Ditopang sinergi ekosistem Danantara Indonesia, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 54,37% yoy hingga Mei 2026.
Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sukses menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional. Langkah transformasi bisnis yang konsisten serta penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia berhasil mendorong kinerja konsolidasi BTN tumbuh berkelanjutan, bahkan melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga Mei 2026.
Integrasi ke dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi katalisator utama dalam akselerasi transformasi perseroan. Melalui Danantara, BTN mendapatkan akses penguatan sinergi lintas sektor yang lebih luas, efisiensi operasional melalui berbagi sumber daya (shared services), serta optimalisasi modal untuk mendukung ekspansi bisnis yang lebih masif. Sinergi ini memastikan BTN memiliki daya saing yang kuat dalam menciptakan nilai tambah bagi industri keuangan nasional.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa pencapaian positif ini menjadi bukti nyata bahwa strategi transformasi perseroan efektif memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga momentum pertumbuhan.
BERITA TERKAIT
“Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage agar BTN mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Nixon di Jakarta, Rabu (8/7).
Laba Bersih Konsolidasi Melonjak 54,37%
Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi perseroan hingga Mei 2026, BTN berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun. Perolehan tersebut melonjak signifikan sebesar 54,37% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,19 triliun.
Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh kinerja Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) yang tercatat sebesar Rp7,13 triliun, atau tumbuh 15,15% yoy dari posisi Rp6,19 triliun di tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, profitabilitas operasional perseroan juga menebal. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi BTN menyentuh Rp2,39 triliun (naik 58,37% yoy), sementara laba sebelum pencadangan atau Pre-Provision Operating Profit (PPOP) BTN Group tumbuh 20,07% yoy menjadi Rp3,98 triliun.
Dari sisi intermediasi, ekspansi kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun, meningkat 9,97% yoy dibandingkan posisi Mei 2025 yang sebesar Rp366,52 triliun. Laju pertumbuhan ini diimbangi oleh penguatan Dana Pihak Keuangan (DPK) konsolidasi yang tumbuh 9,09% yoy menjadi Rp433,95 triliun.
Pertumbuhan kinerja keuangan pos-pos krusial BTN tercatat berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang dihimpun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Mei 2026:
| Indikator Keuangan (Per Mei 2026) | Pertumbuhan Rata-Rata Industri Nasional | Pertumbuhan Konsolidasi BTN (YoY) |
| Laba Bersih | 4,96% | 54,37% |
| Penyaluran Kredit | 8,62% | 9,97% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 4,29% | 9,09% |
Akselerasi Strategi Bisnis “Beyond Mortgage”
Ke depan, BTN berkomitmen mempercepat digitalisasi layanan, menyederhanakan proses bisnis, serta memperkuat tata kelola untuk menciptakan organisasi yang lebih produktif dan adaptif dalam ekosistem Danantara Indonesia.
Nixon menambahkan, cetak biru transformasi BTN sebagai bank yang bergerak beyond mortgage menjadi langkah strategis untuk memperluas diversifikasi sumber pertumbuhan baru, tanpa meninggalkan core bisnisnya di sektor perumahan.
“BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. Kami terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan, mulai dari mewujudkan kepemilikan rumah, mendukung berbagai kebutuhan gaya hidup, hingga mempersiapkan masa pensiun. Dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia, kami optimistis BTN akan terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Nixon. ***















