Kredit BCA tembus Rp 1.036 triliun di semester I-2026, melampaui Rp 1.000 triliun untuk pertama kalinya. Laba bersih BCA tercatat Rp 29,5 triliun.
Stabilitas.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan sejarah baru dalam penyaluran pembiayaan. Untuk pertama kalinya, total portofolio kredit BCA dan entitas anak berhasil menembus level psikologis Rp 1.000 triliun pada semester I-2026.
Hingga akhir Juni 2026, penyaluran kredit BCA tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year/YoY) mencapai Rp 1.036 triliun. Capaian ekspansi kredit ini turut mendorong realisasi laba bersih konsolidasian perseroan mencapai Rp 29,5 triliun pada paruh pertama tahun 2026.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa performa solid sepanjang semester pertama ini ditopang oleh momentum gelaran BCA Expoversary 2026 serta permintaan pembiayaan produktif yang tetap tangguh di berbagai sektor bisnis.
BERITA TERKAIT
“BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan nasabah setia selama ini. Kinerja BCA pada paruh pertama 2026 ditopang berbagai hal, seperti BCA Expoversary 2026 dan penyaluran kredit produktif. Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” ujar Hendra dalam keterangan resminya, Selasa (28/7).
Struktur Kredit Produktif dan Kualitas Aset Terjaga
Motor utama pertumbuhan kredit BCA disokong oleh segmen pembiayaan produktif yang mencapai Rp 802 triliun, melesat 11% YoY.
Secara rinci, penyaluran kredit produktif terdiri atas:
-
Kredit Korporasi: Tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp 513,4 triliun.
-
Kredit Komersial & UKM: Tumbuh 6,6% YoY menjadi Rp 288,5 triliun.
Pertumbuhan kredit yang agresif ini dibarengi dengan kualitas aset yang membaik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) dan Loan at Risk (LAR) BCA terjaga aman masing-masing di tingkat 1,9% dan 4,9%.
Dari sisi likuiditas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA naik 7,9% YoY menjadi Rp 1.284 triliun. Struktur pendanaan didominasi oleh dana murah (Current Account Savings Account/CASA) yang melonjak 10,2% YoY menjadi Rp 1.082 triliun, atau menyumbang 84,3% dari total DPK.
Lompatan Kredit Hijau dan Transformasi Digital myBCA
Pada segmen keberlanjutan, portofolio pembiayaan hijau (green financing) BCA tercatat tumbuh 19% YoY mencapai Rp 123 triliun. Pendorong utamanya berasal dari pembiayaan sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melesat 82% YoY menjadi Rp 7,7 triliun, serta kredit kendaraan listrik (EV) yang naik 25% YoY mencapai Rp 4 triliun.
Di lini operasional, BCA memperluas kapabilitas transaksi digital melalui aplikasi myBCA. Kini, nasabah dapat membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) BCA Sekuritas, mengajukan kartu kredit baru, hingga memesan tiket pesawat via tiket.com langsung melalui satu aplikasi.***

















