• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Juni 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kinerja Manufaktur RI Kian Menguat, PMI-BI Tembus 52,03% pada Triwulan I/2026

oleh Stella Gracia
20 April 2026 - 08:34
43
Dilihat
Kinerja Manufaktur RI Kian Menguat, PMI-BI Tembus 52,03% pada Triwulan I/2026
0
Bagikan
43
Dilihat

Stabilitas.id – Sektor industri pengolahan nasional menunjukkan resiliensi dan optimisme yang solid di awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kinerja lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan I/2026 berada dalam fase ekspansi yang semakin menguat.

Berdasarkan laporan Prompt Manufacturing Index (PMI-BI) yang dirilis, indeks manufaktur Indonesia tercatat berada di level 52,03%. Angka ini mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan kinerja pada triwulan sebelumnya (IV/2025) yang berada di level 51,86%.

Sebagai catatan, dalam standar pengukuran ekonomi, angka PMI di atas 50% mengindikasikan fase ekspansi atau pertumbuhan, sementara angka di bawah 50% menandakan kontraksi.

BERITA TERKAIT

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Pangkas Batas Pembelian Valas Tanpa Dokumen Jadi US$10.000

BI Rate 5,5% Manjur, Modal Asing Rp45 Triliun Serbu SRBI, SBN, dan Obligasi Danantara

Defisit Transaksi Berjalan Terkendali 1,1% PDB, Investasi Langsung Asing Tetap Betah di Indonesia

Peringatan Deputi Gubernur BI Aida Budiman: Anak Muda Harus Cerdas, Cermat, dan Cuan Pilih Investasi

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/4/2026) menjelaskan, ekspansi ini didorong oleh solidnya tiga komponen utama pembentuk indeks manufaktur. “Kinerja industri pengolahan yang berada pada fase ekspansi tecermin dari penguatan pada volume persediaan barang jadi, volume produksi, dan volume total pesanan,” tulis laporan tersebut.

Data ini menjadi sinyal positif bahwa permintaan pasar, baik domestik maupun potensi ekspor, masih terjaga dengan baik. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa rantai pasok industri di dalam negeri mampu merespons dinamika permintaan dengan kapasitas yang memadai.

Sektor Unggulan

Secara sektoral, pertumbuhan tidak merata, namun terdapat beberapa sub-lapangan usaha (Sub-LU) yang menjadi motor penggerak utama pertumbuhan manufaktur nasional pada periode Januari–Maret 2026.

Beberapa sub-sektor yang mencatatkan indeks ekspansi tertinggi di antaranya:

  1. Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan, dan Reproduksi Media Rekaman.

  2. Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki.

  3. Industri Makanan dan Minuman.

Dominasi sektor makanan dan minuman, serta industri alas kaki, menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Proyeksi Triwulan II/2026: Masih Ekspansif

Optimisme para pelaku usaha diperkirakan berlanjut hingga triwulan II/2026. Berdasarkan survei Bank Indonesia, kinerja industri pengolahan diprakirakan tetap berada pada fase ekspansi dan bahkan sedikit meningkat ke level 52,26%.

Pertumbuhan di triwulan berikutnya diprediksi akan kembali ditopang oleh tiga pilar yang sama: volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan total pesanan.

Adapun dari sisi sektoral, pelaku usaha optimistis bahwa sub-sektor Industri Furnitur akan bergabung dengan jajaran sektor dengan kinerja terbaik, bersanding dengan Industri Kulit/Alas Kaki dan Industri Makanan & Minuman yang diprediksi tetap stabil di zona ekspansi.

Dengan tren yang terjaga di atas level 50% ini, sektor manufaktur diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadi bantalan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

*** Catatan Redaksi: PMI-BI merupakan indikator awal (leading indicator) yang digunakan untuk memantau kinerja sektor industri pengolahan secara cepat dan akurat.

Tags: #Industri manufakturBIKinerja ManufakturPrompt Manufacturing Index
 
 
 
 
 
Sebelumnya

G20 dan BRICS Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Global, Indonesia Tekankan Stabilitas Neraca Finansial

Selanjutnya

Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

oleh Sandy Romualdus
20 Juni 2026 - 08:06

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) sukses membuktikan taji tata kelola internalnya di kancah nasional. Emiten semen pelat...

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

oleh Stella Gracia
19 Juni 2026 - 23:48

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengamankan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) dan Kementerian Keuangan China terkait...

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Sinergi Perry Warjiyo – Purbaya Yudhi Sadewa Jinakkan Dolar ke Rp17.730

oleh Stella Gracia
19 Juni 2026 - 08:47

Stabilitas.id – Sinergi solid antara otoritas moneter dan otoritas fiskal berhasil memukul mundur tekanan hebat dolar Amerika Serikat (AS) terhadap...

Lampaui Target, Marketing Sales Summarecon Agung (SMRA) Tembus Rp5,53 Triliun

Lampaui Target, Marketing Sales Summarecon Agung (SMRA) Tembus Rp5,53 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Juni 2026 - 11:08

Stabilitas.id – Emiten properti terkemuka tanah air, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), sukses mencetak performa impresif dengan melampaui target prapenjualan...

Pemerintah Pangkas Hari Makan Bergizi Gratis, Potensi Hemat Anggaran Capai Rp50 Triliun

BGN Hapus Insentif Tetap Rp6 Juta per Hari, Skema Operasional Dapur MBG Diubah

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:16

Stabilitas.id – Badan Gizi Nasional (BGN) langsung tancap gas melakukan perombakan fundamental dalam tata kelola operasional program unggulan Makan Bergizi...

DEN Wacanakan AI dan Danantara Pangkas Sebagian Peran Ekspor Bea Cukai

Bidik Dana Rp8.950 Triliun, DEN Siapkan Karpet Merah Family Office di Bali

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:14

Stabilitas.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memproyeksikan potensi aliran modal masuk (capital inflows) fantastis hingga US$500 miliar atau setara Rp8.950...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebrakan Ekonomi Desa, Presiden Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sasar Komunitas Muda Blok M, CIMB Niaga Tebar Cashback 50% di ‘Ada OCTO Land’

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Kedok IPO Fiktif & Jasa Pelunasan Pinjol Dibongkar, Satgas PASTI Sikat Dua Entitas Ini

Perkuat Beyond Mortgage, BTN (BBTN) Gandeng Pemprov DKI dan Kementerian UMKM

Jaga Stabilitas PVML, OJK Longgarkan Aturan Modal Asing & Batasi Pemain Paylater

Resmi! Satgas PASTI Terbitkan SP 10, Tindak KOL Pempromosi Aset Digital Bodong

Laba Bank BSN Mengalir Deras, Tercatat Melampaui 40%

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

Rating S&P Tetap BBB: Validasi Global atas Ketahanan Ekonomi dan Magnet Investasi Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance