JAKARTA, Stabilitas.id – Lion Air segera membuka rute baru penerbangan penumpang berjadwal langsung dari Makassar melalui Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (UPG) ke Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (SRG).
Mengutip siara pers Lion Group, Senin (4/4), disebutkan Ppenerbangan perdana dijadwalkan mulai 14 April 2022 dengan frekuensi penerbangan masing-masing 1 (satu) kali sehari atau 7 (tujuh) kali dalam sepekan pulang pergi (PP).
| Rute | No. Terbang | Waktu Berangkat | Waktu Tiba | Gratis Bagasi |
| Makassar – Semarang | JT-909 | 14.00 WITA | 15.00 WIB | 20 kg |
| Semarang – Makassar | JT-908 | 15.40 WIB | 18.35 WITA | 20 kg |
Tarif tiket spesial satu kali terbang (one way) di rute Makassar ke Semarang mulai dari Rp. 1.058.300. Untuk harga tiket satu kali penerbangan Semarang ke Makassar mulai dari Rp. 1.056.300.
Pilihan penerbangan langsung dan saling terkoneksi (connecting flight) tersedia dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin tujuan lain bersama Lion Air Group, antara lain ke Ambon, Balikpapan, Samarinda, Berau, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Gorontalo, Jayapura, Kendari, Merauke, Palu, Sorong, Manokwari, Ternate, Manado, Lombok, Pontianak, Tarakan, Yogyakarta Kulonprogo, Jakarta, Bandung, Tanjung Karang, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Jambi, Padang, Pekanbaru, Batam, Medan, Banda Aceh, Batulicin, Bau-Bau, Bima, Luwuk, Mamuju, Palopo, Poso, Raha, Selayar, Wangi-Wangi dan kota-kota lain.
Koneksi penerbangan semakin memudahkan setiap penumpang dari Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang ke Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Pontianak, Ketapang, Palangkaraya, Sampit, Banjarmasin, Kotabaru, Balikpapan, Berau, Samarinda, Tarakan, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Timika, Merauke, Bandung, Tanjung Karang, Pangkalpinang, Palembang, Bengkulu, Jambi, Batam, Padang, Pekanbaru, Medan, Banda Aceh dan lainnya.
Lion Air Group menerapkan semua ketentuan penerbangan sesuai rekomendasi aturan beroperasi dengan senantiasa mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first) serta dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan.***
















