• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Market

OJK: Tiga Penyebab Indeks Pasar Modal Turun Tajam

oleh Admin Stabilitas
13 Maret 2020 - 01:09
11
Dilihat
OJK: Tiga Penyebab Indeks Pasar Modal Turun Tajam
0
Bagikan
11
Dilihat

PADANG, Stabilitas – Dalam sebulan terakhir ini, Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga 16,37 persen. Bahkan, sampai hari Kamis (12/3/2020) minus 22,07 persen secara tahun berjalan (year to date). Di hari yang sama, IHSG turun 3,94 persen, dari 6.000 sekarang 4.948. Secara year to date dari Januari sudah turun 21 persen. Sedangkan sejak Maret tahun lalu 24 persen.

Tak sampai disitu. Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa menghentikan sementara (trading halt) sebelum perdagangan berakhir setelah IHSG anjlok 5,01 persen ke posisi 4.895,75 poin, pada Kamis (12/3/2020) pukul 15.33 WIB.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan, upaya tersebut dilakukan otoritas bursa untuk meredam gejolak agar penurunan IHSG tidak semakin dalam.

BERITA TERKAIT

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

Laba Melesat 236%, Sun Life Indonesia Rilis Solusi Kesehatan Syariah ‘SHIFA Signature’

Garap Pasar Jawa Barat, CIMB Niaga (BNGA) Gandeng 70 Agen Properti di Bandung

“Sekarang indeks turun 5 persen ke 4.895, halt setengah jam pukul 15.33 WIB, secara teknikal sudah dianggap penutupan, tinggal besok pagi (Jumat, 13/3/2020) dibuka. Sudah closing,” jelas Fakhri di acara Pelatihan dan Gathering Wartawan Media Massa Jakarta, di Padang, 12 Maret 2020 dalam acara media gathering di Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/3/2020).

Menurut Fakhri, kondisi pasar saham Indonesia tersebut juga dialami pasar bursa dunia lain, termasuk Amerika Serikat. Mengapa? “Setidaknya ada tiga kondisi saat ini yang membuat pasar modal di seluruh dunia menghadapi tekanan cukup berat pasca tahun 2015,” kata Fakhri.

Pertama, akibat epedemi virus korona yang sekarang meluas menjadi pandemi menurut kategori Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Jumlah penderita terus bertambah. Awalnya dari China, kini merambah semua negara. Bahkan di Italia yang belakangan angka penderitanya paling tinggi, sudah melakukan country lockdown, tak boleh ada yang keluar dan masuk Italia. Sekarang, susah mengatakan kapan wabah ini akan berakhir,” katanya.

Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang tidak menerima penumpang atau visitor yang berasal dari Eropa lantaran kekhawatiran virus korona mewabah di AS, menurut Fakhri, juga berimbas pada pasar saham Eropa dan global.

Kedua, akibat perang harga minyak. Harga minyak dunia saat ini sudah turun menyentuh level US$ 30 per barel. Hal ini lantaran ada perang harga minyak antara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) ditambah Arab Saudi, melawan Rusia.

“Tadinya OPEC plus Arab Saudi mau mengajak Rusia menekan produksi supaya harga naik. Rusia nggak terima, lifting-nya semaunya mereka. Akhirnya dibalas Saudi Arabia. Sehingga harga minyak sangat tertekan.”

Ketiga, AS menurunkan suku bunga untuk menangkal krisis, tapi tidak berhasil. “Kejadiannya, indeks masih tertekan, Dow Jones kemarin tertekan 5,8 persen. Asia ikut merah,” ujarnya.

 
 
 
 
Sebelumnya

Bank BTN Bagikan Dividen Tunai Rp 20,92 Miliar

Selanjutnya

Amartha Raih Peringkat Tertinggi dari GIIRS Sebagai Perusahaan Berdampak Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 17:11

Stabilitas.id – Emiten semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG, memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih...

Laba Tumbuh Berlipat Ganda, Bank Neo Commerce Pertebal Modal Lewat Laba Ditahan

Laba Tumbuh Berlipat Ganda, Bank Neo Commerce Pertebal Modal Lewat Laba Ditahan

oleh Stella Gracia
6 Mei 2026 - 10:45

Stabilitas.id – PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) mencatatkan lompatan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Dalam Rapat...

Caplok Bisnis Wealth HSBC, AUM OCBC Indonesia (NISP) Diprediksi Melonjak 25 Persen

Caplok Bisnis Wealth HSBC, AUM OCBC Indonesia (NISP) Diprediksi Melonjak 25 Persen

oleh Sandy Romualdus
5 Mei 2026 - 14:01

Stabilitad.id – PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) resmi menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi aset dan liabilitas dari unit retail banking...

Astra (ASII) Tebar Dividen Rp32,7 Triliun, Sisa Rp292 Per Saham Cair 25 Mei 2026

Laba Bersih Astra International (ASII) Terkoreksi 16% di Kuartal I/2026

oleh Stella Gracia
4 Mei 2026 - 11:47

Stabilitas.id – Raksasa konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII) membukukan laba bersih sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I/2026. Perolehan tersebut...

Bangun Kemandirian Farmasi dan Alkes, Kimia Farma Produksi Bahan Baku Obat Lokal

Lepas dari Tren Kerugian, Kimia Farma (KAEF) Cetak Laba Rp123,6 Miliar di Kuartal I/2026

oleh Stella Gracia
4 Mei 2026 - 11:37

Stabilitas.id – Emiten farmasi BUMN, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF), berhasil mencatatkan pembalikan kinerja (turnaround) yang signifikan pada awal...

Rebound! Laba Bersih Unilever (UNVR) Meroket 73 Persen di Awal 2026

Laba Usaha Bakrie & Brothers (BNBR) Melejit 240%, Tapi Laba Bersih Anjlok Tertekan Bunga

oleh Stella Gracia
4 Mei 2026 - 10:53

Stabilitas.id – Emiten manufaktur dan infrastruktur milik Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), mencatatkan performa operasional yang impresif...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

Laba Melesat 236%, Sun Life Indonesia Rilis Solusi Kesehatan Syariah ‘SHIFA Signature’

Garap Pasar Jawa Barat, CIMB Niaga (BNGA) Gandeng 70 Agen Properti di Bandung

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus Ekonomi Tambahan di Kuartal II/2026

Rupiah Tembus Rp17.424 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Jurus ‘Currency Swap’

Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dipatok 7,5%, Bappenas Siapkan Rp625 Triliun

Ekspansi ‘Hyperscale’, DCI Indonesia (DCII) Raih Kredit Rp17 Triliun dari BCA

Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Amartha Raih Peringkat Tertinggi dari GIIRS Sebagai Perusahaan Berdampak Sosial

Amartha Raih Peringkat Tertinggi dari GIIRS Sebagai Perusahaan Berdampak Sosial

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance