JAKARTA, Stabilitas – Pasar industri syariah secara umum yang kian berkembang di Indonesia membuat berbagai industri turunannya ikut ‘menggeliat’. Tak terkecuali di industri kesehatan dan bisnis rumah sakit nasional.
“Pasarnya cukup prospektif. Kita tahu bisnis syariah di mana-mana kan tumbuh sangat bagus di Indonesia. Termasuk juga permintaan pasar untuk rumah sakit dengan konsep syariah, juga lumayan meningkat,” ujar Direktur PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, Hassan Themas, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan, di Jakarta, Jumat (28/6).
Meski demikian, menurut Hassan, pihaknya belum akan masuk ke segmen pasar potensial tersebut dan masih memilih fokus di segmen pasar rumah sakit general. Keputusan strategis itu diambil perusahaan dengan mempertimbangkan cukup besarnya effort yang harus disiapkan jaringan rumah sakit Omni Hospital ini bila harus membangun sebuah rumah sakit baru dengan konsep syariah.
“Kemarin kami sudah sempat bahas. Namun kami putuskan untuk fokus di (segmen) general dulu, karena kan pengadaan untuk rumah sakit syariah juga membutuhkan lingkungan dan kesiapan yang cukup banyak juga. Perlu effort yang relatively besar juga untuk kami bisa siapkan (rumah sakit syariah) itu,” tutur Hassan.
Salah satu persiapan yang dirasa cukup membutuhkan investasi besar, lanjut Hassan, diantaranya adalah penyediaan lahan yang sesuai untuk pasar syariah. Selain itu, sumber daya manusia yang sesuai juga harus disiapkan agar dapat menjamin layanan yang diberikan ke masyarakat benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
“Sementara ini kami fokus ke akuisisi saja, itu pun kalau memang ada penawaran. Kalau untuk masuk ke segmen syariah, meski secara pasar kami akui cukup potensial, saya pikir belum (akan digarap),” tegas direktur perusahaan dengan kode saham SAME ini.

















