Komisaris Independen Bank Jatim Muhammad Mas’ud Said diraih gelar Certified Risk Management (CRM) pada ajang Jakarta Risk Management Convention 2026.
Stabilitas.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim terus memperkuat kapabilitas tata kelola dan manajemen risiko (risk management) pada jajaran pengawas strategis perseroan.
Langkah penguatan tersebut ditandai dengan diraihnya brevet profesional tertinggi Certified Risk Management (CRM) oleh Komisaris Independen Bank Jatim M. Mas’ud Said dalam ajang The 8th Jakarta Risk Management Convention (JRMC) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Penyerahan sertifikasi tingkat tertinggi tersebut turut disaksikan langsung oleh Komisaris Utama Bank Jatim Adi Sulistyowati serta jajaran Komisaris Independen perseroan, yakni Dadang Setiabudi dan Asri Agung Putra.
BERITA TERKAIT
Konvensi manajemen risiko tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (LSP BSMR) ini diikuti oleh sekitar 150 jajaran direksi dan komisaris dari BUMN, perbankan Himbara, bank nasional, hingga BPD dari seluruh Indonesia.
M. Mas’ud Said meraih gelar keprofesian CRM setelah konsisten mengikuti program pelatihan, asesmen, dan penyegaran (refreshment) berjenjang sejak 2019. Pada periode ini, Mas’ud dikukuhkan bersama 46 profesional perbankan lainnya di Indonesia.
Direktur LSP BSMR Gandung Troy Sulistyantoro menyampaikan apresiasi atas komitmen Dewan Komisaris Bank Jatim dalam meningkatkan kompetensi mitigasi risiko untuk menjaga ketahanan (resilience) industri perbankan di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Budaya risiko (risk culture) di industri perbankan sangat vital untuk diimplementasikan secara disiplin. Harus ada keberanian dari para bankir dan pengawas untuk berkata ‘tidak’ terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan prosedur,” ujar Gandung.
Melalui penguatan kompetensi manajemen risiko pada jajaran dewan komisaris, Bank Jatim berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih, aman, dan adaptif terhadap dinamika risiko bisnis perbankan modern. ***

















