPL Gross sebesar 7,66% pada 2019. Sementara itu NPL Net pada 2020 sebesar 2,73% dibandingkan dengan NPL Net 2019 sebesar 4,86%.

“Di saat Pandemi Covid-19 dimana perbankan mengalami kenaikan NPL, Perseroan berhasil menurunkan NPL. Strategi yang ditempuh adalah dengan melakukan restrukturisasi dan membentuk pencadangan yang cukup solid dengan rasio NPL Coverage mendekati 103,96% pada tahun 2020 dari tahun 2019 yang berada di level 56,24%,” jelas Hirawan.

Tags: bank digitalBRI Agrodigitalisasi perbankanKaspar Situmorang
 
 
 
 
 
Previous Post

Bank DBS Indonesia dan Manulife Hadirkan Tiga Alternatif Investasi Baru

Next Post

Target Penyaluran KUR 2021 Meningkat Menjadi Rp253 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 13:27

Easycash dan Krom Bank menjalin kerja sama loan channeling guna memperluas penyaluran kredit digital dengan mengedepankan manajemen risiko berbasis AI....

Citi Indonesia Pelopori Penerapan Perangkat AI untuk Efisiensi 180.000 Karyawan Global

Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:13

Citi menyoroti ketatnya persaingan modal antara pemerintah dan swasta di tengah suku bunga tinggi serta tren optimalisasi cadangan emas bank...

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 10:46

Pemprov DKI Jakarta meneken 15 kerja sama strategis lintas BUMD dan BUMN guna memacu infrastruktur, energi bersih, dan visi Top...

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

Dua Tahun Beruntun, BNI Pertahankan Predikat Tertinggi GCG di IICD Award 2026

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 05:21

BNI mempertahankan predikat tertinggi Leadership in Corporate Governance di ajang The 17th IICD Award 2026 dan meraih posisi GCG terbaik...

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

Sasar Pekerja Muda, Bank BSN Rilis KPR DP 1 Persen dengan Tenor 40 Tahun

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:24

Bank BSN menghadirkan KPR bagi pekerja muda dengan DP 1 persen dan tenor 40 tahun, ditopang portofolio KPR perseroan yang...

Komitmen Terapkan Sustainable Finance, Kredit Berkelanjutan BRI Tumbuh Double Digit Jadi Rp710,9 T

Pimpin Transformasi Ekosistem UMKM, Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO BIFA 2026

by Stella Gracia
19 Oktober 2026 - 09:46

BRI meraih dua trofi di BIFA 2026, termasuk Best CEO Transformasi Ekosistem UMKM untuk Hery Gunardi dan Excellent Profitable State-Owned...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Payung Hukum Mengacu PMK 11/2016, Kemenkeu Pertahankan Penyaluran Gaji PNS di Perbankan

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Dewan Pengawas

Topang Likuiditas Industri, LPS Jaga Selisih Bunga Penjaminan BPR terhadap Bank Umum

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Target Penyaluran KUR 2021 Meningkat Menjadi Rp253 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance