• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kinerja Manufaktur RI Kian Menguat, PMI-BI Tembus 52,03% pada Triwulan I/2026

oleh Stella Gracia
20 April 2026 - 08:34
32
Dilihat
Kinerja Manufaktur RI Kian Menguat, PMI-BI Tembus 52,03% pada Triwulan I/2026
0
Bagikan
32
Dilihat

Stabilitas.id – Sektor industri pengolahan nasional menunjukkan resiliensi dan optimisme yang solid di awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kinerja lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan I/2026 berada dalam fase ekspansi yang semakin menguat.

Berdasarkan laporan Prompt Manufacturing Index (PMI-BI) yang dirilis, indeks manufaktur Indonesia tercatat berada di level 52,03%. Angka ini mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan kinerja pada triwulan sebelumnya (IV/2025) yang berada di level 51,86%.

Sebagai catatan, dalam standar pengukuran ekonomi, angka PMI di atas 50% mengindikasikan fase ekspansi atau pertumbuhan, sementara angka di bawah 50% menandakan kontraksi.

BERITA TERKAIT

Risiko Finansial Kian Kompleks, BI Tekankan Pentingnya Otonomi dan Integrasi Kebijakan

Pacu Pertumbuhan 4,9%-5,7%, Otoritas Luncurkan Program Percepatan Intermediasi (PINISI)

Hadapi Volatilitas Global, ASEAN Luncurkan Project Revive dan Finance Sectoral Plan 2026–2030

Survei Konsumen BI: Konsumsi Maret 2026 Melonjak Jadi 72,2 Persen, Porsi Tabungan Tergerus

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/4/2026) menjelaskan, ekspansi ini didorong oleh solidnya tiga komponen utama pembentuk indeks manufaktur. “Kinerja industri pengolahan yang berada pada fase ekspansi tecermin dari penguatan pada volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan volume total pesanan,” tulis laporan tersebut.

Data ini menjadi sinyal positif bahwa permintaan pasar, baik domestik maupun potensi ekspor, masih terjaga dengan baik. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa rantai pasok industri di dalam negeri mampu merespons dinamika permintaan dengan kapasitas yang memadai.

Sektor Unggulan

Secara sektoral, pertumbuhan tidak merata, namun terdapat beberapa sub-lapangan usaha (Sub-LU) yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan manufaktur nasional pada periode Januari–Maret 2026.

Beberapa sub-sektor yang mencatatkan indeks ekspansi tertinggi di antaranya:

  1. Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan, dan Reproduksi Media Rekaman.

  2. Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki.

  3. Industri Makanan dan Minuman.

Dominasi sektor makanan dan minuman, serta industri alas kaki, menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Proyeksi Triwulan II/2026: Masih Ekspansif

Optimisme para pelaku usaha diperkirakan berlanjut hingga triwulan II/2026. Berdasarkan survei Bank Indonesia, kinerja industri pengolahan diprakirakan tetap berada pada fase ekspansi dan bahkan sedikit meningkat ke level 52,26%.

Pertumbuhan di triwulan berikutnya diprediksi akan kembali ditopang oleh tiga pilar yang sama: volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan total pesanan.

Adapun dari sisi sektoral, pelaku usaha optimistis bahwa sub-sektor Industri Furnitur akan bergabung dengan jajaran sektor dengan kinerja terbaik, bersanding dengan Industri Kulit/Alas Kaki dan Industri Makanan & Minuman yang diprediksi tetap stabil di zona ekspansi.

Dengan tren yang terjaga di atas level 50% ini, sektor manufaktur diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadi bantalan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

*** Catatan Redaksi: PMI-BI merupakan indikator awal (leading indicator) yang digunakan untuk memantau kinerja sektor industri pengolahan secara cepat dan akurat.

Tags: #Industri manufakturBIKinerja ManufakturPrompt Manufacturing Index
 
 
 
 
Sebelumnya

G20 dan BRICS Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Global, Indonesia Tekankan Stabilitas Neraca Finansial

Selanjutnya

Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

oleh Sandy Romualdus
11 Mei 2026 - 12:03

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi potensi krisis global saat ini berada di...

Sinergi BI-BNM: Digitalisasi Sistem Pembayaran Jadi Fokus Kerja Sama Bilateral Terbaru

RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

oleh Stella Gracia
11 Mei 2026 - 11:59

Stabilitas.id – Emiten properti dan layanan kesehatan, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), resmi merombak susunan Direksi dan Dewan Komisaris dalam...

Menkeu Purbaya Optimis APBN 2026 Jadi ‘Shock Absorber’ di Tengah Defisit Rp54,6 Triliun

Anggaran Motor Listrik BGN Rp1,05 Triliun ‘Bobol’, Menkeu Purbaya ungkap Pemicunya

oleh Sandy Romualdus
11 Mei 2026 - 11:55

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait polemik pengadaan 25.000 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional...

Pemerintah Akhirnya Relaksasi Aturan Tax Amnesty

Genjot Likuiditas, Pemerintah Percepat Restitusi PPh WP Badan dengan Omzet s.d Rp50 Miliar

oleh Sandy Romualdus
11 Mei 2026 - 11:49

Stabilitas.id – Pemerintah terus berupaya memperkuat likuiditas sektor usaha melalui percepatan restitusi Pajak Penghasilan (PPh). Kebijakan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran...

Keyakinan Konsumen April 2026 Menguat, Didorong Persepsi Ketersediaan Lapangan Kerja

Keyakinan Konsumen April 2026 Menguat, Didorong Persepsi Ketersediaan Lapangan Kerja

oleh Sandy Romualdus
11 Mei 2026 - 11:44

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada April 2026 tetap terjaga pada level optimis. Hal...

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 17:11

Stabilitas.id – Emiten semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG, memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

Cek Dompet Anda! Ini Daftar Rupiah Lama yang Segera Tak Laku dan Batas Waktu Tukarnya

Anggaran Motor Listrik BGN Rp1,05 Triliun ‘Bobol’, Menkeu Purbaya ungkap Pemicunya

Genjot Likuiditas, Pemerintah Percepat Restitusi PPh WP Badan dengan Omzet s.d Rp50 Miliar

Risiko Finansial Kian Kompleks, BI Tekankan Pentingnya Otonomi dan Integrasi Kebijakan

Keyakinan Konsumen April 2026 Menguat, Didorong Persepsi Ketersediaan Lapangan Kerja

Sinergi BI-BNM: Digitalisasi Sistem Pembayaran Jadi Fokus Kerja Sama Bilateral Terbaru

Strategi Menjaga ‘Cash Flow’, Maybank Indonesia Berbagi Tips Evaluasi Keuangan Tengah Tahun

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance