JAKARTA, Stabilitas–Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah dimulai sejak Januari 2015 namun kebanyakan masyarakat masih bersiap-siap dengan berbagai program dan langkah yang akan ditempuh untuk menghadapi hal tersebut.
Advisor Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Triyono mengatakan pihaknya sangat menyayangkan jika saat ini masyarakat masih bersiap-siap, bahkan pelaksanaan MEA pun sudah berjalan lebih dari dari satu tahun. “Sebenarnya saya menyayangkan kalau sekarang masyarakat masih siap-siap. Harusnya siap-siap itu sebelum, bukan sesudah,”katanya di Jakarta, Kamis (8/12).
Namun Triyono mengapresiasi langkah pengembangan Sumber Daya Manusia di Perbankan Syariah mengingat posisi keuangan syariah Indonesia yang semakin tumbuh dan dilirik oleh negara-negara tetangga.
“Namun saya menilai pengembangan Sumber Daya Manusia di Perbankan Syariah ini sangat penting dan patut diperjuangkan, sebab bukan hanya sosialisasi tapi yang paling terpenting adalah infrastrukturnya,”tegas Triyono.
Faktanya di ASEAN, Indonesia dan Malaysia betul-betul memiliki engine dan kapasitas Sumber Daya Manusia syariah. Hal ini dilihat dari semakin banyaknya lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi dengan program studi keuangan syariah.
“Adanya program studi keuangan syariah yang mulai bermunculan, itu penting untuk menyiapkan SDM yang baik, hal ini baru terjadi di Indonesia dan Malaysia,”terang Triyono.
Tidak hanya itu, banyak financial services Jepang yang berdatangan ke Indonesia untuk mempelajari keuangan syariah di Indonesia hal ini menandakan daya tarik keuangan syariah Indonesia yang cukup baik.

















