• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Danantara

Naiknya Sang Alternatif

by Sandy Romualdus
6 Agustus 2015 - 00:00
13
VIEWS
Naiknya Sang Alternatif
0
SHARES
13
VIEWS

BERITA TERKAIT

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Pada saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon petinggi perusahaan negara pengurus logistik nasional akhir tahun lalu, pemerintah sebenarnya juga memanggil nama lain selain Lenny Sugihat, yang pada akhirnya terpilih. Orang itu adalah Djarot Kusumayakti. Keduanya adalah Direktur BRI yang dianggap bisa menjaga kestabilan harga logistik nasional terutama beras karena sudah berpengalaman dalam pembiayaan pertanian.
Akan tetapi Lenny hanya bertahan selama enam bulan di kursi Direktur Utama Perum Bulog. Kinerjanya dianggap tidak memuaskan Presiden Joko Widodo hingga memaksa pemerintah menggantinya dengan orang yang sebelumnya dikalahkan dalam proses pemilihan November silam. Ya, Kementerian BUMN akhirnya menunjuk Djarot untuk menggantikan koleganya itu dalam mengelola pasokan dan harga pangan nasional. Pendahulunya dianggap gagal dalam menstabilkan harga beras.
Deputi Bidang Usaha Agro dan Industri Strategis Kementerian BUMN, M. Zamkhani, menjelaskan bahwa tahun lalu, Djarot dan Lenny mengikuti seleksi Dirut Bulog untuk menggantikan dirut lama, Sutarto Alimoeso. “Waktu seleksi, ada Bu Lenny dan beliau (Djarot) juga. Awal tahun, Bu Lenny yang terpilih. Background kan, sama saja,” kata dia.
Lenny diganti karena target penyerapan gabah dan beras yang dikomandoi mantan Direktur Pengendalian Risiko Kredit BRI itu tidak tercapai karena hanya menyerap 700 ribu ton, jauh lebih kecil dari target yaitu 4 juta ton.
Kurangnya serapan gabah dan beras ini juga diakibatkan oleh mundurnya musim panen. Disebutkan, biasanya puncak panen berlangung pada Maret-Mei. Kini, panennya mundur hingga Juni-Juli. “Dengan perkembangannya dan target dari Presiden, kami melihat perkembangannya. Setiap tahun, siklus panennya mulai Maret-April-Mei. Saat ini, mundur sedikit sampai pertengahan Juli sehingga penyerapannya kurang,” kata Zamkhani.
Rencana untuk mengganti Lenny, kata dia juga sudah muncul sejak musim panen raya berakhir, Mei lalu.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/2003 tentang Pendirian Perusahaan Umum Bulog, status perusahaan itu beralih dari Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) menjadi Perum. BUMN ini pertama kali didirikan pada 1967 lewat Keputusan Presiden No. 114/U/KEP/1967. Peran Bulog sebagai penyangga harga beras pun semakin berkurang dengan berubahnya status hukumnya menjadi perusahaan umum (Perum) pada 2003 karena Bulog menjadi sama dengan BUMN lain yang fokus mencari keuntungan.
Sebelumnya memang santer muncul keinginan agar pemerintah segera mengevaluasi kinerja Perum Bulog yang dinilai gagal menjaga stabilitas harga beras. Permintaan ini disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli dalam talkshow di sebuah stasiun televisi beberapa bulan lalu. Rizal Ramli yang terbilang berhasil saat memimpin Bulog di era Abdurrahman Wahid mengatakan, pemimpin di Bulog harus mengamati dari dekat hasil panen padi, cadangan beras dan fluktuasi harga.
Dia mencontohkan apa yang dikerjakannya saat menjadi orang nomor satu di Bulog. “Komputer saya di atas meja on terus untuk memantau harga beras. Ada bar khusus untuk memantau harga. Kalau naik Rp 50 saja, warnanya jadi kuning. Itu berarti harus hati-hati. Kalau naik Rp 100 warnanya berubah menjadi merah, dan di saat itu saya perlu mengambil tindakan,” cerita Rizal.
“(Kalau merah) saya akan bertanya kepada pejabat Bulog bersangkutan, mengapa terjadi kenaikan. Apabila mereka bilang ada pemain yang mencoba mengganggu pasar, maka saya akan perintahkan agar Bulog membanjiri daerah itu dengan beras, sehingga spekulan dan mafia yang mau ambil untuk jadi buntung,” sambung Rizal.
Sementara, yang saat ini terjadi, kata dia, harga beras naik rata-rata Rp500. Ironisnya pemerintah baru bereaksi setelah rakyat berteriak.
Rizal mengatakan, Dirut Perum Bulog Lenny Sugihat adalah orang yang baik, namun tidak cukup pas untuk duduk di posisi itu. “Ibu Lenny seorang bankir yang baik dan profesional. Tetapi kelihatannya Bulog bukan tempat yang pas untuknya,” masih kata Rizal Ramli.
Selain soal harga beras, Rizal juga menyoroti kegagalan Bulog mematok harga beli gabah dari petani. Menurut dia, seharusnya pemerintah mengumumkan berapa beras yang akan dibeli Bulog pada masa panen. Dengan demikian petani dapat memutuskan berapa dari hasil panennya yang mau dijual atau dikonsumsi sendiri.
Misalnya, pemerintah mematok harga beli gabah dari petani sebesar Rp4.500 per kilogram. Tetapi karena tidak disosialisasikan dengan pas, spekulan masih bisa bermain dan memaksa petani menyerahkan gabahnya dengan harga di bahwa itu. “Akhirnya yang untung bukan petani, tetapi tengkulak dan spekulan,” sambung Rizal Ramli.
Hal lain yang sulit diatasi Lenny adalah permainan mafia beras yang mengaku-ngaku dekat dengan pusat kekuasaan.

  • Baca juga: Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

Tugas Berat Sang Pengganti

Djarot Kusumayakti merintis karier di BRI dan jabatan terakhirnya adalah Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah BRI yang sudah dipegangnya sepanjang 2010 hingga 2015. Meski memiliki tugas yang berat di dalam mengamankan pasokan beras dan harga komoditas utama lainnya, dirinya optimistis kinerja Bulog ke depan bisa berjalan dengan baik. Ia mengaku sudah mengantongi strategi demi menjaga pasokan dan harga beras yang dijual ke masyarakat.
“Skala prioritas saat ini adalah bagaimana mengamankan (stok) beras, mengamankan harga ke petani, hingga ke depan mengamankan stok beras agar Bulog bisa menjadi stabilitator. Kami siap turun jika pemerintah meminta kami turun,” kata Djarot.
Masih mengenai upaya pengamanan pasokan beras, dia berjanji akan meningkatkan serapan gabah dari petani demi mengamankan pasokan dan harga. Di mana tahun ini Bulog masih optimis mampu menyerap beras petani sebanyak 4 juta ton.
“Kami janji lebih banyak serapan lagi, kami akan mengeluarkan stok, pasti tujuannya bagaimana rakyat banyak terjamin. Insya Allah 2,7 juta ton lagi hingga akhir tahun. Sampai saat ini sudah 1,3 juta sampai 1,4 juta ton,” kata Djarot.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM A Tony Prasetiantono mengatakan Dirut Perum Bulog yang baru, Djarot Kusumayakti, merupakan orang yang tepat untuk mengatasi persoalan-persoalan di BUMN logistik pangan tersebut.
“Pak Djarot itu lebih cocok di situ. Apalagi, menghadapi mafia. Mungkin, Ibu Lenny tidak tepat. Pak Djarot sebenarnya beda dengan Ibu Lenny. Saya kenal dia dengan gayanya yang agak koboi dalam arti positif. Mungkin bisa jadi solusi,” katanya dalam kegiatan Business Sustainability Forum: Growing with the Nation di Unika Atma Jaya, Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Tony mengatakan dirinya mengapresiasi keberanian pemerintahan Jokowi untuk mengganti pejabat yang kinerjanya tidak maksimal. Meski demikian, ia menggarisbawahi penggantian pejabat yang belum lama bekerja bisa juga diartikan bahwa penunjukan di awal tidak didasarkan pada pertimbangan matang.

  • Baca juga: Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri
 
 
 
 
 
Previous Post

Korban Ekspetasi Tinggi

Next Post

Melanjutkan Budaya Berbagi Pasca Ramadhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

Gandeng Danantara dan BNSP, Kemnaker Perkuat Ekosistem Sertifikasi Tenaga Kerja BUMN

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:00

Wamenaker Afriansyah Noor menegaskan sertifikasi pekerja BUMN di LSP P2 harus berbasis kemampuan nyata dan berintegritas, bukan formalitas belaka. Stabilitas.id...

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

Danantara Inisiasi DTIIF 2026, Tarik Modal Global dan Pacu Transformasi 6 Sektor Industri

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:39

Danantara Indonesia menggelar DTIIF 2026 di Jakarta guna mempertemukan modal global, peraih Nobel, dan BUMN untuk memacu transformasi industri nasional....

Tawarkan 5.000 Aset Properti: BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara dan Siapkan KPR 25 Tahun

Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik, BRI Pacu Transformasi BRIVolution Reignite

by Stella Gracia
19 Oktober 2026 - 09:49

BRI menempati peringkat ketiga BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 buah keberhasilan transformasi BRIVolution Reignite. Stabilitas.id - PT...

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:21

Danantara menggelar DTIIF 2026 di Fairmont Jakarta dengan mempertemukan 131 CEO teknologi dunia dan peraih Nobel guna membiayai enam sektor...

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 14:09

BNI menggandeng InJourney Aviation Services (IAS) untuk menghadirkan layanan asistensi bandara Joumpa langsung melalui aplikasi digital wondr by BNI. Stabilitas.id...

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:47

PT Danantara Investment Management (DIM), Fitch Ratings, peringkat utang BBB, prospek negatif, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, tata kelola...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Jadi Rp45,2 Triliun

Lindungi Likuiditas Investor, BEI Rombak Aturan Suspensi dan UMA Saham Mulai November 2026

Edukasi Pasar Modal Ritel, Ajaib Hadirkan Live Trading Sepekan Bareng Komunitas Saham

Rebalancing Indeks Acuan BEI: PGEO dan UNVR Terdepak dari IDX30, AALI Masuk IDX80

Terpakai Rp17 Triliun, Bank Mandiri Jelaskan Fasilitas Kredit Rp40 Triliun ke Jhonlin Group

Tindak 330 Entitas Ilegal, Satgas PASTI dan IASC Blokir Rekening Penipuan Rp825,2 Miliar

CASA Tembus Rp733,7 Triliun, BNI Bukukan Laba Operasional Kuartal III Terbesar Sepanjang Sejarah

Alokasikan Rp1 Triliun di Tahap II, BRI Lanjutkan Aksi Korporasi Buyback Saham

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BUMN Bersihkan dan Hijaukan Kawasan Muara Angke

BUMN Bersihkan dan Hijaukan Kawasan Muara Angke

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance