• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

OJK: Tiga Penyebab Indeks Pasar Modal Turun Tajam

oleh Admin Stabilitas
13 Maret 2020 - 01:09
13
Dilihat
OJK: Tiga Penyebab Indeks Pasar Modal Turun Tajam
0
Bagikan
13
Dilihat

PADANG, Stabilitas – Dalam sebulan terakhir ini, Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga 16,37 persen. Bahkan, sampai hari Kamis (12/3/2020) minus 22,07 persen secara tahun berjalan (year to date). Di hari yang sama, IHSG turun 3,94 persen, dari 6.000 sekarang 4.948. Secara year to date dari Januari sudah turun 21 persen. Sedangkan sejak Maret tahun lalu 24 persen.

Tak sampai disitu. Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa menghentikan sementara (trading halt) sebelum perdagangan berakhir setelah IHSG anjlok 5,01 persen ke posisi 4.895,75 poin, pada Kamis (12/3/2020) pukul 15.33 WIB.

  • Baca juga: Arus Asing Pasang Surut, Bobot MSCI Jadi Ganjalan Laju Pemulihan IHSG

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan, upaya tersebut dilakukan otoritas bursa untuk meredam gejolak agar penurunan IHSG tidak semakin dalam.

BERITA TERKAIT

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

“Sekarang indeks turun 5 persen ke 4.895, halt setengah jam pukul 15.33 WIB, secara teknikal sudah dianggap penutupan, tinggal besok pagi (Jumat, 13/3/2020) dibuka. Sudah closing,” jelas Fakhri di acara Pelatihan dan Gathering Wartawan Media Massa Jakarta, di Padang, 12 Maret 2020 dalam acara media gathering di Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/3/2020).

Menurut Fakhri, kondisi pasar saham Indonesia tersebut juga dialami pasar bursa dunia lain, termasuk Amerika Serikat. Mengapa? “Setidaknya ada tiga kondisi saat ini yang membuat pasar modal di seluruh dunia menghadapi tekanan cukup berat pasca tahun 2015,” kata Fakhri.

  • Baca juga: IHSG Prapembukaan 22 September: Uji Demand Zone 6.460, Cek Rekomendasi Saham MEDC, BMRI, dan BBRI

Pertama, akibat epedemi virus korona yang sekarang meluas menjadi pandemi menurut kategori Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Jumlah penderita terus bertambah. Awalnya dari China, kini merambah semua negara. Bahkan di Italia yang belakangan angka penderitanya paling tinggi, sudah melakukan country lockdown, tak boleh ada yang keluar dan masuk Italia. Sekarang, susah mengatakan kapan wabah ini akan berakhir,” katanya.

Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang tidak menerima penumpang atau visitor yang berasal dari Eropa lantaran kekhawatiran virus korona mewabah di AS, menurut Fakhri, juga berimbas pada pasar saham Eropa dan global.

Kedua, akibat perang harga minyak. Harga minyak dunia saat ini sudah turun menyentuh level US$ 30 per barel. Hal ini lantaran ada perang harga minyak antara negara-negara pengekspor minyak (OPEC) ditambah Arab Saudi, melawan Rusia.

  • Baca juga: Menanti Sinyal Moneter, IHSG Terkoreksi dan Stabilitas Rupiah Diuji

“Tadinya OPEC plus Arab Saudi mau mengajak Rusia menekan produksi supaya harga naik. Rusia nggak terima, lifting-nya semaunya mereka. Akhirnya dibalas Saudi Arabia. Sehingga harga minyak sangat tertekan.”

Ketiga, AS menurunkan suku bunga untuk menangkal krisis, tapi tidak berhasil. “Kejadiannya, indeks masih tertekan, Dow Jones kemarin tertekan 5,8 persen. Asia ikut merah,” ujarnya.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bank BTN Bagikan Dividen Tunai Rp 20,92 Miliar

Selanjutnya

Amartha Raih Peringkat Tertinggi dari GIIRS Sebagai Perusahaan Berdampak Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

IHSG Ambles 3,56% Pasca-Pengumuman MSCI, Analis Cermati Batas Bawah Siklus 8

Arus Asing Pasang Surut, Bobot MSCI Jadi Ganjalan Laju Pemulihan IHSG

oleh Stella Gracia
22 September 2026 - 10:43

Investor asing mulai mencatatkan net inflow di IHSG, namun pemulihan aliran dana masih tertahan oleh rendahnya bobot indeks MSCI Indonesia...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

IHSG Prapembukaan 22 September: Uji Demand Zone 6.460, Cek Rekomendasi Saham MEDC, BMRI, dan BBRI

oleh Sandy Romualdus
22 September 2026 - 07:05

Analisis pasar modal 22 September 2026 prapembukaan: IHSG uji demand zone 6.460–6.480, kurs Rupiah stabil di Rp 17.615/USD, minyak Brent...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menanti Sinyal Moneter, IHSG Terkoreksi dan Stabilitas Rupiah Diuji

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 18:30

IHSG ditutup melemah ke 6.384 terseret capital outflow dan aksi jual asing di saham big caps. Rupiah turut tertekan jelang...

Asing Borong SBN Rp15,3 Triliun, Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp128,8 Triliun

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:27

OJK merilis POJK 13 Tahun 2026 sebagai landasan demutualisasi bursa. Aturan ini membatasi kepemilikan saham maksimal 5% tanpa izin khusus...

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:20

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan skema right issue dalam proses demutualisasi. Danantara membidik 40% saham bursa seraya menunggu restu dan...

IHSG Ambles 3,56% Pasca-Pengumuman MSCI, Analis Cermati Batas Bawah Siklus 8

IHSG Sesi I Tertekan ke Level 6.439, Aksi Jual Asing dan Sentimen Suku Bunga Jadi Pemicu

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:11

IHSG ditutup melemah ke 6.439 pada penutupan sesi I akibat tekanan jual asing dan sikap wait and see putusan bunga...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

Arus Asing Pasang Surut, Bobot MSCI Jadi Ganjalan Laju Pemulihan IHSG

Strategi Lindung Nilai Nasabah Tajir: Maybank dan Allianz Tawarkan Akses Investasi Dolar AS Multi-Style

Benteng Manajemen Risiko CNAF: Terapkan Early Warning System Kawal Kenaikan Pembiayaan Rp1,27 Triliun

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Amartha Raih Peringkat Tertinggi dari GIIRS Sebagai Perusahaan Berdampak Sosial

Amartha Raih Peringkat Tertinggi dari GIIRS Sebagai Perusahaan Berdampak Sosial

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance