JAKARTA, Stabilitas–Dalam rangka mendukung percepatan ekspansi bisnis serta menjaga kualitas layanan melalui respon, aktivitas, dan program yang lebih customize kepada nasabah, BNI Syariah meluncurkan tiga kantor wilayah yaitu Wilayah Barat, Wilayah Timur, dan Jabodetabek Plus yang membawahi kantor-kantor cabang di areanya.
Kantor wilayah ini juga berfungsi sebagai koordinator SCO (Sharia Channelling Outlet) yang ada di kantor cabang BNI. Sebagaimana diketahui BNI induk mendukung perkembangan BNI Syariah dengan layanan pembukaan rekening di lebih dari 1000 outlet.
Kinerja BNI Syariah tahun 2016 mengalami pertumbuhan positif. Tercatat laba bersih Desember 206 sebesar Rp277,38 Miliar atau meningkat 2138 persen dari Desember 2015 sebesar Rp 228,53 miliar.
“Meningkatnya laba ditopang oleh berbagai upaya pengembangan bisnis termasuk produk jasa dan layanan baik pembiayaan produktif maupun konsumtif serta peningkatan dana murah, CASA,”Kata Direktur Utama BNI Syariah, Teguh Imam Saptono.
Laba positif juga didukung oleh kualitas pembiayaan (NPF) yang terjaga di bawah 3 persen dan operasional perusahaan perusahaan yang semakin efisien dengan penurunan rasio BOPO menjadi 87,67 persen pada akhir 2016.
Selain itu, aset BNI Syariah terus tumbuh dengan posisi per Desember 2016 mencapai Rp28,3 triliun atau naik 23,01 dari Desember 2015 sebesar Rp23,02 triliun. Pertumbuhan aset ini disokong oleh adanya dana pihak ketiga khusus giro dan tabungan sebesar 25,41 persen dengan pencapaian DPK sebesar Rp24,23 triliun.
Dengan total pembiayaan tahun 2016 sebesar Rp20,49 triliun atau meningkat 15,34 persen, komposisi pembiayaanterbesar masih terdapat pada pembiayaan konsumtif sebesar Rp10,92 triliun atau 53,26 persen; Ritel produktif sebesar Rp4,61 triliun atau 22,48 persen; Komersial sebesar Rp3,40 triliun atau 16,59 persen; Mikro sebesar Rp1,20 triliun atau 5,88 persen; serta Hasanah card sebesar Rp367,60 miliar atau 1,79 persen.
















