• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Melanjutkan Budaya Berbagi Pasca Ramadhan

by Sandy Romualdus
6 Agustus 2015 - 00:00
9
VIEWS
Melanjutkan Budaya Berbagi Pasca Ramadhan
0
SHARES
9
VIEWS

Ramadhan tidak disangsikan lagi adalah bulan penuh berkah bagi semua, tidak hanya untuk masyarakat muslim. Pada bulan itu banyak sekali aktivitas ekonomi yang bergeliat dan turut mendulang peningkatan daya beli masyarakat, baik dengan skala ekonomi yang lemah maupun sebaliknya. Terjadi distribusi pendapatan dengan banyaknya kegiatan sumbangan dan bantuan sosial lainnya, yang menyebabkan produksi semakin bertambah dan pasar menjadi semakin aktif.
Budaya berbagi memang sangat melekat dengan bulan ini sehingga banyak pihak termotivasi untuk memberi di bulan ini. Hal ini senada dengan hasil survey PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) pada 2000, 2004 dan 2007 yang mengatakan Lebih dari 96 persen masyarakat Indonesia memberikan sumbangan dilandaskan pada kepercayaan dan ajaran agama yang dianutnya.
Meskipun demikian, sebenarnya masyarakat Indonesia pada umumnya memiliki tingkat kedermawanan yang tinggi, yakni hampir seratus persen (99,6 persen dari hasil survey yang sama). Sehingga yang terpenting adalah bagaimana melanjutkan kebiasaan baik ini pada bulan-bulan yang lainnya.
Insentif dan dorongan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk menstimulus warga negara agar bisa berkontribusi membantu masyarakat lain yang membutuhkan. Memang masyarakat Indonesia terkesan mulai terbiasa dengan kemiskinan dan seperti bosan membahas langkah untuk bersinergi. Tapi tugas menyebarkan benih kesejahteraan dan kelayakan hidup bagi yang miskin memang bukan semata tugas pemerintah. Kemiskinan merupakan musuh bersama dan dengan jalan mana saja dan kemampuan apa saja, setiap kita perlu berperan untuk menguranginya.

Melanjutkan Berzakat

Zakat dalam hal ini merupakan warisan Ramadhan yang terindah. Berpuasa tidak lagi diwajibkan pada bulan selainnya, namun zakat terus dilanjutkan. Maka di bulan mana saja, jika telah terpenuhi syarat kewajibannya, seorang muslim diharuskan untuk mengeluarkan zakat. Sebagai upaya melestarikan budaya berbagi dan melanjutkan kepedulian yang tak pernah berhenti bagi sesama.
Menurut Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, zakat sejatinya mampu menjalankan peran yang sangat strategis terutama dalam mengatasi persoalan kemiskinan. Hal ini terbukti dengan jelas pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz (Hafidhuddin, 2011). Pada masa tersebut zakat pada level mikro telah mampu mengurangi beban kemiskinan yang diderita keluarga kurang mampu, meningkatkan produksi dan perdagangan. Sekaligus secara makro dapat dimanfaatkan sebagai indikator kesejahteraan, mempersempit kesenjangan ekonomi, dan pengendali perekonomian secara jangka panjang.
Namun hal itu harus dilakukan dengan syarat seperti yang dikatakan Nafik (2011), pemberdayaan yang dilakukan bukan karitatif tanpa pendidikan, pembelajaran dan pendampingan yang berkesinambungan. Sebab memang, sebagaimana Sa’id Hawwa (Al-Islam, 2004) menjelaskan zakat merupakan landasan sistem perekonomian dalam Islam dan bahkan menjadi tulang punggungnya.

  • Baca juga: Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

Bersinergi dengan Pajak

Namun demikian, zakat bukanlah satu-satunya sarana dalam upaya pengelolaan harta agar lebih memberikan banyak manfaat. Seperti dikatakan oleh sebuah hadits, bahwa “Sesungguhnya di dalam harta itu ada hak selain zakat.” (HR. Bukhari).
Sehingga stimulus yang diberikan pemerintah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat muslim untuk terus memberi manfaat bagi orang lain dengan jalan lain sesudah berzakat.
Di antaranya bisa dengan mensinergikan sumbangan keagamaan dengan sumbangan kenegaraan berupa pembayaran pajak. Meski memiliki beberapa perbedaan, namun keduanya sama-sama bernilai penting sebagai bentuk kontribusi bagi negara untuk bisa membantu mengentaskan kemiskinan bersama. Sinergi ini menjadi penting, apalagi mencermati fakta bahwa terdapat peningkatan cukup besar pada motivasi menyumbang masyarakat dengan alasan akan mendapatkan balas jasa yang hanya 4 persen pada tahun 2000 menjadi 19 persen di 2007 (Abidin, Kurniawati, Nugroho, Kusumastuti, & Rusdiana, 2008). Di mana balas jasa ini dapat diindikasikan dalam bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap pihak yang memberikan sumbangan, dengan insentif berupa pengurangan pembayaran pajak.
Dengan adanya sinergitas pajak dan zakat ini, sebenarnya Indonesia memiliki keunggulan dan potensi besar atas terobosan penting tersebut. Dilihat dari sisi potensi jumlah penggalangan, zakat dinilai jauh lebih besar dari penerimaan pajak penghasilan (PPh) (Saidi & Abidin, 2004, p. 98). Meski dari prosentase yang
dikenakan zakat lebih kecil (hanya 2,5 persen dibanding ketentuan PPh pribadi yang berlaku 5-35 persen dan PPh Badan 10-30 persen), sumber hitungan zakat berasal dari aset lancar, bukan hanya dari keuntungan. Sedangkan pajak penghasilan dikenakan atas penghasilan netto. Sehingga dengan memasukkan unsur zakat sebagai pengurang pajak, maka potensi besar pertambahan penerimaan negara menjadi lebih tinggi. Apalagi jika zakat masuk dalam APBN.

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Membudayakan Kepedulian

Dengan terus melaksanakan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadhan, dan melanjutkannya sebagai kebiasaan berbagi di bulan selanjutnya, diharapkan setiap Muslim dapat memperoleh hakikat Ramadhan yang sesungguhnya. Bahwa menahan diri tidak hanya terkait dengan makan dan minum, namun juga bagaimana menumbuhkan rasa kepedulian bagi sesama dengan lebih baik. Sehingga sumber daya yang ada bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang di sekitar yang membutuhkan, dalam satu komunitas, satu wilayah, satu bangsa dan satu umat manusia. Maka dengan bentuk apapun, seseorang menjadi terpacu untuk terus berkontribusi dan memberi manfaat.

 
 
 
 
 
Previous Post

Naiknya Sang Alternatif

Next Post

Buah Memanfaatkan Waktu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 17:40

Oleh : Mas’ud Said - Penulis buku BPD Resilient, Competitive and Contributive PELUNCURAN Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I)...

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Terpakai Rp17 Triliun, Bank Mandiri Jelaskan Fasilitas Kredit Rp40 Triliun ke Jhonlin Group

Tindak 330 Entitas Ilegal, Satgas PASTI dan IASC Blokir Rekening Penipuan Rp825,2 Miliar

CASA Tembus Rp733,7 Triliun, BNI Bukukan Laba Operasional Kuartal III Terbesar Sepanjang Sejarah

Alokasikan Rp1 Triliun di Tahap II, BRI Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BUMN Bersihkan dan Hijaukan Kawasan Muara Angke

BUMN Bersihkan dan Hijaukan Kawasan Muara Angke

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance