Danantara siapkan gelombang IPO BUMN seperti Pegadaian, Pupuk Indonesia, hingga Pelindo. Masuk bagian roadmap 5 tahun untuk perkuat pasar modal nasional.
Stabilitas.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah menyusun skenario penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) bagi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah korporasi ini disiapkan sebagai bagian dari strategi penciptaan nilai (value creation) sekaligus instrumen untuk memperdalam pasar modal (capital market deepening) Indonesia.
Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mengungkapkan bahwa sejumlah BUMN berkinerja solid masuk dalam radar perseroan untuk dilepas ke bursa. Beberapa nama di antaranya meliputi PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia.
BERITA TERKAIT
“Banyak perusahaan kita yang bagus akan segera IPO, contohnya ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan yang secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti,” ujar Dony usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Dony menjelaskan bahwa rencana go public ini dirancang dalam peta jalan (roadmap) transformasi Danantara selama lima tahun ke depan:
- Tahun Ke-1: Fokus pada konsolidasi dan restrukturisasi portofolio lebih dari 1.000 entitas di bawah naungan Danantara.
- Tahun Ke-2: Pengembangan sumber daya manusia dan budaya perusahaan (people development & corporate culture).
- Tahun Ke-3: Inovasi teknologi dan implementasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
- Tahun Ke-4: Pelaksanaan value creation, mencakup strategic partnership, pelepasan saham publik (IPO), maupun penataan entitas tertutup.
- Tahun Ke-5: Pencapaian target finansial (financial target) dan nilai kapitalisasi pasar yang lebih tinggi.
Meski demikian, Dony belum merincikan target jumlah perseroan yang akan melantai di bursa maupun nilai kapitalisasi pasar yang dibidik, lantaran penyusunan indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) masih difinalisasi.
Menanggapi wacana tersebut, PT Pegadaian menyatakan menghormati dan mendukung penuh arah kebijakan pemegang saham serta pemerintah.
Sekretaris Perusahaan Pegadaian Dwi Hadi Atmaka menegaskan bahwa fokus utama perseroan saat ini adalah memperkuat fundamental bisnis, melanjutkan proses transformasi, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan.
“Terkait kemungkinan aksi korporasi di masa mendatang, kami akan mengikuti dan mendukung kebijakan yang ditetapkan pemegang saham serta menyampaikan informasi secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Dwi Hadi, dilansir Katadata, Kamis (6/8/2026). ***

















