JAKARTA, Stabilitas –Bank Muamalat kembali menorehkan prestasinya dengan meraih penghargaan bergengsi dari Indonesia Good Corporate Governance Award (IGCGA) 2016, di Jakarta, Kamis (8/12). Bank Muamalat meraih predikat terbaik untuk kategori “Perusahaan Tbk (Syariah) di Indonesia”.
IGCGA 2016 dianugerahkan oleh Majalah Economic Review bekerjasama dengan IPMI International Business School. Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Dekan & Professor IPMI International Business School Prof. Roy Sembel, Ph.D selaku dewan juri penilaian penghargaan, kepada Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Muamalat Andri Donny.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas diberikannya penghargaan ini, sekaligus sebagai bukti nyata atas konsistensi dan komitmen perusahaan terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan diraihnya International Good Corporate Governance Award, kami berharap seluruh insan Bank Muamalat dapat terus termotivasi untuk selalu berinovasi dan memberikan pelayanan prima bagi setiap pemangku kepentingan.” ujar Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Muamalat, Andri Donny
Pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik menjadi sebuah perhatian, pertimbangan dan tolak ukur para pemangku kepentingan, untuk melihat kestabilan dan keberlanjutan perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, terutama perbankan syariah.
Penerapan tata kelola perusahaan yang baik mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.18/POJK tentang Penerapan Tata Kelola bagi konglomerasi keuangan yang mencakup prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi dan kewajaran.
Andri menambahkan, Sebagai salah satu penyelenggara layanan perbankan syariah di Indonesia, Bank Muamalat menyadari akan pentingnya penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. “Hal ini kami terapkan pada seluruh tindakan dan keputusan yang Bank Muamalat ambil, dalam rangka menjaga kepercayaan yang diberikan oleh berbagai pihak.” Tutup Andri.
Saat ini, Bank Muamalat Indonesia dimiliki oleh pemegang saham Islamic Development Bank atau IDB (32,7%), Boubyan Bank, Kuwait (22,0%), Atwill Holdings Limited (17,9%), National Bank of Kuwait (8,5%), dan beberapa badan usaha dan individu lainnya.
















