Realisasi KPP BRI capai Rp 10,94 triliun per Juli 2026 (91,18% dari target). BRI ikut akad massal KPR FLPP bareng Presiden Prabowo di Batang.
Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus memperkuat peranannya sebagai motor utama pembiayaan sektor perumahan nasional. Langkah ini ditunjukkan lewat keikutsertaan BRI dalam Akad Massal Debitur KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Hadir langsung dalam acara tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perbankan, dan pengembang dalam konsep Indonesia Incorporated guna memperluas pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat.
“Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif,” ujar Presiden Prabowo.
BERITA TERKAIT
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa sebagai bagian dari ekosistem Danantara, BRI memperkuat pembiayaan perumahan terintegrasi dari sisi hulu (supply) hingga hilir (demand). Langkah ini tidak hanya menyasar pembeli rumah berpenghasilan rendah, melainkan juga pembiayaan modal kerja bagi para pengembang (developer).
“BRI memandang sektor perumahan sebagai salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional karena memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga penyerapan tenaga kerja,” ungkap Hery.
Dukungan tersebut tecermin dari moncernya penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) perseroan. Sejak Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi KPP BRI telah menembus Rp 10,94 triliun yang disalurkan kepada 78.520 penerima. Capaian ini telah memenuhi 91,18% dari total target penyaluran KPP BRI tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 12 triliun.
Secara akumulatif sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah mengucurkan KPP senilai total Rp 12,17 triliun kepada 87.055 penerima.
Khusus pada gelaran akad massal di Batang, sebanyak 6.059 debitur BRI tercatat ikut serta dalam agenda akad FLPP nasional. Di saat yang sama, BRI menyalurkan KPP senilai Rp 880 miliar kepada 7,100 debitur, terdiri dari pembiayaan sisi supply Rp 308 miliar (227 debitur) dan sisi demand Rp 572 miliar (6.873 debitur).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi kinerja perbankan penyalur. Ia menyebut realisasi rumah subsidi via FLPP pada era pemerintahan Presiden Prabowo mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah program sejak 2010, yakni menembus 278.000 unit pada 2025.
Selain KPP dan FLPP, dukungan emiten bersandi saham BBRI ini terhadap ekonomi kerakyatan disokong oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Semester I 2026 (Januari–Juni), BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 103,81 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur UMKM. ***

















