• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

BEI Siapkan Strategi Dorong Saham Potensial Masuk Lagi ke Indeks MSCI dan FTSE

oleh Stella Gracia
26 Mei 2026 - 09:00
57
Dilihat
Mengusik Tapi Tak Mencabik
0
Bagikan
57
Dilihat

Stabilitas.id — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat merespons gelombang penghapusan (delisting) sejumlah saham emiten domestik dari papan indeks internasional. Otoritas pasar modal berkomitmen untuk menggandeng dan mengasistensi emiten-emiten potensial tanah air agar dapat kembali menembus daftar indeks global bergengsi, Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memaparkan, manajemen bursa tengah menyusun jadwal draf pertemuan tertutup untuk melangsungkan diskusi maraton bersama jajaran manajemen emiten yang dinilai memenuhi kualifikasi kepatuhan global tersebut.

  • Baca juga: Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

“Kami akan mengajak mereka berdiskusi terkait langkah bersama untuk menambah jumlah perusahaan tercatat (listed companies) yang mampu menembus indeks global. BEI akan memberikan dukungan teknis penuh agar proses ini berjalan baik dan selaras dengan regulasi terbuka yang ditetapkan oleh global index provider,” urai Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026).

BERITA TERKAIT

Kemenkeu: 91 Persen Pembiayaan Investasi 2027 Bergantung pada Sektor Swasta

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Masuk Roadmap Tahun Ke-4, Danantara Bakal Go Public-kan Deretan BUMN Raksasa

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Jeffrey menambahkan, variabel utama yang dibidik bursa dalam menyaring draf emiten potensial bersandar pada dua indikator likuiditas makro, yakni perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi pasar (market cap) jumbo di kisaran standar internasional serta memiliki rasio volume perdagangan harian (free float liquidity) yang aktif dan sehat.

Langkah taktis BEI ini menjadi sangat krusial mengingat arus modal asing (foreign inflow) jangka panjang dari pengelola dana pensiun global maupun reksa dana dunia umumnya bergerak secara pasif mengikuti portofolio (benchmark) yang dirilis oleh MSCI dan FTSE Russell.

Efektif Akhir Mei dan Juni

Komitmen agresif BEI untuk memoles daya tarik emiten dalam negeri dipicu oleh hasil evaluasi berkala (rebalancing) kuartalan yang merontokkan posisi saham Indonesia di kancah regional:

  • Indeks MSCI (Pengumuman 13 Mei 2026): Penyedia indeks global ini mendepak 5 saham Indonesia dari daftar MSCI Global Standard Indexes dan mencoret 13 saham dari papan MSCI Small Cap Indexes. Kebijakan pengosongan portofolio ini akan berlaku efektif per 29 Mei 2026.

    • Baca juga: Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal
  • Indeks FTSE Russell (Pengumuman 23 Mei 2026): Menghapus 4 saham emiten domestik dari struktur FTSE Global Equity Index Series (GEIS) yang dijadwalkan efektif per 22 Juni 2026.

Depak massal ini sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar modal terkait potensi tekanan jual (capital outflow) oleh investor institusi asing menjelang akhir semester pertama tahun buku 2026.

IHSG Parkir di Level 6.206

Meski dibayangi sentimen penataan indeks global dan rapor defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I/2026 yang membengkak hingga US$9,15 miliar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (25/5) justru sukses mendarat di zona hijau. IHSG ditutup menguat 44,30 poin atau naik 0,72% ke posisi 6.206,35. Sejalan dengan induknya, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 ikut terkerek naik sebesar 1,74% ke level 631,21.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjabarkan, penguatan indeks domestik ini mengekor reli positif bursa saham di kawasan Asia Pasifik yang dipicu oleh mencairnya risiko geopolitik makro di Timur Tengah. Investor merespons positif sinyal kuat kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur distribusi minyak vital di Selat Hormuz.

Berdasarkan data klasifikasi Indeks Sektoral IDX-IC, performa pasar ditopang oleh penguatan tujuh sektor saham. Lini transportasi & logistik memimpin lonjakan dengan melesat 4,20% seiring proyeksi penurunan ongkos perkapalan global jika Selat Hormuz dibuka. Sektor properti dan keuangan ikut menyumbang energi positif dengan penguatan masing-masing sebesar 1,23% dan 1,14%.

Di sisi lain, empat sektor terjerembap di zona merah dengan koreksi terdalam diderita oleh sektor energi yang anjlok 1,94% akibat spekulasi normalisasi pasokan minyak mentah dunia, disusul sektor barang baku (-1,23%) dan sektor kesehatan (-0,70%).

  • Baca juga: Masuk Roadmap Tahun Ke-4, Danantara Bakal Go Public-kan Deretan BUMN Raksasa

Otoritas bursa mencatat frekuensi perdagangan saham harian menembus angka 2.065.076 kali transaksi dengan volume bersih mencapai 27,66 miliar lembar saham senilai Rp16,95 triliun. Secara akumulatif, sebanyak 470 saham bergerak ekspansif, 236 saham terkoreksi landai, dan 114 emiten stagnan. ***

Tags: #IHSGBEIBursa Efek IndonesiaFTSE RussellIndeks MSCIJeffrey Hendrikkapitalisasi pasarlikuiditas pasarMaximilianus Nico DemusNeraca Pembayaran IndonesiaRebalancing SahamSektor Transportasi
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Optimalkan Sinergi BRI Group, Bank Raya Layani 1 Juta Nasabah Lewat 100 Fitur Digital

Selanjutnya

DEN Wacanakan AI dan Danantara Pangkas Sebagian Peran Ekspor Bea Cukai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:27

Kementerian Keuangan rilis Sukuk Ritel SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026. Indef sebut prospek SR025 kuat usai rekor penjualan ORI030...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:00

MSCI pertahankan status Emerging Market Indonesia, tetapi mendepak 10 saham RI termasuk GOTO, BUKA, ARTO, & SMGR. OJK optimistis dampaknya...

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

Tahan Volatilitas Global, Bank DBS dan Mandiri Investasi Dorong Diversifikasi Aset di Pasar Asia

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 08:51

Bank DBS Indonesia & Mandiri Investasi rilis referral PDNI/KPD mata uang SGD untuk nasabah affluent & HNW, mencakup obligasi, saham,...

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 15:20

Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu...

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Putus Siklus Impor Berantai, Otoritas Keuangan Kanalkan 1.800 Ton Emas Pribadi Bentengi Rupiah

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 14:07

Fenomena 1.800 ton emas rumah tangga memicu pendarahan devisa akibat impor batangan. OJK, BI, dan BUMN resmi kanalisasi emas lewat...

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:06

Ekonom INDEF A. Hakam Naja bedah potensi ETF Emas Syariah sebagai alternatif investasi pasar modal. Simak keuntungan, aspek halal MUI,...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
DEN Wacanakan AI dan Danantara Pangkas Sebagian Peran Ekspor Bea Cukai

DEN Wacanakan AI dan Danantara Pangkas Sebagian Peran Ekspor Bea Cukai

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance