• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

Kisah Sesepuh Software Lokal

by Sandy Romualdus
11 Februari 2012 - 00:00
53
VIEWS
Kisah Sesepuh Software Lokal
0
SHARES
53
VIEWS

Saat pertama mendengar kata “Sosrodjojo” kebanyakan kita tentu akan mengasosiasikannya pada salah satu produk teh. Maklum keluarga Sosrodjojo adalah perintis usaha teh dengan merek Sosro yang sudah ternama di Indonesia. Soetjipto Sosrodjojo memulai usahanya pada 1947, di Slawi Jawa Tengah. Pada 1969, dia kemudian mengembangkan produk teh dalam kemasan botol, Teh Botol Sosro yang kemudian menjadi merek terkemuka di Indonesia hingga kini.

Namun, salah satu trah Sosrodjojo, Indra Sosrodjojo memilih jalan hidup berbeda dengan ayahnya. Indra yang merupakan anak tertua dari keluarga Sosrodojo lebih dikenal sebagai tokoh bisnis piranti lunak di Indonesia.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Bagaimana ceritanya seorang anak dari keluarga pebisnis teh ternama malah lebih dikenal di dunia teknologi informasi? Menurut Indra, ayahnya bukanlah orang yang menuntut anak-anaknya untuk meneruskan bisnis yang dirintisnya. Dan Indra muda saat itu juga lebih menyukai bidang teknologi informasi terutama pada elektronik.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Maka dari itu selepas lulus SMA, pada tahun 1979, Indra memilih kuliah di Fakultas Elektro Universitas Trisakti Jakarta. Bahkan kecintaannya terhadap teknologi informasi (TI) juga ditunjukkannya saat dia memutuskan untuk memberikan kursus komputer di sekolah-sekolah menengah di Jakarta.

Saat lulus dari Trisakti, pria yang murah senyum ini memutuskan untuk meneruskan kuliah di Amerika Serikat dengan mengambil bidang administrasi bisnis di Bridgeport University di Connecticut.

Setelah lulus dan kembali ke Indonesia pada 1985 Indra memilih mengembangkan bisnis di bidang piranti lunak dengan memberikan jasa di bidang komputer. Lahirlah perusahaannya yang pertama, bernama PT Grahacendekia Inforindo yang memberikan jasa perancangan sistem, konsultasi manajemen dan software house.

Setelah beberapa lama berjalan, perkembangan usaha software house terlihat lebih melesat dibanding lainnya. Oleh sebab itu, pada 1992 divisi software memperkenalkan nama dagang “Andal Software”. Sejak tahun 1992 Andal Software memusatkan bisnisnya pada pembuatan software paket untuk masal dan berkonsentrasi pada aplikasi sumber daya manusia (SDM), sistem penggajian (payroll), dan perpajakan.

Hingga kini piranti lunak dengan merek Andal sudah memiliki tempat tersendiri di pasar software nasional. Bahkan Andal Software telah memiliki 100 klien yang berasal dari bidang pertambangan, perbankan, garmen, hotel, manufakturing dan lain-lain. Produk terakhir dari Andal adalah Andal Kharisma 2011 dan Andal Paymaster 2011.

Melihat perkembangan yang cukup fantastis, Indra yang merupakan anak sulung dari enam bersaudara keluarga Sosrodjojo ini yakin bahwa industri software Tanah Air akan berkembang meski sekarang masih didominasi perusahaan asing.

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Tercatat ada sekitar 200 perusahaan piranti lunak lokal hingga akhir 2011 dan hal itulah yang membuat pria 55 tahun ini optimistis perkembangan industri itu di Indonesia akan melesat. Melihat besarnya potensi itu, Indra dan perusahaannya pun sudah berancang-ancang untuk memperluas pasar. “Untuk tahun 2012, Andal Software berencana untuk terus berekspansi, dengan menargetkan perusahaan-perusahaan di bidang industri manufacturing.”

Meski demikian, dia tetap memiliki mimpi besar yang harus terwujud, yaitu industri peranti lunak lokal bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri. “Pemerintah, bisa berperan banyak dalam mendorong pertumbuhan industri peranti lunak dengan mengambil peran sebagai pemasar piranti lunak lokal,” kata Indra.

Dia mencontohkan apa yang terjadi di Malaysia. Negara jiran itu mempunyai badan yang disebut dengan Multimedia Super Coridor (MSC), suatu badan negara yang membantu perusahaan piranti lunak Malaysia untuk bertumbuh dan berkembang dalam bidang pemasaran dan penelitian. MSC mendorong dan bahkan mengharuskan piranti lunak yang digunakan Pemerintah Malaysia berasal dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dalam MSC.

Selain itu, peran lain yang bisa dijalankan pemerintah adalah dengan membangun software park seperti di India dan China. Keberadaan software park itu, kata Indra akan membuat sumber daya akan menjadi satu dan murah seperti koneksi internet dengan jalur yang lebar, harga listrik yang murah, serta pembinaan industri piranti lunak lebih mudah dan murah.

“Inovasi software bagian dari industri kreatif. Pengeluaran biaya TI di Indonesia hingga 2015 akan mencapai 10,2 miliar dollar AS (sekitar Rp91 triliun). Pertumbuhan per tahunnya mencapai 18 persen, lebih besar dari pertumbuhan industri manapun. Ini peluang untuk mengambil sebagian besar pangsa software,” ujar pria kelahiran 1957 ini.

Dengan visi ‘Helping Others Grow’, Indra Sosrodjojo dengan Andal-nya memutuskan untuk berbagi pengalaman kepada para entrepreneur muda yang ingin merintis bisnis piranti lunak, lewat buku. Buku yang berjudul “Riding the Wave: Strategi ANDAL Menaklukkan Industri Software” membedah dapur perusahaan milik Indra itu lengkap dengan strategi dan rencana jangka panjangnya.

Mengapa Indra bersedia membuka rahasia perusahaan lewat sebuah buku? Menurut dia ada dua alasan mendasar. Pertama adalah alasan filosofis. Jika banyak yang membaca buku ini, dan kemudian mendorong banyak pelaku industri piranti lunak tumbuh, maka pasar software di Indonesia pun akan menjadi besar. “Jelas, buat kami, lebih enak bermain di pasar yang besar dibandingkan bermain di pasar yang belum tumbuh. Apalagi, mission statement kami sebagai perusahaan adalah ‘Helping Others Grow’,” tukas Indra.

  • Baca juga: Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Kedua adalah demi strategi bisnis. Jika strategi dan rencana Andal Software ditiru perusahaan software lain, mereka akan memerlukan waktu untuk mengejar, dan pada saat itu kami mungkin sudah melaju jauh ke depan. “Jadi, seperti sebuah iklan, kenapa takut?” kata dia.

Dan sepertinya, apa yang dilakukan Indra memang mulai menuai hasil. Tahun ini diperkirakan perusahaan-perusahaan software baru akan bertambah menjadi dua kali lipatnya dari jumlah tahun lalu. Mungkin tidak seluruhnya dari perkembangan itu merupakan imbas dari langkah Indra, tapi bukan berarti perannya tidak besar. Mungkin atas sebab itulah, Indra dikenal dengan sesepuh bisnis software lokal. SP

 
 
 
 
 
Previous Post

Mahalnya Sebuah Efisiensi

Next Post

Antusiasme dalam Kegembiraan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Pada Android Kita Khawatir

Pada Android Kita Khawatir

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance