Tokocrypto resmi meluncurkan Tokenized Stocks, memberikan akses bagi investor lokal untuk berinvestasi di saham global seperti SpaceX dan Nvidia melalui blockchain 24 jam penuh.
Stabilitas.id – Platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Tokocrypto, secara resmi mengumumkan peluncuran produk Tokenized Stocks atau tokenisasi saham global. Langkah ini merupakan kelanjutan dari tahap pengenalan awal (soft launch) yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 23 Juni 2026 lalu.
Melalui produk baru ini, investor domestik kini dapat memperoleh akses dan eksposur langsung terhadap pergerakan harga saham perusahaan raksasa global, seperti SpaceX, Micron, hingga Nvidia, langsung di dalam ekosistem blockchain.
Tokenized stocks merupakan instrumen digital berbasis blockchain yang menggabungkan karakteristik investasi saham konvensional dengan fleksibilitas transaksi secara on-chain. Berbeda dengan bursa saham tradisional yang terikat pada jam operasional kerja tertentu, aset tokenisasi ini mengikuti likuiditas pasar digital yang dapat diakses penuh selama 24 jam dalam seminggu.
BERITA TERKAIT
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyatakan bahwa peluncuran ini menandai babak baru dalam integrasi keuangan makro, di mana industri kripto mulai bergeser dari sekadar aset digital murni menuju adopsi Real World Assets (RWA).
“Di Tokocrypto, kami membuka akses bagi investor Indonesia untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga saham global yang selama ini sulit diakses. Tujuan kami adalah memperluas akses keuangan melalui teknologi, didukung edukasi dan infrastruktur yang jelas. Dengan cara ini, kami menghubungkan pengguna di Indonesia dengan pasar modal internasional yang sebelumnya sulit dijangkau,” terang Calvin dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (8/7).
Daftar Saham Global dan Sistem Jaminan Transparansi
Pada tahap awal implementasi ini, Tokocrypto menyediakan enam jenis aset tokenisasi yang merepresentasikan emiten-emiten global terkemuka di sektor kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (electric vehicle), hingga teknologi luar angkasa.
Berikut adalah daftar kode produk Tokenized Stocks yang tersedia di platform Tokocrypto:
| Nama Perusahaan Global | Kode Token di Platform | Sektor Industri Utama |
| SpaceX |
SPCXB |
Teknologi Luar Angkasa & Satelit |
| Nvidia |
NVDAB |
Kecerdasan Buatan (AI) & Semikonduktor |
| Tesla |
TSLAB |
Kendaraan Listrik (EV) & Energi Bersih |
| Micron |
MUB |
Perangkat Keras & Memori Semikonduktor |
| SanDisk |
SNDKB |
Penyimpanan Data Digital |
| Circle |
CRCLB |
Teknologi Finansial & Aset Kripto |
Untuk menjamin aspek keamanan dan transparansi, produk ini memanfaatkan sistem 1:1 Proof-of-Collateral yang dapat diverifikasi secara langsung secara on-chain. Sistem ini memungkinkan para pengguna memantau kecukupan jumlah aset digital yang disimpan di dalam dompet (wallet) sebagai agunan produk secara berkala. Namun, apabila terdapat jaminan aset yang ditempatkan di luar blockchain, mekanisme pelaporannya akan memerlukan proses verifikasi independen secara terpisah.
Batasan Hak Investor dan Mitigasi Risiko Pasar
Meski menawarkan kemudahan akses, Calvin mengingatkan para investor lokal mengenai batasan hukum dari instrumen ini. Produk tokenized stocks ini dirancang murni hanya untuk mencerminkan dan mengikuti pergerakan harga saham acuan (reference stock).
“Produk ini tidak memberikan hak-hak konstitusional sebagai pemegang saham asli, seperti hak suara dalam RUPST maupun hak perolehan dividen perusahaan. Instrumen ini juga tidak dapat ditukarkan menjadi saham fisik acuan, kecuali jika dinyatakan lain secara eksplisit dalam ketentuan produk ke depan,” papar Calvin.
Di samping itu, investor perlu mencermati risiko likuiditas. Walaupun transaksi dapat berjalan di luar jam kerja bursa reguler, tingkat penyebaran harga (spread) dan likuiditas token dapat bervariasi serta berpotensi lebih fluktuatif ketika pasar saham utama di negara asal emiten sedang ditutup.
Inovasi tokenisasi aset ini meluncur di tengah momentum penataan regulasi keuangan digital dalam negeri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menggodok Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) periode 2026–2031, di mana pengembangan ekosistem tokenisasi aset serta regulasi stablecoin menjadi salah satu pilar fokus utamanya guna memperkuat tata kelola dan perlindungan konsumen. ***

















